Bangkitkan Perbankan Syariah, Pengamat: Erick Thohir Catatkan Sejarah Baru
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-17.99)   |   COMPOSITE 5783.33 (-162.95)   |   DBX 1064.04 (-3.52)   |   I-GRADE 168.858 (-6.35)   |   IDX30 499.932 (-20.46)   |   IDX80 131.904 (-5.05)   |   IDXBUMN20 373.781 (-16.94)   |   IDXG30 136.463 (-5.07)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-17.47)   |   IDXQ30 146.101 (-5.82)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.69)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.52)   |   IDXV30 127.988 (-5.61)   |   INFOBANK15 983.467 (-30.4)   |   Investor33 429.105 (-15.66)   |   ISSI 169.797 (-5.07)   |   JII 620.069 (-24.81)   |   JII70 213.196 (-7.42)   |   KOMPAS100 1177.3 (-40.52)   |   LQ45 920.112 (-35.48)   |   MBX 1606.46 (-51.44)   |   MNC36 321.125 (-12.05)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.18)   |   SMInfra18 295.49 (-12.78)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.14)   |  

Bangkitkan Perbankan Syariah, Pengamat: Erick Thohir Catatkan Sejarah Baru

Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:22 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir segera menggabungkan 3 Bank Syariah anak usaha BUMN, yaitu yaitu BNI Syariah, BRI Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Ketiga bank tersebut telah melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) Bank BUMN Syariah.

Dengan penggabungan itu diharapkan tercipta bank syariah nasional terbesar di dunia yang mampu mendorong tujuan ekonomi syariah dalan mewujudkan keadilan bagi umat Islam di Indonesia.

Pengamat Politik dan Ekonomi Islam Muhammad Najib mengatakan upaya Menteri BUMN Erick Thohir menggabungkan bank-bank syariah BUMN ke dalam satu perbankan syariah merupakan momentum bersejarah.

Menurutnya, Erick telah mengambil keputusan besar atas penggabungan Bank Syariah BUMN itu, hal ini merupakan tonggak sejarah ke-2 terhadap proses Islamisasi sistem perbankan di Indonesia.

“Sejak ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) muncul, mereka kemudian bisa meyakinkan Presiden Soeharto kala itu, sehinggga tonggak sejarah pertama ditancapkan oleh Orde Baru ketika Soeharto mengijinkan berdirinya bank syariah yang kemudian diikuti oleh lahirnya Bank Muamalat," ujar Najib, Selasa (20/10/2020).

Najib menambahkan, sekarang era Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Erick Thohir membuat keputusan penting dengan merger bank-bank syariah BUMN. Ia mengatakan selama ini masyarakat ekonomi kecil dan menengah sangat terbantu oleh adanya Bank Syariah, termasuk kelompok santri yang masih enggan menyimpan uangnya di Bank konvensional.

Bank syariah juga diyakini memiliki daya tahan dari sejumlah ancaman krisis ekonomi yang akhir-akhir ini mengancam sejumlah bank konvensional.

“Sebelumnya mereka berpikir bagaimana aman secara agama. Tapi kan kemudian mereka mendapat banyak produk-produk yang menarik. Misalnya asuransi syariah, kemudian bagi mereka yang mau umrah, haji bisa mendapatkan berbagai kemudahan, dan seterusnya. Dibanding kalau meraka harus menabung sendiri, untuk bisa menunaikan minatnya untuk beribadah.” Ungkapnya.

Dari sisi aset modal, per Juni 2020, total aset dari ketiga bank syariah BUMN ini senilai Rp 214,6 triliun. Sedangkan empat tahun pasca merger, diproyeksikan aset bank hasil merger akan jadi Rp390 triliun atau tumbuh 73,3 persen pada 2025. Pertumbuhan aset ini seiring dengan pembiayaan yang akan mencapai Rp 272 triliun dan penghimpunan dana senilai Rp 335 triliun pada 2025.

Menurut Najib, nilai aset merger yang dimiliki Bank Syariah BUMN akan luar biasa besar, tinggal bagaimana mengoptimalisasi berbagai produk baru yang ditawarkan sehingga bisa menguntungkan antara pihak nasabah dan bank.

“Justru disini kemudian yang akan memberikan peluang kedua belah pihak itu secara optimal dalam memanfaatkan baik yang menyimpan, pemilik uang maupun bagi pengguna. Lebih dari itu produk-priduk baru barang kali yang sementara ini belum terpikirkan akan muncul,” beber Najib.

Selain itu, merger bank syariah itu diprediksi akan masuk dalam 10 besar bank syariah dunia, tidak menutup kemungkinan, jika pengelolaannya tepat dan efisien, akan mampu bersaing negara kaya di Timur Tengah yang lebih dahulu berkecimpung dalam hal itu.

“Tapi bukan mustahil dalam beberapa tahun ke depan, kita bisa menyalip, dari sejumlah bank syariah karena begini bank syariah itu berkembang bukan hanya di negara-negara muslim tetapi di Eropa khususnya di Inggris, di Autralia bahkan di Amerika sendiri berkembang luar biasa bank syariah,” katanya.

Najib berharap para direksi Bank syariah BUMN itu mampu menerjemahkan keputusan Erick Thohir dengan tepat, agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya kepada usaha kecil dan menengah dan lebih dari itu, ia juga meminta bank syariah harus dipahami juga melayani para pengusaha kecil menengah non muslim.

“Jadi jangan dipikir bank syariah itu hanya melayani negara muslim karena di negara Inggris misalnya nasabah sebagian besar justru non muslim dan itu berkembang sangat besar. Ini yang harus dipahami sehingga apa yang disebut Islam Rahmatan lil Alamin, rahmat bagi semua manusia tidak hanya muslim,” ujarnya.

Lebih lanjut Najib meminta Erick Thohir terus mengawal apa yang sudah menjadi kebijakannya terkait merger Bank Syariah BUMN.

“Tinggal kemudian tinggal bagaimana Menteri BUMN yang mencetuskan ini terus menerus memberikan Political Backup, sehingga bank ini betul-betul bisa mengimplementasi ide-ide besar yang sudah diambil oleh Pak Menteri,“ pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BI dan OJK Sepakat Perkuat Pemberian Pinjaman ke Perbankan

Kerja sama BI dengan OJK akan menciptakan sistem perbankan yang sehat, dan efisien.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

WHO Tekankan Pentingnya Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Tembakau

Di Indonesia struktur cukainya sangat kompleks selama bertahun-tahun dan ini tidak sesuai dengan praktik terbaik dalam kebijakan cukai tembakau

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Sesi I, IHSG Melemah 0,38% ke 5.106,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38% ke kisaran 5.106,7 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 14.690

Kurs rupiah berada di level Rp 14.690 per dolar AS atau melemah 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.670.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Penting untuk Sukseskan Bonus Demografi

Bonus demografi adalah transisi kependudukan di mana penduduk usia produktif berjumlah sekurangnya 2 kali penduduk usia tidak produktif.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Pencarian Rumah di Sawangan dan Alam Sutera Meningkat Drastis

Sawangan, dan Alam Sutera merupakan area yang memiliki kenaikan demand tertinggi yaitu mencapai 80,83%.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Harga Emas Antam Stabil di Rp 1.008.000 Per Gram

Harga emas Antam pada perdagangan Selasa (20/10/2020) mencapai Rp 1.008.000 per gram atau stabil dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Pagi Ini, Rupiah Terapresiasi atas Sejumlah Mata Uang

Kurs rupiah berada di level Rp 14.650 per dolar AS atau menguat 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.670.

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Minim Sentimen, IHSG Dibuka Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,44% ke kisaran 5.103,6 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2020).

EKONOMI | 20 Oktober 2020

Perlu Kebijakan Data yang Tepat untuk Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

Kemajuan teknologi digital membuat pertukaran data industri antarnegara menjadi suatu hal yang lumrah.

EKONOMI | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS