RUPST Astra Tunjuk Djony Bunarto Gantikan Priyono Soegiarto
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

RUPST Astra Tunjuk Djony Bunarto Gantikan Priyono Soegiarto

Selasa, 16 Juni 2020 | 10:26 WIB
Oleh : Yudo Dahono, Lona Olavia / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk (Astra) pada hari ini, Selasa (16 /6/2020) diharapkan menjadi pemicu peningkatan kinerja bagi emiten berkode transaksi ASII tersebut. RUPST kali ini menyetujui Presiden Direktur PT Astra International Tbk Priyono Soegiarto menjabat Komisaris Utama. Sedangkan posisi Presiden Direktur diisi oleh Djony Bunarto Tjondro yang sebelumnya menjabat wakil presiden direktur Astra.

RUPST ASII tersebut merupakan salah satu aksi korporasi yang ditunggu pelaku pasar. Emiten bluechip ini pada akhir 2019 tercatat memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 280,3 triliun. Astra saat ini memiliki tujuh segmen usaha yakni otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti. Berdasarkan data Maret 2020, Astra memiliki lebih dari 235 anak perusahaan dan didukung lebih dari 216.000 karyawan.

Karena itu, tak salah jika banyak pihak berharap, RUPST Astra bisa menjadi pendorong bangkitnya emiten-emiten di era new normal. Seperti yang diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Fransiscus Welirang. Menurut dia, masa new normal sangat dinantikan karena bisa menjadi sentimen positif bagi emiten. Karena itu, ia berharap kinerja emiten bluechip bisa membawa sentimen positif bagi pasar saham secara keseluruhan.

Dikatakan, dengan tatanan kehidupan baru, sektor riil akan kembali menggeliat. Korporasi yang sahamnya tercatat di bursa akan bangkit, berekspansi, dan mencetak keuntungan. Otomatis roda ekonomi akan berputar lebih kencang.

Maklum saja, sejak Maret 2020 hampir seluruh aktivitas perusahaan terhenti. Kegiatan ekonomi nyaris lumpuh. Kini, saatnya semua kembali memacu dapur produksi dan penjualan setelah pandemi Covid-19 mulai menurun. Tak terkecuali grup Astra.

Sebagai salah satu grup korporasi bluechip, Astra sangat menjanjikan. Selain memiliki cakupan bisnis yang besar, juga memiliki lini bisnis beragam. Sehingga, kinerja perseroan tetap terjaga karena saling menopang. Buktinya, pada triwulan pertama 2020, Astra secara konsolidasi masih mencatat laba bersih Rp 4,81 triliun, turun 8% dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp 5,21 triliun. Sedangkan, pendapatan bersih tercatat Rp 54 triliun, turun 9% dari sebelumnya Rp 59,60 triliun. Penurunan ini terjadi karena pandemi Covid-19.

Inovasi
Di tengah situasi yang belum menentu, diperlukan inovasi baru dari manajemen. Inovasi ini penting agar korporasi keluar dari tekanan ekonomi dan berlari kencang mengejar pelemahan kinerja yang tergerus karena pandemi Covid-19.

Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, pada situasi seperti saat ini dibutuhkan kepemimpinan yang bisa membuat inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi. Perseroan atau industri seperti inilah yang akan bertahan.

Ia meyakini, Astra akan cepat pulih setelah pandemi Covid-19 berakhir. Alasannya, kalau kondisi industri otomotifnya bisa berproduksi dan jualan lagi, pasti bisa cepat pulih.Selain itu, Astra juga didukung oleh beragam lini bisnis yang mampu memberikan kinerja positif bagi perseroan.

Senada dengan itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee juga menekankan pentingnya inovasi baru untuk meraih kinerja yang lebib baik. Dalam konteks itu, ia berpendapat, perubahan susunan anggota direksi dan komisaris Astra dalam RUPST merupakan hal biasa, yang penting adalah harus properubahan. Sebab, ASII dinilai sebagai perusahaan yang solid dan besar. Karenanya, prospek saham emiten sektor aneka industri tersebut dinilai tetap menjanjikan.

Dikatakan, perusahaan go public cenderung memiliki ketahanan untuk bertahan di tengah kondisi krisis ekonomi seperti saat ini. Ia menilai, prospek saham Astra masih menjanjikan ke depan. Asalkan diikuti perubahan model bisnis, seperti efisiensi. Selain itu, perusahaan juga harus mampu mengubah strategi bisnis demi mendongkrak kinerjanya.

Ke depan, tuturnya, lini bisnis keuangan tetap masih menjanjikan, demikian pula dengan komoditas diprediksi akan meningkat. “CPO menjanjikan karena biofuel,” ujarnya. Selain itu, suku cadang mobil juga masih menjanjikan karena walaupun orang tidak beli mobil, tetapi servis kendaraan terus berjalan.

Di lini bisnis otomotif, ujarnya, ASII dinilai masih prospektif meskipun penjualan produk saat ini terpukul. Menurutnya, permintaan produk otomotif, terutama mobil diperkirakan masih akan banyak. “Terlebih di tengah kondisi pandemi seperti ini, orang akan cenderung memilih menggunakan mobil pribadi ketimbang naik kendaraan umum,” ujarnya. Untuk lini bisnis alat berat, Hans optimistis masih mampu berkembang ke depan. Sebab, alat berat masih tetap dibutuhkan.

Optimisme dan keyakinan itu tercermin juga dari transaksi saham yang terjadi di lantai bursa. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (12/6/2020) saham ASII ditutup menguat Rp 90 atau naik 1,91% di level Rp 4.790. Sebelumnya pada perdagangan Rabu (10/6), saham ASII ditutup di kisaran Rp 4.850 dan Kamis ditutup di level Rp 4.700 per saham. Prospek saham ASII ke depannya bakal terus diburu dan dibeli oleh banyak orang. Hal ini terlihat dari rekomendasi dan target harga dari para pialang di lantai bursa Indonesia. Hampir sebagian besar pialang memberikan rekomendasi beli untuk saham ASII dengan target harga di kisaran Rp 5.000- Rp 7.500. Semoga RUPST Astra mampu memicu emiten ini kian bertumbuh positif dan menjadi pendorong pergerakan roda ekonomi nasional.

Berikut susunan direksi dan komisaris Astra:

Direksi Perseroan
Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro
Direktur : Johannes Loman
Direktur : Suparno Djasmin
Direktur : Chiew Sin Cheok
Direktur : Gidion Hasan
Direktur : Henry Tanoto
Direktur : Santosa
Direktur : Gita Tiffani Boer
Direktur : FXL Kesuma

Dewan Komisaris Perseroan
Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto
Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto
Komisaris Independen : Rahmat Waluyanto
Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont
Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris : Benjamin William Keswick
Komisaris : Mark Spencer Greenberg
Komisaris : John Raymond Witt
Komisaris : Stephen Patrick Gore
Komisaris : Benjamin Birks



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Emas Antam Terkoreksi ke Rp 898.000 Per Gram

Harga emas per 100 gram: Rp 84,012 juta.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Kompak, Rupiah dan Mata Uang Asia di Zona Hijau

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.067 - Rp 14.077 per dolar AS.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Dibuka, IHSG Langsung Menguat 2%

Pukul 09.05 WIB, indeks harga saham gabungan naik 114,3 poin (2,3 persen) menjadi 4.931.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Pemerintah Pastikan Pengembangan Kendaraan Listrik Berlanjut

Insentif yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019

NASIONAL | 16 Juni 2020

Kemdagri Tegaskan Fintech Hanya Bisa Verifikasi Data Kependudukan

Lembaga pinjaman online wajib mendapatkan izin dan rekomendasi dari OJK.

NASIONAL | 16 Juni 2020

Harga Emas Terkena Aksi Ambil Untung

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun US$ 10,1 atau 0,58 persen, menjadi US$ 1.727,2 per ounce.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Bursa Tokyo Naik 3% Didorong Melonjaknya Wall Street

Nikkei 225 di Jepang melonjak 2,86 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix menguat 2,49 persen.

EKONOMI | 16 Juni 2020

SKK MIgas: Harga Minyak Bakal Capai Keseimbangan Baru US$ 60 Per Barel

Titik keseimbangan baru harga minyak tersebut mungkin terjadi pada 2024 atau 2025.

NASIONAL | 16 Juni 2020

IHSG Berpeluang Rebound, Ini Rekomendasi Saham Pilihan

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 4.778 - 4.860.

EKONOMI | 16 Juni 2020

Harga Minyak Melonjak 2% karena Optimisme Pemotongan Produksi OPEC+

Minyak mentah West Texas Intermediate naik 86 sen, atau 2,37 persen menjadi US$ 37,12 per barel.

EKONOMI | 16 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS