Kemhub Hitung Ulang Tarif Ojek Online
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kemhub Hitung Ulang Tarif Ojek Online

Selasa, 21 Januari 2020 | 18:57 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menghitung ulang tarif ojek online sebagai tindak lanjut tuntutan mitra pengemudi karena kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan upah minimum regional (UMR).

Direktur Angkutan Jalan Kemhub Ahmad Yani mengungkapkan, pihaknya bersama stakeholders dan komunitas pengendara ojek online sudah melakukan beberapa pertemuan guna membahas tarif hingga kemitraan. Pertemuan pertama berlangsung pada 9 Januari 2020, kemudian pada 15 Januari 2020, lalu direncanakan diadakan pertemuan kembali pada Rabu (22/1/2020).

"Yang terakhir pertemuan nanti hari Jumat (24/1/2020) ada dua agenda, yakni tentang tarif pada pagi hari dan kemitraan pada sore hari," jelas Ahmad Yani di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Ahmad Yani menuturkan, pemerintah akan melihat kembali besaran masing-masing komponen yang menghimpun tarif ojek online. Angka komponen-komponen tersebut akan dibeberkan secara transparan kepada mitra pengemudi pada pertemuan terakhir nanti.

Adapun beberapa komponen yang mempengaruhi perhitungan tarif adalah penyusutan kendaraan, bunga modal kendaraan, biaya pengemudi (penghasilan, biaya jaket, helm, dan sepatu), asuransi (kendaraan, pengemudi, penumpang), pajak kendaraan bermotor, bahan bakar minyak, dan lain-lain.

"Jadi memang ada komponen tarif yang naik tapi ada juga yang turun. Ini harus kita simulasikan. Saya mau simulasikan di hadapan mitra pengemudi semua," terang Ahmad Yani.

Akan tetapi, Yani berujar, tarif ojol belum tentu mengalami kenaikan. Pasalnya, setelah ada perhitungan kembali secara bersama, tarif bisa tetap atau bahkan mengalami penurunan. Selain simulasi bersama dengan perwakilan mitra pengemudi, Kemenhub juga akan mengkoordinasikan hasil simulasi itu dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mendapat masukan apakah besaran hasil simulasi dapat diterima masyarakat atau tidak.

"Jadi akan ada lagi pembahasan dengan teman-teman YLKI sehingga willingnes to pay masyarakat akan sangat mempengaruhi keputusan akan tarif ojol," terang Ahmad Yani.

Dia menyebutkan, keputusan akan tarif ini akan diambil pada pekan depan setelah dilakukan penajaman oleh direktur jenderal perhubungan darat dan menteri perhubungan.

"Selain itu memang ada tuntutan juga bahwa tarif ojol ini berdasarkan provinsi dan diserahkan ke daerah. Tapi kita lihat dulu kesiapan semua pihaknya bagaimana," terang Ahmad Yani.

Selain tarif, ujar Yani, sejumlah mitra pengemudi ojol juga meminta kejelasan terkait konsep kemitraannya. Sudah ada usulan yang mereka sampaikan dan akan dibahas lebih lanjut di antara kementerian dan lembaga terkait.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkop dan UKM Siapkan Langkah Tingkatkan Citra Koperasi

Kemkop siapkan langkah majukan koperasi.

EKONOMI | 21 Januari 2020

IHSG Ditutup Turun 6 Poin

Sebanyak 144 saham menguat, 257 saham melemah, dan 151 saham stagnan.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Meikarta Lanjutkan Proyek dengan Manajemen dan Logo Baru

Untuk logo baru korporasi mengedepankan warna merah, oranye, emas, dan putih.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Sequis Sediakan Fitur Pembayaran Melalui Go-Pay

Pembayaran premi dengan sistem Go-Pay ini adalah inovasi pertama Super You by Sequis di tahun 2020.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Kemtan: Pasokan Jagung untuk Pakan Tahun 2020 Aman

Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH memastikan bahwa stok jagung untuk pakan tahun 2020 aman.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia di Zona Merah

Kospi di Korea Selatan melemah 23,6 (1,02 persen) mencapai 2.239.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Rupiah Tergerus Sejalan Mata Uang Asia Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.642-Rp 13.665 per dolar AS.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Menkop dan UKM Yakin BrandKopi Lokal Mampu Bersaing

Kopi lokal mampu bersaing dengan kopi luar negeri.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Rehat Siang, IHSG Naik Tipis ke 6.246

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 54.747 miliar saham senilai Rp 2,780 triliun.

EKONOMI | 21 Januari 2020

Jaga Elite Dunia di Davos, Anggaran Sniper dan Tentara Rp 127 M

Penembak jitu (sniper) ditempatkan di atap bangunan.

EKONOMI | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS