Terapi Sel Punca Diprediksi Akan Meningkat di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Terapi Sel Punca Diprediksi Akan Meningkat di Indonesia

Kamis, 20 September 2018 | 17:55 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta - Terapi sel punca diprediksi akan semakin meningkat di Indonesia seiring terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 tahun 2018. Permenkes tersebut mengatur tentang penyelenggaraan terapi yang memungkinkan proses penyembuhan pasien dilakukan dengan temuan tersebut. Terapi sel punca disebut-sebut sebagai harapan baru dunia kedokteran untuk menjawab pengobatan berbagai penyakit yang selama ini kerap diklaim sebagai sulit disembuhkan.

“Riset pengembangan di bidang sel punca semakin pesat di dunia dan di Indonesia. Kami memprediksi adanya peningkatan minat dan permintaan, baik dari profesional medis maupun masyarakat awam akan terapi sel punca maupun terapi berbasis sel,” ujar Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, SpOT(K) Chairman of Asosiasi Sel Punca Indonesia dalam “3rd Open Scientific Meeting: Beyond Stem Cells: Cellular and Metabolic Approach for Regenerative Medicine” di yang berakhir hari ini di Jakarta, Kamis (20/9).

Simposium digelar UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca dan Stem Cells and Tissue Engineering Research Center IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Sel Punca Indonesia. Ratusan ahli kedokteran dalam dan luar negeri hadir dibuka oleh Dr. Agr. Taufiq Wisnu Priambodo, Direktur Inovasi dan Inkubator Bisnis UI.

Taufiq mengapresiasi kemajuan penelitian dan aplikasi sel punca oleh Fakultas Kedokteran UI sebagai pembuktian kepada publik bahwa riset inovasi yang dihasilkan universitas tidak hanya berhenti di laboratorium namun sudah banyak yang bisa diaplikasikan untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sel punca atau stem cell saat ini menjadi topik riset yang sedang naik daun di kalangan peneliti, menjadi harapan bagi para klinisi dalam mengupayakan kesembuhan bagi penderita penyakit-penyakit degeneratif maupun end stage,” ujar Taufiq.

Dia melihat sel punca sebagai suatu inovasi yang tidak hanya menghasilkan komoditas yang bernilai ekonomis, tetapi juga menjanjikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Secara terpisah, Wakil Rektor Bidang III Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Rosari Saleh, mengatakan UI terus berkomitmen mengembangkan riset dan inovasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Penelitian lanjutan kami terkait sel punca akan lebih banyak juga untuk penyakit diabetes dan stroke,” ujar Rosari.

Terapi sel punca atau stem cell adalah sebuah terobosan kedokteran untuk mereparasi sel yang rusak dengan menanamkan sel baru dengan jenis dan fungsi yang sama. Terapi ini sudah terbukti berhasil menolong banyak pasien di dua rumah sakit yang sudah mengembangkannya yakni RS Ciptomangunkusumo Jakarta dan RS dr Soetomo Surabaya. Ada dua jenis terapi sel punca yakni autologus jika sel punca diambil dari tubuh pasien dan alogenik yakni sel punca yang diambil dari organ tubuh orang lain.

Ismail mengatakan bersamaan dengan peningkatan permintaan terapi sel punca ada kebutuhan untuk mengedukasi tenaga kesehatan dan masyarakat awam mengenai terapi baru ini. Karena itu, panitia juga menggelar khusus untuk awam untuk membedah terapi sel punca antara mitos dan fakta. Seminar itu diharapkan bisa menjawab pertanyaan tiada henti yang muncul dari pasien yang tertarik menjalani pengobatan dengan sel punca.

Sementara dr. Gita Pratama, SpOG(K), MRepSc Ketua Panitia Simposium, mengatakan topik bahasan akan focus pada mengatasi masalah dari dasar biologis hingga aplikasi klinis sel punca, metabolit sel punca serta bioteknologi dan biomaterial.

“Kami percaya bahwa forum ini dapat menjelaskan kemajuan dan masa depan sel punca di Indonesia,” turur Gita.

Dua rumah sakit yang awal menerapkan terapi sel punca adalah Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (RSCM) dan RS dr Soetomo, Surabaya dan disusul lebih dari 9 rumah sakit saat ini. Terapi sel punca terdiri dari dua jenis transplantasi, yaitu autologus dan alogenik. Autologus adalah sel punca yang dibuat dari organ tubuh sendiri, sedangkan alogenik adalag sel punca yang diambil dari organ tubuh orang lain.

Terapi sel punca dinyatakan sudah memberikan manfaat baik baik penanganan lebih dari 200 pasien diabetes mellitus, nyeri sendi lutut, stroke, jantung, hati hingga penyakit darah berbahaya di RSCM.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Alasan Strok Harus Cepat Ditangani

Saat ini banyak anak muda yang terkena strok dikarenakan faktor genetik.

KESEHATAN | 20 September 2018

Tips Mudah Diet Menurunkan Berat Badan

Ada sejumlah cara yang mudah untuk diet menurunkan berat badan.

KESEHATAN | 20 September 2018

Gaya Hidup Sehat Dimulai dari Pola Makan

Banyak orang berpandangan gaya hidup sehat sulit dijalani.

KESEHATAN | 20 September 2018

Imunisasi MR Terbukti Turunkan Kasus di Pulau Jawa

Kasus campak dan rubela turun setelah dilaksanakannya program imunisasi MR fase pertama secara serentak di 6 provinsi di Pulau Jawa.

KESEHATAN | 20 September 2018

Inovasi BPJS Kesehatan Sabet Penghargaan Internasional

Penghargaan terhadap inovasi BPJS Kesehatan itu diberikan dalam pertemuan ASSA ke-35 di Vietnam, Rabu (19/9).

KESEHATAN | 19 September 2018

YWPK Bangun Perpustakaan dan Toilet di Sumba Timur

Masyarakat di Sumba Timur kerap kali mengalami masalah kesehatan.

KESEHATAN | 19 September 2018

2024, Vaksin MR Diproduksi Dalam Negeri

Bio Farma masih sulit mendapatkan kandidat material sebagai bahan baku vaksin yang memenuhi unsur kehalalan.

KESEHATAN | 19 September 2018

Ma'ruf Amin: Imunisasi MR Wajib Hukumnya!

Kalau sudah ada bukti bahaya atau menimbulkan wabah dan kecacatan, maka hukumnya bukan hanya boleh, tapi wajib.

KESEHATAN | 19 September 2018

Baru 49%, Kemkes Tetap Lanjutkan Imunisasi MR Hingga Capai Target

Per 19 September, rata-rata cakupan pemberian imunisasi baru sebesar 49%, jauh dari target di tanggal tersebut sebesar 83,98%.

KESEHATAN | 19 September 2018

Ini Alasan Pentingnya Pemenuhan Zat Gizi Mikro

Kekurangan zat gizi mikro secara kronis akan berdampak pada kesehatan.

KESEHATAN | 18 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS