Menteri ESDM: Investor Bebas Pilih Skema Kontrak Migas
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Menteri ESDM: Investor Bebas Pilih Skema Kontrak Migas

Jumat, 25 September 2020 | 20:51 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus berupaya membuat iklim investasi minyak dan gas bumi menarik bagi investor. Upaya yang dilakukan antara lain dengan memberi kebebasan para pebisnis migas untuk memilih skema kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC).

Adapun kontrak tersebut yakni PSC bagi hasil kotor (gross split) dan pengembalian biaya operasi (cost recovery). Pemberlakuan dua jenis kontrak ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 12 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Permen ESDM No 8/2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, kebijakan tersebut merupakan hasil masukan dari pelaku usaha migas. Skema gross split cocok untuk lapangan migas yang sudah dikerjakan. Pasalnya, investor sudah dapat memperkirakan biaya yang dibutuhkan.

Sementara lapangan migas baru dengan tingkat risiko tinggi, lebih tepat menggunakan skema cost recovery. Dengan cost recovery maka investor memiliki jaminan kepastian.

"Dari pertimbangan itu kita buka dua opsi. Terserah mereka mau cost recovery atau gross split. Tapi yang daerah baru kecenderungan para pebisnis ini cost recovery," kata Arifin Tasrif dalam acara 60 Minutes with Arifin Tasrif dengan tema “Menuju Kemandirian Energi” yang dipandu Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu, ditayangkan Beritasatu TV pada Rabu (23/9/2020) malam.

Skema kontrak gross split ditawarkan dalam lelang blok migas yang digelar selama periode 2017-2018. Dari 49 blok migas yang dilelang, Kementerian ESDM memperoleh pemenang untuk 14 blok migas. Sementara tahun lalu, Kementerian ESDM hanya memperoleh tiga pemenang, dari 13 blok yang dilelang.

"Kita rasakan dengan kebijakan yang mengharuskan gross split kemarin memang animo agak berkurang. Kita dengarkan, kita panggil pelaku para bisnis migas ini apa masalahnya," kata Arifin.

Arifin mengungkapkan, Kementerian ESDM sedianya melelang 12 wilayah kerja migas tahun ini. Dalam lelang tersebut pemerintah memberi kebebasan pelaku migas untuk memilih skema PSC. Namun lelang ditunda seiring pandemi Covid-19.

Penundaan ini digunakan Kementerian ESDM untuk memperbaiki data yang diperlukan. Dengan begitu, para investor semakin yakin dalam berinvestasi di dalam negeri. Pihaknya menerima masukan dari pelaku migas terkait masalah perpajakan. Pihaknya pun melakukan komunikasi dengan kementerian terkait dan sebagian besar mulai diperbaiki dan banyak kemajuan dalam beberapa waktu ini.

“Kita harapkan persyaratan untuk membuka iklim investasi di migas bisa kita perbaiki dan disempurnakan jadi lebih menarik,” katanya. Selain itu, lanjut Arifin, masalah pendataan juga tengah diperbaiki. Fleksibilitas mendapatkan data harus dibuka, sehingga calon investor confidence memasuki lapangan tertentu.

“Ini sudah kita lakukan. Eksplorasi sedang kita dorong dilakukan secara masif. Kementerian mendorong eksplorasi tidak hanya di migas tapi juga di mineral dan batubara. Supaya mengetahui persis apa yang ada di bumi dan sejauh mana kita bisa mengeksploitasi dan memberikan manfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah, kata Arifin, memang tengah mengejar target untuk mencapai kemandirian energi. Tantangan saat ini adalah demand energi terus meningkat, sementara suplai dalam hal ini produksi terus menurun, sehingga BBM harus diimpor. Sebagai subtitusi minyak tanah pun harus impor LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Minyak kita kalau tidak ada cadangan baru dalam 10 tahun minyak akan habis. Gas kita 20 tahun kalau tidak ada sumber baru,” ujarnya. Upaya mengurangi ketergantungan impor dilakukan dengan mencanangkan program 1 juta barel di tahun 2030. Dari segi potensi, kata dia, Indonesia memiliki 128 cekungan migas.

Dari jumlah tersebut tersisa 68 cekungan yang belum digarap. Dia menegaskan hanya dengan eksplorasi maka dapat mengetahui seberapa besar sumber daya alam yang dimiliki. Pasalnya, di era 70-an Indonesia pernah memproduksi minyak bumi hingga 1,7 juta barel per hari (bph). Alhasil Indonesia menjadi negara eksportir minyak dan masuk dalam jajaran keanggotaan OPEC.

“Tanpa eksplorasi maka cadangan migas akan habis dalam waktu 10 tahun. Kita masih ada 68 cekungan belum dieksplorasi. Ini yang harus segera eksplorasi untuk mengurangi ketergantungan impor," tuturnya.

Salah satu potensi gas yang besar adalah di Blok Masela yang ditargetkan berproduksi pada 2027. “Memang masih lama, karena proses untuk bisa dari cadangan sampai produksi bisa 10-15 tahun. Memamg kita enggak boleh terlambat pada eksplorasi,” katanya.

Proyek Masela, kata Arifin, membutuhkan kajian serta pendanaan yang besar. Di proyek ini nantinya pemerintah daerah juga akan dilibatkan. Bahkan untuk provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT) akan berpartisipasi dalam bentuk antara lain tenaga kerja.

Sementara itu di sisi hilir, Indonesia melalui Pertamina punya program membangun kilang baru yang ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, program hilirisasi batubara dalam 5 tahun kedepan diharapkan sudah tersedia pabriknya. “Kita bisa mengurangi impor. Apalagi, kita bisa masifkan jaringan gas. Kita punya gas cukup besar potensinya ke depan masih ada,” katanya.

Selain BBM, lanjut Arifin, pemerintah pun berupaya menekan impor LPG dengan hilirisasi batu bara. Indonesia memiliki cadangan batu bara mencapai 25 miliar ton dengan perkiraan mampu diproduksi hingga 2050. Ketersediaan batu bara tersebut selama ini sebagian besar dikirim ke luar negeri. Sebagai contoh target produksi tahun ini sebesar 550 juta ton, dari jumlah tersebut untuk kebutuhan dalam negeri hanya 200 juta ton. Oleh sebab itu dia menyebut batu bara harus dimanfaatkan untuk mensubtitusi kebutuhan LPG.

"Kita punya batu bara bisa menghasilman sintesis gas untuk produk petrokimia, fertilizer dan sebagainya. Bisa ditingkatkan nilai bakarnya menjadi batu bara dengan kalori tinggi untuk industri baja. Dengan gasifikasi untuk memenuhi gas rumah tangga," jelasnya.

Dikatakannya, pemanfaatan batu bara tersebut merupakan bentuk peningkatan nilai tambah yang menjadi amanat Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba). Artinya bukan hanya batu bara saja, produk pertambangan lainnya seperti tembaga, nikel, timah pun harus ditingkatkan nilai tambahnya. Program peningkatan nilai tambah batubara.

Ke depannya, kata dia, bagaimana bisa mengutilisasi alternatif sumber daya hidrokarbon ini untuk bisa menjadi pengganti. “Karena gas tadi bisa dipakai untuk feed stoke industri juga seperti pabrik pupuk, petrochemical dan lainnya. Batu bara ini bisa menggantikan fungsi gas. Ke depannya sesudah 50 tahun harus ada solusi. Sekarang ini sudah mulai konversi diesel dengan biodiesel,” jelasnya.

Kemudian, melakukan konversi bahan bakar fosil dengan bahan bakar nabati yakni biodiesel 30 persen (B30). Namun dia menyebut untuk meningkatkan campuran bahan bakar nabati tersebut menjadi B40/B50 maka harus melalui kajian mendalam. Pasalnya, harus mempertimbangkan ketersediaan bahan baku yang dalam hal ini kelapa sawit. Kebijakan mandatory biodiesel. Untuk memproduksi setara 1 juta bph minyak mentah maka diperlukan lahan sawit sekitar 14 juta hektare. Semakin besar kebutuhan maka luasan lahan pun semakin bertambah.

"Kuncinya maka harus meningkatkan produksi sawit, entah ekstensifikasi atau optimalisasi yang ada," ujarnya. Saat disinggung mengenai kebijakan harga, Arifin mengatakan bahwa untuk BBM, pemerintah telah menugaskan Pertamina melalui kebijakan BBM Satu Harga, dimana Pertamina harus memenuhi kebutuhan BBM untuk masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air dengan harga yang sama.

“Dulu harga itu berbeda. Di barat dan timur punya disparitas harga besar. Sekarang ini kebijakannnya satu harga. Ada 100 station yang melayani masyarakat dan ke depannya akan terus ditambah,” jelas Arifin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Minim Sentimen, Wall Street Dibuka Datar

Dow Jones turun 0,02 persen, S&P 500 turun 0,08 persen, Nasdaq naik 0,03 persen.

EKONOMI | 25 September 2020

Transaksi Digital Tumbuh, Dusdusan Gencar Dukung Usaha Reseller

Saat ini Dusdusan telah menyediakan lebih 8 kategori produk.

EKONOMI | 25 September 2020

Menhub Minta Pemda Kampanyekan Penggunaan Sepeda

Menhub mengkampanyekan penggunaan sepeda guna melengkapi intermoda dari moda utama seperti MRT.

EKONOMI | 25 September 2020

Hingga Agustus, Laba Mandiri Syariah Tumbuh 26,58%

Hingga pengujung Agustus 2020, laba bersih yang dihimpun perseroan tumbuh 26,58% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 957 miliar (unaudited).

EKONOMI | 25 September 2020

Selama 5 Tahun, Kempupera Perbaiki 18.661 Rumah Tak Layak Huni

Program BSPS bertujuan membantu masyarakat agar dapat memiliki rumah yang layak huni.

EKONOMI | 25 September 2020

Kampanye 3 Bulan, UC Browser Bagikan Total Hadiah Rp 400 Miliar

Dalam tiga kali kampanye, UC Browser telah mendistribusikan lebih dari 5 juta kupon yang bernilai lebih dari Rp 400 miliar.

EKONOMI | 25 September 2020

Dekranas Gandeng Pertamina Bantu UKM Terdampak Pandemi

Dengan menggandeng Pertamina, Dekranas berinisiasi membuat tas-tas belanja ramah lingkungan dan masker wajah pelindung kesehatan masyarakat di tengah pandemi.

EKONOMI | 25 September 2020

Selama September, Pertamina Suntik Modal Rp 2,9 M untuk UMKM di Jabar

Di bulan September ini, pinjaman modal kami gulirkan kepada 34 usaha mikro, kecil dan menengah hingga pangkalan LPG.

EKONOMI | 25 September 2020

BCA Gelar Workshop bagi 12 Desa Wisata Binaan

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung perkembangan pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui gelaran Workshop Digital Marketing 2020.

EKONOMI | 25 September 2020

Kepala BKF: RI Sudah Masuk Resesi Sejak Awal Tahun

Tanda-tanda perlambatan ekonomi sebetulnya sudah dimulai sejak kuartal I, ketika ekonomi hanya mampu tumbuh 2,97%, padahal rata-rata 10 tahun terakhir ada di 5%

EKONOMI | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS