Pandemi Covid-19, Wapres Minta Asuransi Syariah Manfaatkan Momentum
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Pandemi Covid-19, Wapres Minta Asuransi Syariah Manfaatkan Momentum

Selasa, 30 Juni 2020 | 16:23 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyerukan agar industri asuransi syariah tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat walau pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa pada industri finansial. Bagi Wapres, industri asuransi syariah tetap harus bisa berkontribusi terhadap pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah di Indonesia yang sedang menuju tatanan normal baru.

“Terlepas dari adanya pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, sesungguhnya kita memiliki momentum yang baik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," kata Wakil Presiden Maruf Amin pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Luar Biasa Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) melalui video conference, Selasa (30/6/2020).

Dikatakan Wapres, dalam hal keuangan Syariah, beberapa lembaga seperti Islamic Finance Development Indicator (IFDI), Indonesia dan Islamic Finance Country Index (IFCI), tetap memberikan penilaian yang sangat baik terhadap Indonesia.

Lebih lanjut Wapres mencermati bahwa perlambatan atau penurunan kondisi ekonomi global akibat Covid-19 berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis asuransi syariah. Untuk itu, Wapres memberikan beberapa arahan untuk perbaikan kondisi industri asuransi syariah.

Pertama, industri asuransi syariah harus lebih banyak meningkatkan inovasi produk asuransi syariah untuk meningkatkan inklusi dan mendukung pertumbuhan asuransi syariah. Serta harus menggali potensi berbagai sektor yang selama ini belum dilayani oleh asuransi syariah.

Kedua, eksposur industri asuransi syariah perlu terus ditingkatkan untuk meningkatkan awareness terhadap produk-produknya. Upaya ini, menurut Wapres, juga dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah.

Ketiga, industri asuransi Syariah harus lebih memperhatikan aspek tata kelola usaha yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Penerapan aspek GCG yang baik diharapkan dapat menghindari masalah-masalah dalam industri asuransi seperti kasus gagal bayar pada beberapa perusahaan asuransi. "Selain itu akan meningkatkan kepercayaan dan memberikan jaminan keamanan bagi para konsumen," imbuhnya.

Wapres menyampaikan bahwa berdasarkan data OJK pada Maret 2020, market share keuangan syariah di Indonesia, termasuk perbankan dan asuransi, baru mencapai 8,98% dari total aset keuangan Indonesia. Adapun porsi untuk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) termasuk asuransi syariah hanya sebesar 4,34%.

Sementara, tambah Wapres, berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) di 2019, tingkat literasi ekonomi syariah di Indonesia baru mencapai 16,3% dari skala 100%. Di samping itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK khusus untuk asuransi syariah mencatat tingkat literasi asuransi syariah baru sebesar 2,51% dan inklusi asuransi syariah sebesar 1,92%.

"Hal ini mengindikasikan bahwa masih terbuka peluang sangat besar untuk meningkatkan pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia," kata Wapres.

"Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 260 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam menjadi potensi besar yang harus terus digarap secara intensif oleh pelaku asuransi syariah."

Selain itu, Wapres menilai komitmen Pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus dilakukan secara terintegrasi untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kini diperkuat dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

"Melalui KNEKS, Pemerintah berupaya untuk mendukung akselerasi dan inklusi keuangan syariah dengan membuka jalan untuk asuransi syariah bagi masyarakat kecil, menengah, dan mikro demi terwujudnya Visi Nasional dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kurs Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.265

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa(30/6/2020), melemah ke kisaran Rp 14.200.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Lewat ‘Ikan Dori’, Kemperin Dorong Peningkatan Wirausaha Baru di Pesisir

Kemperin dorong masyarakat pesisir agar tingkatkan hasil laut.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Platform Kargo Tech Buka Peluang Kerja untuk Korban PHK

Kargo Tech menawarkan solusi dan potensi bisnis logistik di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Bursa Eropa Dibuka Bervariasi

Bursa Eropa dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa (30/6/2020), ditopang oleh rilis data manufaktur Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan pasar.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Askrindo Syariah Jalin Kerja Sama dengan Pegadaian

Askrindo Syariah jalin kerja sama dengan Pegadaian untuk menjadi penjamin pembiayaan kepemilikan emas, pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan multiguna.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Bursa Asia Positif Ditopang Data PMI Tiongkok

Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (30/6/2020), ditopang oleh rilis data manufaktur Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan pasar.

EKONOMI | 30 Juni 2020

IHSG Ditutup Stabil di Kisaran 4.905

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,07 persen ke kisaran 4.905,39 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (30/6/2020).

EKONOMI | 30 Juni 2020

Memasuki New Normal, Konsumsi BBM di Jawa Tengah Naik

PT Pertamina mencatat kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline sebesar 20% di bulan Juni 2020, yang sudah masuk new normal.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Jokowi Tak Mau Pembebasan Tanah Jadi Kendala Investor

Presiden Jokowi mengatakan pembebasan tanah selalu menjadi kendala bagi investor yang ingin membuka usaha di Indonesia. Karena itu, ia mau kendala itu diatasi.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Tinjau Kawasan Industri Batang, Jokowi Perintahkan Kepala BKPM Permudah Perizinan

Jokowi sudah memerintahkan kepada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi industri-industri yang akan relokasi.

EKONOMI | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS