Program PEN yang Tidak Jalan Akan Didesain Ulang
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Program PEN yang Tidak Jalan Akan Didesain Ulang

Selasa, 28 Juli 2020 | 16:14 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, pemerintah bakal merombak atau mengubah desain stimulus pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya untuk program-program yang masih rendah realisasi penyerapannya.

menurut Febrio, beberapa program baru rencananya juga akan diluncurkan sebelum nota keuangan dibukukan pada Agustus 2020, khususnya untuk program-program perlindungan sosial karena masih ada cadangan anggaran sekitar Rp 25 triliun

"Sekarang kita sedang menyisir program mana yang kemungkinan besar tidak akan menggunakan anggarannya. Kalau itu sudah diketahui, segera kita ubah atau ganti programnya ke yang kita yakini akan berjalan, sehingga uang itu akan mengalir ke masyarakat. Itu kata kuncinya. Uang yang ada dan disiapkan harus mengalir ke masyarakat," kata Febrio Kacaribu dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2020 secara virtual, Selasa (28/7/2020).

Salah satu program yang desainnya akan diubah seperti insentif usaha yang saat ini realisasinya baru 13,34%. "Untuk insentif usaha, agak susah memang. Insentif usaha atau perpajakan ini akan banyak redesign. Program-program yang tidak jalan, itu akan didesain ulang supaya uangnya bisa langsung masuk ke kantong masyarakat," kata Febrio.

Ia mencontohkan untuk stimulus fiskal berupa relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) Ditanggung Pemerintah (DTP) yang masih menghadapi sejumlah kendala. Stimulus ini diberikan untuk pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp 200 juta dalam setahun.

"Contohnya PPh Pasal 21 DTP. Bahasanya saja sudah susah dimengerti masyarakat. Kita memang harus bekerja lebih baik lagi dalam hal sosialisasi ke masyarakat agar mengerti. Ini sebenarnya adalah cash transfer dari pemerintah ke pembayar pajak yang selama ini sudah bayar pajaknya secara individu. Ini adalah karyawan yang pendapatannya di bawah Rp 200 juta setahun. Ini ada masalah teknis yang harus segera kita perbaiki. Harapannya segera kita akan ubah desainya dengan lebih baik, sehingga uangnya lebih cepat sampai ke kantong masyarakat,” paparnya.

Dikatakan Febrio, secara umum progres pelaksanaan penanganan Covid-19 dan PEN masih menghadapi tantangan di level operasional dan proses administrasi. Untuk program kesehatan, realisasinya baru 7,74%, perlindungan sosial 38,31%, dukungan untuk sektoral dan Pemda 6,57%, dukungan untuk UMKM 25,3%, pembiayaan korporasi 0%, dan insentif usaha 13,34%.

Sementara itu menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani, beberapa program dalam PEN memang ada yang kurang efektif untuk dijalankan dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga ia menyarankan anggaran yang sudah dialokasikan untuk program tersebut bisa dialihkan.

“Kalau kita lihat, banyak dari kebijakan PEN yang sebenarnya tidak efektif dan tidak tepat juga, misalnya insentif untuk menarik wisatawan, memberikan diskon. Saya rasa ini kurang begitu efektif dan optimal, jadi mungkin bisa dialokasikan di tempat lain,” kata Rosan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perluas Pasar, Lemonilo Gencar Menambah Varian Produk

Lemonilo menggandeng Keluarga The Baldys untuk membantu mengedukasi masyarakat mengkonsumsi makanan sehat.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Dunia Usaha Butuh Modal Kerja Rp 303 T untuk Enam Bulan

Selama pandemi ini telah terjadi defisit cash flow.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Rupiah Ditutup di Rp 14.535 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.535 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Juli 2020

IHSG Ditutup Terkoreksi 3 Poin ke 5.082

Sebanyak 166 saham menguat, 239 saham melemah, dan 175 saham stagnan.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Luhut Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Hilirisasi mineral yang digencarkan pemerintah menjadi salah satu penopang ekonomi pascapandemi.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bedah 1.280 Rumah di Bireuen, Kempupera Alokasikan Rp 22,4 Miliar

Pelaksanaan program bedah rumah dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT).

EKONOMI | 28 Juli 2020

Desain Rumah di Gang Sempit Jakarta Raih Penghargaan Dunia

Karya Delution yang menembus nominasi penghargaan Architizer Awards adalah The Twins.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Alma Corp Umumkan Kerja Sama dengan The Silk Dago Bandung

Tahun ini Alma Corp genap mamasuki usia ke tujuh tahun.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Sambut Libur Panjang, KAI Berikan Diskon Hingga 25%

KA Bima sebelumnya Rp 650.000 menjadi Rp 500.000.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Investasi Manufaktur Naik 24 Persen di Semester I

Pemerintah bertekad terus mewujudkan iklim berusaha kondusif melalui kebijakan strategis.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS