RUPS Binakarya Property Komitmen Wujudkan Hunian di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.44)   |   COMPOSITE 5759.92 (18.41)   |   DBX 1054.23 (6.22)   |   I-GRADE 169.662 (0.1)   |   IDX30 501.412 (0.38)   |   IDX80 131.739 (0.32)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.04)   |   IDXG30 135.832 (0.64)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.45)   |   IDXQ30 146.619 (0.01)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.13)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.58)   |   IDXV30 126.958 (0.57)   |   INFOBANK15 989.895 (1.39)   |   Investor33 430.473 (-0.07)   |   ISSI 168.725 (0.32)   |   JII 619.114 (-0.33)   |   JII70 212.184 (0.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (2.46)   |   LQ45 920.779 (1.79)   |   MBX 1601.16 (4.49)   |   MNC36 321.923 (0.11)   |   PEFINDO25 313.689 (1.8)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.12)   |  

RUPS Binakarya Property Komitmen Wujudkan Hunian di Masa Pandemi

Kamis, 27 Agustus 2020 | 10:33 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (perseroan) perusahaan yang bergerak di bidang properti yang berfokus pada pengembangan kawasan landed house, apartment, dan pengelolaan hotel pada tanggal 21 Agustus 2020 telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Public Expose Tahunan.

Dalam Public Expose Tahunan yang dihadiri oleh corporate secretary dan perwakilan direksi perseroan, telah dipaparkan mengenai kinerja perseroan baik sisi operasional maupun keuangan selama tahun 2019 hingga semester pertama tahun 2020.

Sepanjang tahun 2019 yang lalu memang dirasa menjadi masa yang sangat sulit untuk industri properti, hal tersebut dirasakan juga oleh perseroan sebagai salah satu pengembang dan pelaku pasar properti di Indonesia. Rendahnya permintaan dari konsumen terutama untuk segmen apartemen membuat pendapatan perseroan secara konsolidasi mengalami penurunan.

Tercatat penurunan pendapatan sebesar 3,37% dari semula sebesar Rp 407 miliar pada Desember 2018 menjadi sebesar Rp 394 miliar pada Desember 2019, sedangkan pada semester Pertama 2020 Pendapatan perseroan baru tercatat sebesar Rp 62 miliar. Rendahnya pendapatan pada semester pertama tahun 2020 ini dikarenakan faktor utamanya adalah kondisi pandemi Covid-19 yang sedang melanda hampir di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia.

Dalam paparan pada Public Expose Tahunan perseroan, telah disampaikan meskipun di tengah kondisi yang kurang menguntungkan bagi para pelaku usaha khususnya industri properti, perseroan sepanjang tahun 2020 ini tetap berupaya dengan segenap kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan tahapan-tahapan pembangunan proyek yang sedang dijalankan. Hal tersebut merupakan fokus utama perseroan saat ini.

Beberapa proyek yang sedang dikerjakan oleh perseroan melalui entitas anak perusahaan diantaranya adalah The Palm 3 Residence yang merupakan kawasan landed house dengan luas area sekitar 35 ha yang terletak Bekasi, Jawa Barat yang pada saat ini sedang mulai dikembangkan untuk dibangun. The Palm 3 Residence merupakan kawasan hunian dengan letak yang cukup strategis dengan akses sekitar 20-30 menit dari gerbang tol Tambun diharapkan menjadi salah satu faktor yang dapat menarik banyak konsumen terutama keluarga muda yang sedang merencanakan untuk memiliki hunian tetap sebagai tempat tinggal.

Perseroan juga sudah memasarkan produk andalan lain yaitu kawasan landed house Palm Blossom yang dibangun di atas lahan sekitar 2,5 ha terletak di kawasan Palm City, Cengkareng, Jakarta Barat yang telah dan sedang dibangun sekitar 200 unit rumah. Selain itu ke depannya perseroan juga akan mengembangkan Royal Palm Blossom yang letaknya berseberangan dengan Palm Blossom, dengan desain yang lebih modern diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen.

Di samping kedua proyek di atas, perseroan juga tetap berupaya untuk menyelesaikan pembangunan beberapa apartment yang saat ini sedang dibangun oleh perseroan.

Selain itu, perseroan juga mengharapkan dapat menambah pendapatan dari pengelolaan hotel yang dimiliki yaitu Hotel Bogor Valley dan Swissbel Hotel Tuban-Kuta Bali. Meskipun mungkin untuk tahun ini pendapatan dari segmen pengelolaan hotel tidak akan sebaik periode sebelumnya, mengingat kondisi pandemi Covid-19 ini yang sangat berdampak pada industri wisata yang menyebabkan rendahnya tingkat hunian hotel.

Dalam keterangan terpisah yang disampaikan setelah penyelenggaraan RUPS Tahunan dan Public Expose Tahunan, Direktur Utama perseroan Budianto Halim yang juga merupakan salah satu pengendali perseroan berharap kondisi pandemi Covid-19 dapat segera berakhir sehingga dapat membuat seluruh aspek kegiatan usaha terutama industri properti dapat berjalan sesuai dengan harapan para pelaku usaha sebelum terjadinya pandemic covid-19 ini. Selain itu beliau juga berharap perseroan dapat tetap memberikan hasil terbaik untuk para konsumen perseroan dan pihak berkepentingan lainnya.

"Perseroan tetap optimis mampu melewati pandemi Covid-19. Karena pangsa pasar properti masih ada, bahkan cukup tinggi," kata Komisaris Utama Binakarya Property Go Hengky Setiawan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menaker: 10,8 Juta Data Tenaga Kerja Berhasil Divalidasi

Menaker terus mendorong agar seluruh target penerima bantuan subsidi upah atau gaji dapat dipenuhi BPJS Ketenagakerjaan paling lambat akhir september 2020.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Menaker Harap Bantuan Subsidi Upah Timbulkan Multiplier Effect

Subsidi diharapkan mampu meningkatkan daya beli pekerja dan mendongkrak konsumsi rumah tangga.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Jokowi Luncurkan Program Subsidi Pekerja

Subsidi diberikan kepada pekerja selama empat bulan atau sebesar Rp 2,4 juta yang akan disalurkan setiap dua bulan sekali.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Awal Sesi, Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.605-Rp 14.695 per dolar AS.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Zona Aman

Jakarta Islamic Index (JII) naik menjadi 568,6.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Emas Antam Naik ke Rp 8.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 475,820 juta.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Harga Minyak di Pasar Asia Bervariasi Akibat Badai Laura

Brent diperdagangkan di atas garis datar mencapai US$ 45,66 per barel.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Bursa Asia Mixed, Investor Tunggu Pidato Bos The Fed

Di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,17 persen di awal perdagangan.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

IHSG Berpotensi Menguat Didorong Harga Komoditas dan Rekor Wall Street

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.304 - 5.390.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

KPR Syariah Meningkat di Tengah Penurunan Harga Properti

Rumah.com Consumer Sentiment Study ini diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada Januari hingga Juni 2020.

EKONOMI | 27 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS