Percepat Ekonomi Nasional, Kolaborasi BUMN dan NU Jadi Langkah Tepat
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Percepat Ekonomi Nasional, Kolaborasi BUMN dan NU Jadi Langkah Tepat

Kamis, 17 September 2020 | 14:53 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang koordinasi hubungan kerja sama antara Kementerian BUMN dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Erick menekankan pentingnya partisipasi PBNU dalam implementasi program-program pemerintah terutama untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyampaikan apresiasinya terhadap upaya dari Erick Thohir menggandeng NU untuk percepatan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

“Patut diapresiasi, sekarang ini dalam penanganan Covid 19 termasuk pemulihan ekonomi nasional itu hanya bisa dilakukan kolaborasi, kerjasama, koordinasi bukan kompteisi karena kalau kompetisi bersaing jadi kurang, berjalan kurang efektif, pemulihan ekonomi nasional tidak berjalan cepat,” ujar Trubus, Kamis (17/9/2020).

Trubus menambahkan, untuk mengatasi Covid 19 dan pemulihan ekonomi, harus melibatkan peran serta masyarakat, NU yang merupakan organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, maka perlu ikut serta berpartisipasi. Selain NU pemerintah juga perlu menggandeng organisasi-organisasi masyarakat lainnya.

“Itu harus dilakukan juga dengan organisa-organisasi keagamaan yang lainya, termasuk organisasi sosial lain jadi luas karena apa, karena partisipasi publik itu harus menuntut keikutsertaan semua unsur, didalam pemulihan ekonomi nasional ini, karena kita sudah 7 bulan ini terpapar Covid 19 dan angkanya sampai 4.000 perharinya, maka cara mengatasinya adalah dengan PSM (peran serta masyakat),” urainya.

Lanjut Trubus, adanya kerjasama tersebut juga perlu adanya pemantauan atau pengawasan secara intensif agar pelaksanaan MoU tersebut dapat terimplementasi secara menyeluruh sampai tingkat bawah.

“Perlunya semacam satgas atau tim apa saja, yang memantau, melakukan pengawasan, pelaksanaan dari MoU itu. Monev, monitoring evaluasi harus dilakukan secara intensif agar kegiatan program-program yang akan dilaksanakan itu, diimplementasikan secara menyeluruh,” kata Trubus.

Menurutnya, NU memiliki peran yang strategis yang tidak hanya fokus bergerak pada bidang keagamaan saja, melainkan juga identik dengan gerakan kebudayaan, sosial serta ekonomi.

“Iya memang selama ini kan NU itu sebenarnya bukan saja organisasi keagamaan semata, tetapi juga ada identitas yang melekat pada persoalan ekonomi didalamnya, jadi ada gerakan keagamaan tapi juga ada kebudayaan, ada juga soal ekonomi soal sosial. Jadi menurut saya itu memang apa yang disampaikan Erick Thohir itu sebagai seuatu tantangan kedepan dalam membangun kebersamaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Mohamad Toha menyambut positif rencana Menteri BUMN Erick Thohir berkolaborasi dengan NU dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Covid-19. Toha menilai itu adalah langkah yang tepat, karena NU merupakan organisasi masyarakat yang memiliki jaringan kuat sampai tingkat akar rumput.

"Baguslah, artinya Pak Erick bisa memilih NU kan dari akar rumput sampai keatas kan ada semua, jaringannya luas dan organisasi keagamaan terbesar pertama di Indonesia," ujar Toha

Toha menilai BUMN bisa langsung terjun ke masyarakat melalui jaringan-jaringan organisasi di bawah NU. Selain itu dengan merangkul NU maka pemerintah dapat memberdayakan sebagian besar masyarakat.

"Kebanyakan orang NU kan Mustadh'afin ya, Mustadh'afin itu kan golongan lemah yang perlu diberdayakan. Artinya selama ini kan pemberdayaan baru parsial, kalau BUMN turun langsung bisa merangkul jaringan-jaringan yang ada di bawah NU dengan berbagai underbow-nya," kata dia.

"Ada Fatayat, ada Muslimat, ada IPNU, ada Ansor, IPPNU dan lainnya. Itu kan bagus, artinya bisa menyentuh semuanya, menyentuh masyarakat secara sebagian besar," imbuhnya.

Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa sebagian besar warga NU adalah orang-orang yang memiliki wawasan dan memahami agama. Sehingga ketika ada program pemberdayaan dari pemerintah melalui BUMN, ia mengatakan NU bisa berkomitmen, jujur dan mempertanggungjawabkan amanah tersebut.

"Kalau ada pemberdayaan, ada bantuan dari pemerintah, saya pikir komitmen, artinya jujurlah, komitmen bisa mempertanggung-jawabkan itu salah satu alasan kenapa (BUMN) merangkul NU," ungkapnya.

Lebih lanjut, Toha mendorong BUMN memaksimalkan peran NU dalam melakukan pemberdayaan terhadap jamaahnya di berbagai bidang. Terutama perberdayaan sektor pertanian serta pemberdayaan UMKM, sebab masyarakat NU yang tinggal di daerah-daerah banyak bergerak di bidang tersebut.

"Peran yang bisa dimaksimalkan NU di berbagai bidang lah, terutama pertanian, sama pemberdayaan UMKM, mereka kan banyak terjun disana masyarakat NU yang di daerah-daerah itu," tuntas Toha.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kepala BPHN: Masuknya Investasi Terhambat Tembok Regulasi

Omnibus Law menjadi salah satu metode yang dipilih pemerintah untuk melakukan reformasi hukum dalam penataan perundang-undangan.

EKONOMI | 17 September 2020

BCA Kembangkan Fitur Digital Banking

BCA memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi finansial.

EKONOMI | 17 September 2020

PLN Raih 3 Penghargaan

BUMN merupakan ujung tombak yang membantu pemerintah dalam menghadapi Covid-19.

EKONOMI | 16 September 2020

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Tertekan Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.795-Rp 14.858 per dolar AS.

EKONOMI | 17 September 2020

Bursa Asia Pasifik Siang Ini di Zona Merah

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 32,5 poin (0,99 persen) mencapai 3.251.

EKONOMI | 17 September 2020

Dharma Satya Uji Coba Produksi Pabrik BIO-CNG di Kaltim

Fasilitas Bio-CNG Plant yang akan menghasilkan listrik 1,2 megawatt (MW) serta gas biometana dengan kapasitas 280 m3 per jam.

EKONOMI | 17 September 2020

Sesi Siang, IHSG Turun 11 Poin ke 5.047

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 51.488 miliar saham senilai Rp 3,182 triliun.

EKONOMI | 17 September 2020

Pengusaha Angkutan Penyeberangan Keluhkan Trayek Pelayaran Jarak Pendek

Terkesan tidak ada sinkronisasi kebijakan dalam satu kementerian terhadap moda yang sama dan segmen pasar yang sama.

EKONOMI | 17 September 2020

Emas Antam Dibanderol di Rp 1,030 juta Per Gram

Untuk pecahan 100 gram seharga Rp 97,212 juta.

EKONOMI | 17 September 2020

Awal Sesi, Rupiah Menguat Saat Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.795-Rp 14.807 per dolar AS.

EKONOMI | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS