Pandemi Covid-19, Asuransi Cigna Diversifikasi Jalur Distribusi
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.79)   |   COMPOSITE 5612.42 (107.29)   |   DBX 1062.36 (2.93)   |   I-GRADE 161.886 (4.39)   |   IDX30 478.794 (11.91)   |   IDX80 126.714 (2.89)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.19)   |   IDXG30 131.028 (2.31)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.67)   |   IDXQ30 139.823 (3.66)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.39)   |   IDXV30 122.487 (4.35)   |   INFOBANK15 946.8 (30.61)   |   Investor33 412.464 (9.91)   |   ISSI 165.112 (2.2)   |   JII 597.802 (8.77)   |   JII70 206.187 (3.19)   |   KOMPAS100 1134.88 (26.95)   |   LQ45 883.061 (21.01)   |   MBX 1552.46 (33.81)   |   MNC36 308.511 (6.95)   |   PEFINDO25 308.232 (9.26)   |   SMInfra18 281.756 (5.45)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.69)   |  

Pandemi Covid-19, Asuransi Cigna Diversifikasi Jalur Distribusi

Kamis, 12 November 2020 | 07:02 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Diversifikasi saluran distribusi sangat penting bagi Cigna Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Selain untuk memitigasi risiko, diversifikasi ini juga bisa saling menopang antarsaluran distribusi yang ada. Itulah mengapa pada masa pandemi Covid-19 ini, Cigna terus mengembangkan saluran digital yang sudah dibangun pada tahun sebelumnya. Sebab, pada saat pandemi, masyarakat cenderung menahan diri untuk melakukan tatap muka. Makanya, kehadiran saluran digital memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi kinerja perseroan.

Demikian dikatakan Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) Philip Reynolds di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Dikatakan, pada masa pandemi Covid-19, kegiatan keagenan sempat terganggu karena orang menghindar untuk melakukan tatap muka. Namun, masih bisa ditopang oleh saluran telemarketing dan digital.

Philip Reynolds menjelaskan bahwa, diversifikasi saluran distribusi ini merupakan bagian dari misi Cigna untuk melayani konsumen dengan lebih baik lagi. Di antaranya memberikan perlindungan, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan ketenangan pikiran.

Orang nomor satu di Cigna Indonesia ini mengatakan, Cigna Indonesia tidak mengandalkan salah satu saluran distribusi tertentu untuk menjangkau nasabah dan calon nasabahnya. Cigna Indonesia, tuturnya, lebih mengedepankan integrasi beragam saluran distribusi untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabahnya. Karena itu, walaupun Cigna Indonesia cukup unggul di saluran distribusi telemarketing tetapi Cigna juga menyediakan saluran distribusi keagenan dan digital. ‘Hal ini penting karena konsumen itu terus bergerak dan dinamis. Mereka membutuhkan banyak informasi,” tandasnya.

Philip Reynolds mengutarakan, asuransi adalah bisnis jangka panjang 10 atau 20 tahun di mana nasabah mempercayakan masa depan mereka pada perusahaan asuransi. Karena itu, Cigna selalu fokus dan perhatian untuk menjaga kepercayaan nasabah.

“Termasuk jika mereka ingin mengajukan klaim maka Cigna harus memenuhi kebutuhan nasabah tersebut,” paparnya.

Itulah mengapa Cigna dari waktu ke waktu terus memperbaiki sistem pendukungnya agar bisa memberikan kenyamanan bagi karyawan dalam melayani nasabah dengan lebih baik.

Saat ini Cigna Indonesia telah melayani 1,2 juta nasabah. Sedangkan, rasio tingkat solvabilitas atau RBC (Risk Based Capital) Cigna Indonesia pada akhir tahun 2019, tercatat sebesar 269 % jauh di atas peraturan pemerintah sebesar 120%.

Potensi Besar
Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, inklusi perasuransian sebesar 6,18 %, jauh di bawah perbankan yang mencapai 73,88 %.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada triwulan I-2019 menyebutkan jumlah nasabah asuransi di Indonesia sebesar 53 juta atau sekitar 25 % dari populasi. Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding Singapura dengan 90 % warganya menjadi nasabah asuansi.

Karenanya, Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch Ihsanudin berharap industri asuransi nasional dapat memanfaatkan peluang digitalisasi di tengah pandemi Covid-19 lantaran sebagian besar dari 270 juta jiwa masyarakat Indonesia sudah aktif menggunakan telepon seluler. Mengingat, pengguna telepon seluler di Indonesia mencapai 338 juta nomor aktif.

Berdasarkan fenomena tersebut, Ihsanudin menilai, industri asuransi bisa menjadikannya sebuah peluang untuk makin mengembangkan bisnis ke arah digital atau insurance technology (insurtech).

Mengutip data “Digital in 2017: Southeast Asia” dan “We Are Social dan Hootsuite” (2017), dari sekitar 262 juta populasi di Indonesia, 50 persen di antaranya atau sekitar 132,7 juta jiwa adalah pengguna intenet, 106 juta jiwa merupakan pengguna aktif media sosial, serta 92 juta jiwa merupakan pengguna aktif media sosial melalui aplikasi mobile.

Hal ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi dan respons real time yang cepat dan tepat, serta keinginan mereka untuk mendapatkan kemudahan akses dan Iayanan di mana pun dan kapan pun.

Kemajuan teknologi juga ikut mempengaruhi perilaku konsumen menjadi pembeli cerdas. Konsumen mencari pengalaman melebihi produk dan jasa yang mereka gunakan. Digitalisasi mengubah model bisnis dan pola berpikir konsumen. Bisnis apa pun yang ada akan mengalami disruption di era digital, perusahaan yang bergerak lebih gesit akan memenangkan kompetisi. Hal ini membuat pasar Indonesia semakin menjanjikan, termasuk bisnis asuransi.

Seperti diketahui, industri asuransi turut terpukul dampak pandemi Covid-19. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan pendapatan industri asuransi jiwa pada semester I-2020 sebesar Rp 72,57 triliun, turun 38,7 % dibandingkan capaian pada periode sama tahun lalu (yoy) sebesar Rp 118,3 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon memaparkan, penurunan paling tajam terjadi pada hasil investasi yang turun 191,9 % dari Rp 22,82 triliun pada semester I-2019 menjadi negatif Rp 20,97 triliun. Namun, lanjut dia, apabila kinerja secara kuartal tahun ini dibedah, kinerja hasil investasi pada kuartal II 2020 yang mencapai negatif Rp 20,97 triliun itu membaik jika dibandingkan kuartal I 2020 yang mencapai negatif Rp 47,04 triliun.

Penurunan juga dikontribusikan oleh pendapatan premi yang menurun 2,5 % pada semester I 2020 jika dibandingkan semester II 2020, dari Rp 90,25 triliun menjadi Rp 88,02 triliun. Sementara itu, total aset juga mengalami penurunan menjadi Rp 493,99 triliun dari Rp 550,19 triliun atau turun 10 %.

Untuk kinerja realisasi klaim dan manfaat yang dibayarkan perusahaan asuransi mencapai Rp 64,54 triliun atau melambat 1,9 % dibandingkan periode sama 2019 yang mencapai Rp 65,77 triliun.

AAJI juga mencatat total uang pertanggungan semester I 2020 mencapai Rp 4.055 triliun atau naik 1,4 % dari semester I 2019 mencapai Rp 3.997 triliun. Sedangkan total polis menurun 8,1 % dari 17,6 juta menjadi 16,1 juta polis dengan total tertanggung juga menurun 1,4 % dari 59,59 juta pada semester I 2019 menjadi 58,75 juta pada semester I 2020.

Melihat perkembangan asuransi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Philip Reynolds menegaskan, bisnis asuransi itu ibarat orang naik gunung yang butuh ketangguhan. Hal ini penting karena ketangguhan itu berkaitan erat dengan kemampuan untuk bangkit. Nasabah, kata dia, butuh ketangguhan perusahaan asuransi, terutama di saat-saat susah. Sebab, nasabah mempercayakan uang dan masa depan mereka pada perusahaan asuransi. Makanya, perusahaan asuransi harus tangguh dan selalu hadir di saat nasabah membutuhkan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Diawali Peremajaan Logo, Dusdusan Ekspansi Produk dan Tambah Reseller

Di usia ke-6 ini, Dusdusan berharap dapat terus tumbuh menjadi platform dan komunitas reseller terbaik di Indonesia.

EKONOMI | 12 November 2020

S&P 500 dan Nasdaq Naik Ditopang Saham Teknologi

Indeks pasar yang lebih luas S&P ditutup naik 0,8% menjadi 3.572,66.

EKONOMI | 12 November 2020

Bursa Eropa Ditutup Menguat karena Dukungan Vaksin Berlanjut

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 1,1%.

EKONOMI | 12 November 2020

Tugu Insurance Perusahaan Asuransi Terbaik 2020 versi Thinknovatecomm

Tugu Insurance) berhasil meraih penghargaan Perusahaan Asuransi Terbaik 2020 pada acara Indonesia Insurance Innovation Award 2020.

EKONOMI | 12 November 2020

Survei Nielsen: Generasi Z Habiskan Uang untuk Liburan

Generasi yang ada di rentang usia 10-24 tahun ini menjadi spesial bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga keunikan mereka, seperti gaya hidup dan hobi.

EKONOMI | 11 November 2020

KBRI Bangkok Ajak Pebisnis Thailand Investasi di Indonesia

Pebisnis Thailand diajak berinvestasi ke Indonesia di sektor infrastruktur, manufaktur, maritim, pertanian, pariwisata, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.

EKONOMI | 11 November 2020

Baznas Buka Sekolah Virtual Peternak

Baznas menyelenggarakan Sekolah Virtual Peternak 2020.

EKONOMI | 11 November 2020

Lindungi PMI, Kepala BP2MI Ajak Pemda dan Masyarakat Bersinergi

Pemda dan masyarakat harus bersatu lindungi PMI.

EKONOMI | 11 November 2020

Jalan Akses Pelabuhan Patimban 8,2 Km Siap Dioperasikan

Kempupera telah menyelesaikan pembangunan Jalan Akses ke Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 Km.

EKONOMI | 11 November 2020

Perkuat Daya Saing Industri, Pemerintah Percepat Penerapan Industri 4.0

Sektor industri di Indonesia dinilai mempunyai daya saing yang kuat dengan berbagai produknya yang kompetitif terhadap barang impor.

EKONOMI | 11 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS