Tekan DBD, Ini Teknologi Canggih dari Batan
INDEX

BISNIS-27 503.6 (1.21)   |   COMPOSITE 5652.76 (35.99)   |   DBX 1032.04 (1.88)   |   I-GRADE 164.451 (0.97)   |   IDX30 490.95 (1.66)   |   IDX80 128.766 (0.54)   |   IDXBUMN20 358.484 (2.18)   |   IDXG30 133.521 (0.38)   |   IDXHIDIV20 437.723 (2.03)   |   IDXQ30 142.408 (0.74)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.06)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (2.24)   |   IDXV30 120.747 (1.77)   |   INFOBANK15 969.323 (2.13)   |   Investor33 424.184 (1.38)   |   ISSI 165.497 (1.24)   |   JII 607.992 (3.73)   |   JII70 207.954 (1.56)   |   KOMPAS100 1151.81 (6.97)   |   LQ45 901.663 (3.07)   |   MBX 1571.94 (11.04)   |   MNC36 316.426 (1.48)   |   PEFINDO25 300.975 (6.42)   |   SMInfra18 283.853 (0.77)   |   SRI-KEHATI 362.321 (1.21)   |  

Tekan DBD, Ini Teknologi Canggih dari Batan

Jumat, 6 September 2019 | 15:18 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menawarkan pemanfaatan teknologi radiasi untuk memandulkan nyamuk guna menekan populasi Aedes aegypti, nyamuk pembawa virus dengue, dalam upaya mencegah dan mengurangi kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Pemahaman umum masyarakat bahwa radiasi menyebabkan kemandulan. Itu yang kita manfaatkan. Radiasi bikin mandul dan itu kita pakai ke serangga," kata Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan Totti Tjiptosumirat di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Dalam hal ini, ia menjelaskan, proses sterilisasi menggunakan radiasi diterapkan pada nyamuk jantan sehingga ketika nyamuk jantan kawin dengan ratu nyamuk maka telur yang dihasilkan tidak akan bisa menetas.

"Kita memelihara, memperbanyak serangga-serangga pejantan mandul di mana dia akan mengawini ratu nyamuk, tetapi setelah kawin, si jantan mati, si ratu bertelur kemudian mati, telurnya tidak akan menetas, populasi akan turun karena tidak ada yang menetas," ujar Totti.

Ia menambahkan, teknologi itu aman karena tidak menggunakan bahan kimia seperti pemberantasan nyamuk menggunakan insektisida.

Batan akan melepaskan nyamuk-nyamuk yang sudah dimandulkan ke alam bebas. Nyamuk-nyamuk jantan mandul itu akan kawin dengan nyamuk betina di alam bebas, namun tidak akan terjadi pembuahan setelah perkawinan itu sehingga telur yang dihasilkan tidak akan menetas. Dengan demikian, populasi nyamuk akan menyusut.

Teknik Serangga Mandul yang dikembangkan Batan sejak 2005 mempunyai tingkat keberhasilan sangat tinggi, dengan efektivitas penurunan populasi nyamuk sampai 96,35 persen.

Teknologi nyamuk mandul telah dimanfaatkan oleh beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Solo, Salatiga, Banjarnegara, Semarang, Bangka Belitung, dan kompleks perumahan Batan.

Hasil pengamatan dua tahun di daerah-daerah tersebut menunjukkan adanya penurunan kasus demam berdarah.

"Sekarang kita coba kerja sama dengan dinas kesehatan lain dalam rangka penanggulangan penyakit masyarakat seperti dengue supaya mereka juga memberikan dukungan dengan memakai teknologi ini," ujar Totti.

Teknologi untuk memandulkan pejantan nyamuk juga sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Hitungannya, Kenapa Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik

Biaya kesehatan peserta mandiri kelas III hampir 5 kali lebih besar dari iuran yang diterima.

KESEHATAN | 5 September 2019

YHK Hibahkan 2,6 Hektare Tanah untuk RS Kodam Jaya

Yayasan Harapan Kita (YHK) berkomitmen untuk memperbanyak fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 5 September 2019

Dalam 3 Tahun, Hati Babi Bisa Dicangkokan pada Manusia

Hati babi yang dimodifikasi dapat digunakan untuk transplantasi pada manusia hanya dalam tiga tahun mendatang.

KESEHATAN | 5 September 2019

Bunga Reullia, Cara Mudah Deteksi Boraks dan Formalin

Peneliti FKUI menemukan cara mudah mendeteksi boraks dan formalin dalam makanan.

KESEHATAN | 5 September 2019

Iuran Naik, BPJS Akan Bebas Defisit hingga 2021

Kenaikan iuran ini akan menjaga ekosistem pelayanan JKN-KIS berjalan lancar, karena tidak ada lagi tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit dan perusahaan obat

KESEHATAN | 5 September 2019

Jajanan Anak Sekolah Belum 100% Bebas Boraks dan Formalin

Dampak boraks dan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak anak.

KESEHATAN | 5 September 2019

Penyakit Kanker Habiskan Anggaran BPJS Rp 13,3 Triliun

Biaya pengobatan penyakit kanker menempati posisi ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan gagal ginjal.

KESEHATAN | 5 September 2019

Sambut Haornas, 50 Instruktur Kenalkan Senam Neuromove

Latihan Senam Neuromove Sasar 5.000 Orang

KESEHATAN | 4 September 2019

Gaya Hidup Organik di Indonesia Makin Meningkat

Pertumbuhan pasar organik di Indonesi diperkirakan sekitar 15 persen hingga 20 persen.

KESEHATAN | 4 September 2019

Cegah Kerusakan Saraf Tepi dengan Senam Neuromove

Senam Neuromove merupakan latihan fisik yang didesain khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf.

KESEHATAN | 3 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS