Energy Watch: Hilirisasi Nikel Jadi Langkah Strategis Industri Minerba
INDEX

BISNIS-27 503.107 (3.64)   |   COMPOSITE 5679.25 (39.48)   |   DBX 1039.52 (6.03)   |   I-GRADE 166.189 (1.51)   |   IDX30 492.322 (4.24)   |   IDX80 129.082 (1.23)   |   IDXBUMN20 363.759 (3.05)   |   IDXG30 133.243 (1.23)   |   IDXHIDIV20 440.08 (4.72)   |   IDXQ30 143.762 (1.37)   |   IDXSMC-COM 242.127 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (2.95)   |   IDXV30 123.61 (1.71)   |   INFOBANK15 979.67 (1.27)   |   Investor33 423.592 (3.04)   |   ISSI 165.745 (1.68)   |   JII 604.859 (8.29)   |   JII70 207.745 (2.62)   |   KOMPAS100 1155.02 (10)   |   LQ45 903.46 (7.58)   |   MBX 1578.72 (11.24)   |   MNC36 316.411 (2.6)   |   PEFINDO25 310.113 (2.97)   |   SMInfra18 286.549 (2.16)   |   SRI-KEHATI 362.507 (2.38)   |  

Energy Watch: Hilirisasi Nikel Jadi Langkah Strategis Industri Minerba

Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:15 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong pembangunan hilirisasi industri nikel, sebab Indonesia menyimpan banyak sumber daya nikel. Sehingga pada masa depan, Indonesia bisa menjadi pemain penting dalam percaturan industri nikel dunia.

Hal itu seiring dengan akusisi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) atau MIND ID, dengan begitu kapasitas MIND ID dalam menggenjot hilirisasi produk nikel akan bertambah.

Selain itu, Erick Thohir mengungkapkan MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku industri hilir nikel Indonesia baik untuk menjadi stainless steel maupun baterai kendaraan listrik.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyambut positif langkah Erick Thohir untuk mengembangkan potensi nikel Indonesia, hal itu merupakan langkah strategis untuk industri minerba Indonesia.

“Saya menyambut baik pembelian ini, saya kira dengan langkah ini menjadi langkah strategis industri mineral kita terutama dari Inalum, Dengan ini harapanya nanti kedepan bisa membantu keuangan Inalum dan juga setidaknya penerimaan negara dari sektor mineral pun meningkat, ini langkah strategis karena cadangannya juga kan masih cukup besar,” kata Mamit, Kamis (22/10).

Mamit menambahkan hilirisasi indutri minerba ini diyakini juga akan meningkatkan nilai tambah seperti halnya kemampuan Indonesia untuk memproduksi electric vehicle (EV) Battery sendiri yang kemudian diekspor ke luar negri.

“Sangat mungkin sekali dan sekarang Vale sudah punya smelter, setidaknya ini bisa meningkatkan added value dari mineral yang dihasilkan begitu,” ungkapnya.

Lanjut Mamit, ditengah era elektrivikasi, salah satunya pengembangan kendaraan bermotor listrik, ke depan harapan Indonesia untuk menjadi produsen baterai kelas dunia bisa terwujud.

”Saya kira mimipinya kita, mimpi bangsa ini, kita menjadi produsen baterai di tengah elektrival ini mulai berkembang, memang untuk pasar dalam negri masih kecil, tetapi kita harus melihat mungkin ke depan ketika kita mejadi pasar terbesar ataupun produsen terbesar kita bisa melakukan ekspor,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mamit berharap Pemerintah dapat mengundang investor perusahaan mobil listrik internasional untuk menanamkan investasinya di Indoneisa, karena ketersediaan akan kandungan nikel yang dimiliki Indonesia.

“Jadi ada add value yang lain juga ke depan di lapangan, seperti lapangan pekerjaan terus juga program untuk menggunakan kendaraan listrik semakin berkembang, jadi ada banyak value positif yang didapatkan kalau memang ini sesuai dengan yang direncanakan,” tuntasnya.

Sebelumnya, Erick Thohir menyampaikan pembelian saham Vale Indonesia oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan juga hilirisasi industri pertambangan nasional, terutama nikel domestik nikel sehingga akan menghasilkan produk domestik nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.

“Dengan menjadi pemegang saham terbesar kedua, MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik,” kata Erick.

Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global.

Sejak kebijakan ekspor nikel dilarang per 1 Januari 2020, MIND ID ditantang untuk melakukan inovasi dan restrukturisasi model bisnis dalam industri ini, sekaligus meningkatkan value chain dari nikel nusantara yang berlimpah

Tak hanya pembangunan pabrik lithium-ion yang rencananya di dekat dua tambang nikel milik PT Antam di Tanjung Buli, Halmahera Timur dan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara agar bisa berkompetisi di pasar EV Battery dunia yang 27,9%-nya dikuasai Tiongkok.

MIND ID juga akan fokus terhadap nikel sebagai core business dengan membangun ekosistem pengembangan industri jenis mineral ini demi hilirisasi produk dalam negeri serta membuka peluang untuk bekerja sama.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Impack Pratama Catatkan Kinerja Positif, Penjualan Naik di Q3 2020

Impack Pratama Industri membukukan penjualan sebesar Rp 465 miliar di Q3-2020, naik sebesar 27 %.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Siang Ini Rupiah Tertekan Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.617-Rp 14.678 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Ekspansi Ritel Modern, CSAP Resmikan Mitra10 ke-36 di Bekasi

Superstore bahan bangunan dan home improvement ini merupakan gerai kedua yang diresmikan sepanjang 2020 setelah di Lombok.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Zona Merah

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 55,9 (0,22 persen) mencapai 24.699.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

OJK Bagikan Enam Tip Aman Bertransaksi Digital

OJK membagikan enam tip aman bertransaksi digital untuk kaum milenial di tengah pandemi.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

IHSG Turun 16 Poin ke 5.080 di Sesi I

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 78.096 miliar saham senilai Rp 4,147 triliun.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Allianz Targetkan Top 25 sebagai Best Global Brands pada 2025

Hanya dalam kurun waktu sepuluh tahun, Allianz telah berpindah dari posisi ke-67 ada 2010, ke posisi ke-39 pada 2020.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Wapres Ajak Pengembang Digital Majukan UMKM Santri

Wapres mendukung diciptakannya sebuah aplikasi untuk memudahkan dan memperluas pemasaran produk UMKM santri.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,011 juta Per Gram

Harga emas 250 gram Rp 238,015 juta.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Rupiah Melemah Sejalan Mata Uang Asia di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.617-Rp 14.635 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS