Menkes: Kebutaan Belum Jadi Prioritas Pemerintah
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Menkes: Kebutaan Belum Jadi Prioritas Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2015 | 20:56 WIB
Oleh : Vento Saudale / YUD

Bogor - Setiap tahunnya penderita katarak di Indonesia mencapai 210 ribu jiwa atau 0,1 persen dari populasi Indonesia 250 juta jiwa. Untuk mengentaskan angka kebutaan, pemerintah masih bergantung pada bantuan mitra dalam kegiatan bakti sosial.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam paparannya saat peresmian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebutaan di Kota Bogor, Minggu (21/6) menuturkan, katarak di Indonesia adalah penyebab utama kebutaan. Setiap tahunnya, jumlah operasi katarak hanya mencapai 80 ribu jiwa. Sedangkan jumlah tenaga medis ahli mata (ophthalmologist) di Indonesia baru mencapai 2.325 dokter.

“Angka penderita katarak di Indonesia memang masih tertinggi di Asia Tenggara. Namun, sejauh ini pemerintah belum memprioritaskan pengentasan katarak. Kementerian Kesehatan masih fokus menurunkan risiko kematian ibu dan anak yang mencapai 100.000 jiwa per tahun,” katanya.

Lebih lanjut Menkes mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang saat ini menjadi mitra pemerintah dalam penyembuhan penyakit katarak dalam bentuk bakti sosial. Selain itu, peran persatuan dokter spesialis mata Indonesia (PERDAMI), Indonesia society of cataract and refractive surgery (INASCRS) yang terus melakukan pelatihan kepada dokter-dokter ahli mata.

“Tantangan saat ini adalah perkembangan teknologi operasi katarak. Diharapkan dengan pelatihan kepada ahli mata. Tenaga ahli bedah kita terus berkembang,” paparnya.

Sementara itu Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan, Sido Muncul kosen dalam penyembuhan katarak dalam lima tahun terakhir. Hingga akhir 2015 nanti, melalui program operasi gratis katarak, Sido Muncul bisa mengoperasi 50.000 pasien penderita katarak.

“Sampai hari ini, Sido Muncul telah melakukan operasi gratis 45.000 penderita katarak dan hingga 2015 kita targetkan genap 50.000 orang,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua INASCRS Setyo Budi Riyanto menambahkan pengetahuan perkembangan teknologi alat operasi mata kepada ahli mata sangatlah penting. Di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebutaan saat ini tengah melatih 27 tenaga ahli mata untuk mempelajari operasi mata dengan menggunakan teknik fakoemulsifikasi atau pembedahan mata dengan menggunakan alat ultra sound.

“Teknik baru ini, bisa lebih cepat hanya sekitar 7 hingga 10 menit, dan yang terpenting penyembuhan pascaoperasi relatif lebih cepat. Dalam seminggu, mata sudah normal kembali,” jelasnya. Dengan teknik yang terbarukan tersebut, diharapkan waktu optimal operasi relatif lebih singkat. “Terakhir kami melakukan operasi katarak di Ambon 120 pasien dalam waktu 10 jam,” tambahnya.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkes Imbau WNI yang Akan ke Korsel dan Arab Waspadai MERS

Imbauan untuk WNI yang berencana beraktivitas di Arab Saudi atau Korea Selatan.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Presiden Kembali Tegaskan Pemegang KIS Wajib Dilayani

"Meskipun pemegang kartunya tidak bayar, tetapi pemerintah yang membayar. Laporkan jika tidak dilayani dengan baik," kata Presiden Joko Widodo.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Farah Quinn Pilih Bikram Yoga

Bikram yoga yang dilakukannya juga untuk menyeimbangkan olahraga di gym yang dinilai membuat tubuhnya menjadi kaku

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Ringgo Ingin Seriusi Yoga

Ringgo yakin yoga bisa memberikan energi positif untuk selalu bersikap optimis.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

175 Orang Kontak dengan Pasien MERS-CoV di Thailand

"Secara umum, kegiatan contact tracing memang harus dilakukan secara luas dan ketat, dan juga harus dilakukan oleh semua negara yang ada kasus MERS-nya,".

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Dinkes Riau Imbau Masyarakat Waspadai MERS

"Berdasarkan WHO, sekitar 36 persen dari pasien dilaporkan terbukti pengidap MERS telah meninggal," kata Andra.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Nia Dinata Antusias Rayakan Hari Yoga Internasional

"Justru dengan yoga, kita jadi lebih fit menjalankan puasa," kata Nia.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Berkeringat Tak Selalu Berarti Sehat

Tujuh puluh lima persen wanita melaporkan muka memerah dan berkeringat selama menopause dan menjelang menopause.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Ribuan Orang Meriahkan Hari Yoga Internasional

Sejumlah selebriti ikut hadir di acara ini.

KESEHATAN | 21 Juni 2015

Studi: Nonton Video Kucing Lucu di Internet Tingkatkan Energi Positif

Video lucu tentang kucing dapat meningkatkan energi, meningkatkan emosi positif dan menurunkan perasaan negatif.

KESEHATAN | 21 Juni 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS