Kalbe Dorong Pemerintah Keluarkan Aturan Operasional untuk Gairahkan Riset
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kalbe Dorong Pemerintah Keluarkan Aturan Operasional untuk Gairahkan Riset

Jumat, 15 November 2019 | 11:15 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan Tempo Institute mengadakan diskusi terfokus dan menerbitkan policy brief yang bertopik Menanti Insentif Riset untuk Industri, Kamis (14/11/2019). Kebijakan ringkas ini bertujuan untuk mendorong Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk segera menelurkan aturan operasional terkait Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019.

Perlu diketahui bahwa PP no 45 2019 merupakan Perubahan terhadap PP no 94 tahun 2010 mengenai Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. PP yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tersebut merupakan adalah stimulan bagi industri untuk menggiatkan kegiatan riset melalui pengurangan pajak hingga 300 persen.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengeluarkan aturan operasional sehingga dapat mendorong inovasi-inovasi lewat riset industri yang pada akhirnya memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Hadir dalam diskusi terfokus ini antara lain, perwakilan dari Menko Ekonomi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, GP Garmasi serta perwakilan dunia usaha.

“Kalbe selalu berkomitmen untuk mengembangkan penelitian di Indonesia sehingga diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kebijakan pengurangan pajak bagi kegiatan penelitian ini memberikan dorongan positif bagi iklim penelitian di Indonesia, khususnya bagi Industri," kata Pre Agusta, Direktur Hubungan Eksternal PT Kalbe Farma Tbk melalui keterangan, Jumat (15/11/2019).

Pre Agusta juga menambahkan, dalam diskusi kali ini Kalbe berkolaborasi dengan Tempo Institute, karena Tempo Institute merupakan bagian dari Tempo Media Group yang juga memiliki inisiatif dalam bidang penelitian dan pengembangan. Seperti diketahui Kalbe telah menjalin kerjasama dengan Tempo dalam program Ristekdikti Kalbe Science Award (RKSA) yakni program penghargaan kepada peneliti-peneliti terbaik di Indonesia sejak 2010 sampai 2016 dan kerja sama program Kalbe Junior Scientist Award untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap dunia sains sejak 2011 sampai 2019.

Diskusi yang dipandu oleh Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin ini menghasilkan beberapa poin utama dalam Policy Brief antara lain, membuka peluang bagi semua industri yang melakukan riset dan pengembangan untuk memperoleh insentif. Kemudian insentif penelitian meliputi biaya modal dan biaya operasional hingga bagaimana mekanisme penilaian hingga pengajuan klaim secara sederhana, serta kriteria dan gradasi nilai insentif harus jelas sejak awal.

Dengan kondisi yang demikian, PP 45/2019 merupakan sebuah terobosan penting sebagai motor baru yang diharapkan dapat menggerakkan riset komersial di dalam negeri, demi pengembangan industri dan perekonomian nasional pada umumnya.

Selanjutnya, mengingat kebijakan baru ini belum mengatur hal-hal teknis, keberhasilan mendorong kegiatan riset dan pengembangan yang bisa melahirkan inovasi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, khususnya Kementerian Perekonomian, merumuskan aturan pelaksanaan yang jelas, adil, transparan, dan memudahkan industri untuk terlibat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Oktober, Upah Harian Buruh Tani Naik 0,17%

Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2019 tidak mengalami perubahan.

EKONOMI | 15 November 2019

Neraca Perdagangan Oktober Surplus US$ 161,3 Juta

Surplus disebabkan sektor nonmigas sebesar US$ 990,5 juta, walaupun sektor migas defisit U$ 829,2 juta.

EKONOMI | 15 November 2019

Jasa Raharja Terus Perbaiki Transformasi Manajemen Resiko

Dengan layanan aplikasi digital JRku, Jasa Raharja sendiri meyakini akan bisa mempermudah masyarakat dalam melakukan klaim asuransi kecelakaan.

EKONOMI | 15 November 2019

Populer di Daring, Philips LED Juga Merek Favorit di Pasar

Nama Philips yang merupakan merek lampu milik Signify menjadi merek lampu paling favorit di pasaran dan populer dalam pencarian daring.

EKONOMI | 15 November 2019

Presiden Dijadwalkan Resmikan Tol Terpanjang di Indonesia

JTTS akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan lokasi peresmian di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240.

EKONOMI | 15 November 2019

Minyak Turun di Tengah Kenaikan Stok AS

Brent untuk pengiriman Januari turun tipis US$ 0,09 menjadi US$ 62,28 per barel.

EKONOMI | 15 November 2019

Emas Batangan Antam Capai Rp 746.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 347,8 juta.

EKONOMI | 15 November 2019

Dibuka, IHSG Langsung Menguat

Pukul 09.05 WIB, IHSG naik 4 poin (0,07 persen) menjadi 6.103.

EKONOMI | 15 November 2019

Bursa Asia Pagi di Zona Positif

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 210,45 poin (0,80 persen) menjadi 26.534.

EKONOMI | 15 November 2019

Awal Sesi, Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.060 - Rp 14.072 per dolar AS.

EKONOMI | 15 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS