Anggota Komisi VI Dukung Upaya Erick Thohir Bangun Roadmap Industri BUMN
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Anggota Komisi VI Dukung Upaya Erick Thohir Bangun Roadmap Industri BUMN

Selasa, 2 Juni 2020 | 10:18 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri BUMN Erick Thohir sedang menyusun peta jalan (roadmap) industri pangan di BUMN dengan menggabungkan PTPN, Perum Bulog dan RNI dalam sebuah kluster. Tujuannya agar BUMN dapat mengurangi ketergantungan impor dan kedepannya bisa mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.

Anggota DPR RI Komisi VI Mohammad Toha mendukung langkah tersebut, pembentukan klaster pangan BUMN dengan penggabungan perusahaan yang memiliki bidang atau segmen bisnis yang sama diharapkan bisa dikelola dengan baik secara efektif dan efisien.

“Sebagai anggota Komisi VI kita dukunglah langkah Erick Thohir ini, dengan penggabungan perusahaan ini kan nanti dikelola dengan baik, dalam artian efektif, efisien tujuannya itu tidak ke sana kemari, tujuanya satu swasembada,” ujar Toha, Selasa (2/6/2020).

Toha menyampaikan, dari semenjak dahulu sampai sekarang Indonesia kesulitan untuk bisa swasembada pangan, salah satu penyebabnya ditengarai oleh tumpang tindihnya kepengurusan pangan. Untuk mengurai hal itu, membuat kluster pangan dinilai untuk mengefektifkan kinerja BUMN sendiri.

Menurut Toha, pihak swasta juga harus diberikan kesempatan. Dalam aturan UU BUMN itu bidang yang belum bisa diselenggarakan oleh swasta ditangani oleh perusahaan BUMN. Namun ketika swasta sudah bisa menangani, pengelolaan itu baiknya diserahkan kepada swasta.

“Menurut saya itu, sambil mungkin menyegarkan untuk di holding arahnya itu satu, menyatunya swasembada,” ulasnya.

Lanjut Toha, meskipun pembentukan holding perusahaan BUMN pangan bertujuan untuk menyatukan tujuan yang satu arah yakni swasembada dan mengurangi impor, menurutnya Indonesia tidak bisa swasembada 100%, sebab masih tergantung dengan luar negeri yang kaitanya dengan produksi, efisiensi dan juga dari sisi politik.

“Dari sisi politik, kita tidak berdagang dengan luar negeri kan tidak mungkin, secara efisiensi kita sering kalah dengan luar negeri, kemudian secara produksi kita juga misalnya beras, beras saja kan produksi Negara kita lebih kecil misalnya jika dibandingkan dengan Thailand atau Vietnam yang bisa menghasilkan lebih besar, ” kata Toha.

Selain itu, jika dibandingkan dengan Negara Malaysia atau Singapura, Toha menuturkan bulog di Negara tersebut bisa menjadi stabilisator harga, stabilisator ketersediaan pangan dan stabilisator ekonomi. "Dengan digabungnya perusahaan pangan BUMN, secara teori saya berharap pengelolaan akan lebih efektif dan fokus," pungkasnya.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekspansi Kantor Cabang, Didimax Investasi Rp 30 Miliar

Ekspansi kantor cabang Didimax di Yogyakarta dan Pekanbaru menelan investasi Rp 30 miliar.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Emas Antam Naik Jadi Rp 920.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 430,320 juta.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Awali Sesi, Rupiah Langsung Tancap Gas

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.460 - Rp 14.485 per dolar AS.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Awali Perdagangan, IHSG Melesat di Zona Hijau

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 88,3 poin (1,89 persen) menjadi 4.842.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bursa Rebound, Saham LPKR Menghijau

Saham LPKR pada pekan kemarin, Jumat (29/5/2020) bertengger di Rp 184 atau naik 8,88 persen.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Di Perdagangan Asia, Minyak Brent Menguat Pagi Ini

Minyak mentah berjangka AS, turun sedikit ke US$ 35,41 per barel.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Bursa Asia Menguat, Investor Pantau Ketegangan AS-Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,51 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,52 persen.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Harga Emas Turun saat Data Ekonomi AS Membaik

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus melemah tipis US$ 1,4 atau 0,08 persen, menjadi US$ 1.750,3.

EKONOMI | 2 Juni 2020

IHSG Berpeluang Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 4.735 - 4.834.

EKONOMI | 2 Juni 2020

Harga Minyak Bervariasi karena Ketegangan AS-Tiongkok

Minyak mentah patokan AS WTI turun 5 sen, atau 0,14 persen US$ $ 35,44 per barel.

EKONOMI | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS