Himpunan Pengusaha Nahdliyin Dorong Pemutihan Kredit UMKM
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.37)   |   COMPOSITE 5813.99 (-0.21)   |   DBX 1076.27 (6.65)   |   I-GRADE 169.305 (0.24)   |   IDX30 499.8 (-1.01)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.32)   |   IDXG30 135.455 (-0.21)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.8)   |   IDXQ30 146.053 (-0.5)   |   IDXSMC-COM 250.881 (0.83)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.58)   |   IDXV30 131.098 (0.37)   |   INFOBANK15 988.482 (3.79)   |   Investor33 429.242 (-0.79)   |   ISSI 170.543 (-0.54)   |   JII 620.021 (-3.29)   |   JII70 214.017 (-0.91)   |   KOMPAS100 1185.8 (-1.25)   |   LQ45 922.358 (-1.58)   |   MBX 1613.53 (-1.53)   |   MNC36 321.576 (-0.84)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.63)   |   SMInfra18 295.407 (0.62)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.18)   |  

Himpunan Pengusaha Nahdliyin Dorong Pemutihan Kredit UMKM

Rabu, 21 Oktober 2020 | 21:23 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai membuat perekonomian masyarakat semakin terpuruk. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pun menjadi salah satu sektor yang mendapatkan pukulan telak.

Padahal selama ini UMKM mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Sementara itu dan daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97 % dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.

Sementara kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01 % dari jumlah pelaku usaha. UMKM tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68 % dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89 %. Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%.

Kemudian pada 2019, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto ( PDB) Indonesia mencapai 65 % atau sekitar Rp 2.394,5 triliun. UMKM pun memberikan kontribusi terhadap sektor ketenagakerjaan, yakini 96 % dari 170 juta tenaga kerja.

Dengan data-data tersebut diatas, pemerintah didorong membuat kebijakan jitu guna mencari solusinya. Salah satunya dengan pemutihan kredit khususnya bagi pelaku UMKM yang kini penghasilannya turun drastis.

Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DKI Jakarta, Samsul B. Ibrahim, menegaskan jika pemerintah mewujudkan hal tersebut maka bisa membantu keberlanjutan usaha pelaku UMKM dan mampu bertahan menghadapi kondisi yang tidak pasti ini.

"Contohnya saja, pelaku UMKM yang anggota HPN umumnya bersifat perorangan sehingga pinjamnya hanya sekitar 5-10 juta rupiah. Namun, mereka justru menjadi penyangga atau penggerak ekonomi sesungguhnya di masyarakat bawah atau akar rumput. Karena itu, pemerintah harus melindungi dan mambantunya secara optimal” terang Samsul, Rabu (21/10/2020).

"Kami menilai program pemerintah salah satunya adalah dukungan fiskal untuk mendukung UMKM melalui stimulus kredit UMKM sudah tepat, tapi belum cukup. Untuk mempercepat UMKM bergerak dan bangkit lagi dengan memberikan pemutihan kredit," urainya.

Dalam penilaiannya, pemerintah tak perlu menyisihkan uang negara untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), baik dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) atau pemberian dana talangan (bailout) senilai Rp 22 Triliun.

Sangat bermanfaat dan nyata, dilanjutkannya, jika yang dibantu adalah pelaku usaha UMKM. Apalagi, segmen usaha ini menguasai pangsa pasar hampir 90 % dan berkontribusi terhadap 60 % perekonomian nasional.

Terutama di skala mikro, cukup rapuh karena pendapatan usaha berbasis harian dan tidak menentu. Sektor ini juga mengandalkan belanja masyarakat. Tak heran, sejak pelaksanaan kebijakan isolagi mandiri atau pun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kinerja UMKM merosot tajam.

"Perlu sinergi antar otoritas terkait untuk membantu UMKM kembali bangkit. Mengurangi pengangguran solusinya hanya dengan membuka lapangan kerja atau usaha baru. Tapi tidak harus dengan mendirikan industri besar, cukup membuka usaha mikro. Mendorong masyarakat untuk menciptakan lapangan kerjanya sendiri, maka angka pengangguran di Indonesia perlahan-lahan berkurang," paparnya.

"Banyak UMKM yang mati-matian bertahan agar tidak muncul banyak pengangguran baru di negeri ini, sehingga sudah selayaknya mereka menjadi prioritas. UMKM terbukti mampu menyerap tenaga kerja tinggi, menekan angka kemiskinan dan pemerataan ekonomi. Bagi yang sudah besar, bisa kasih pemasukan devisa bagi negara. UMKM pulih, maka perekonomian nasional juga akan bangkit," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Transaksi PBK Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Industri perdagangan berjangka komoditi cukup tahan terhadap guncangan ekonomi.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Taspen Raih Peringkat idAAA Outlook Stabil dari Pefindo

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Credit Rating Agency menetapkan peringkat idAAA Outlook Stabil kepada PT Taspen (Persero).

EKONOMI | 21 Oktober 2020

MPSI Prihatin Tarif Cukai Naik hingga 19%

Kenaikan tarif cukai yang tinggi di masa pandemi ini akan memberikan dampak negatif bagi penghidupan puluhan ribu pelinting sigaret kretek tangan.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Akhir Tahun, Indihome Kejar Target 8,5 Juta Pelanggan

Saat ini, Indihome tercatat memiliki sebanyak 7,8 juta pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

BEI: Investor Pasar Modal Bisa Lampaui 3,5 Juta di Akhir 2020

Penambahan jumlah investor pasar modal berkontribusi ke pertumbuhan Indonesia.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

AEI Optimistis Kapitalisasi Bursa Tembus Rp 10.000 T Sebelum 2025

IHSG yang sempat menyentuh level terendah di 3.937 pada Maret 2020, sekarang sudah kembali ke level psikologisnya 5.000.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Luhut: RS Australia dan Singapura Akan Masuk ke RI

Menurut Luhut, Presiden Jokowi sudah setuju dengan rencana membuka rumah sakit internasional di Indonesia

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia di 2021 Bisa Positif

Airlangga menegaskan, program pemulihan ekonomi nasional akan tetap dilanjutkan di 2021 dengan anggaran Rp 356,5 triliun.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Bisa Berantas Oknum Pejabat Nakal

Menurut Badrodin, kehadiran UU Cipta Kerja akan meminimalisir terjadinya praktik kotor yang kerap menguntungkan individu.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Modena Incar 30% Pasar Pemanas Air di Jatim

Jawa Timur merupakan pasar potensial yang mampu berkontribusi 30 persen untuk produk pemanas air Modena.

EKONOMI | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS