Presiden Minta Ekosistem Investasi Diperbaiki Secepatnya
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Presiden Minta Ekosistem Investasi Diperbaiki Secepatnya

Rabu, 11 September 2019 | 17:26 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran menteri Kabinet Kerja bekerja lebih cepat untuk menarik lebih banyak investor asing berinvestasi di Tanah Air. Instruksi itu disampaikan menanggapi ketatnya persaingan antarnegara di kawasan Asia Tenggara dalam menarik investor untuk berinvestasi.

“Saya kira, kita harus lebih cepat lagi. Karena negara-negara pesaing kita, kompetitor-kompetitor kita, berlomba-lomba berbenah diri dengan tawaran yang lebih menarik untuk investasi,” kata Presiden Jokowi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Presiden Jokowi mengakui daya pikat Indonesia sebagai tujuan investasi masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.Dari sejumlah 33 perusahaan asal Tiongkok yang memutuskan merelokasi bisnisnya ke Asia Tenggara, tidak satu pun yang masuk ke Indonesia.

“Itu menjadi sebuah catatan besar bagi kita. Dan, sampai saat ini, saya masih sering menrima keluhan para investor yang menghadapi kendala-kendala karena regulasi, karena perizinan untuk investasi di negara kita yang betul-betul prosedurnya terlalu banyak aturan, terlalu banyak UU-nya, berbelit-belit,” katanya.

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa di tingkat Kementerian/Lembaga masih banyak aturan yang sulit diprediksi. Bahkan, lanjutnya, banyak diskresi-diskresi yang dilakukan oleh kementerian sehingga aturan selalu berubah-ubah.

“Situasi yang mereka hadapi akan menimbulkan citra negatif, promosi yang tidak baik, karena dibandingkan dengan tawaran negara lain, perizinan betul-betul jauh lebih cepat, jauh lebih sederhana dan memberikan insentif-insentif yang lebih menarik. Ini kita baru menyelesaikan di tingkat pusat, kita belum nanti akan menghadapi di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” katanya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Instruksikan Reformasi Ekosistem Investasi

Presiden menginstruksikan seluruh jajaran menteri mereformasi secara menyeluruh ekosistem investasi, dari regulasi, proses perizinan, dan pemberian insentif.

EKONOMI | 11 September 2019

Rupiah Ditutup Melemah 7 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.047- Rp 14.066 per dolar AS.

EKONOMI | 11 September 2019

IHSG Ditutup Melonjak 45 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Indeks LQ-45 naik 9,6 poin (0,97 persen) ke level 1.002,5.

EKONOMI | 11 September 2019

Lion Parcel dan Line Clear Kerja Sama Logistik Lintas Batas

Kemitraan Lion Parcel dengan Line Clear Express membuka peluang potensi pengiriman produk UKM.

EKONOMI | 11 September 2019

Siang Ini, Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Dolar Hong Kong menguat 0,002 (0,14 persen) mencapai 7,83 per dolar AS.

EKONOMI | 11 September 2019

Bursa Asia Siang Ini di Teritori Positif

Kospi di Korea Selatan naik 12,88 (0,62 persen) mencapai 2.044.

EKONOMI | 11 September 2019

AAJI Gelar Seminar Digital & Risk Management

Pelaku industri asuransi jiwa harus segera menyiapkan strategi untuk menjawab perkembangan dunia digital.

EKONOMI | 11 September 2019

Menteri Rini Dorong BRI-PNM Genjot Pembiayaan

Nasabah Mekaar yang menerima KUR umumnya memiliki usaha yang bergerak di bidang perdagangan, peternakan, dan pertanian.

EKONOMI | 11 September 2019

Sesi I, IHSG Terpangkas 4 Poin ke 6.331

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 110.727 miliar saham senilai Rp 4,179 triliun.

EKONOMI | 11 September 2019

Tahun 2020, Kempupera Tambah Anggaran Infrastruktur Pariwisata

Tahun 2020, pemerintah tambahkan anggaran untuk pariwisata prioritas.

EKONOMI | 11 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS