Ibu Hamil Depresi-Cemas Berpotensi Lahirkan Anak dengan Gangguan Kejiwaan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Ibu Hamil Depresi-Cemas Berpotensi Lahirkan Anak dengan Gangguan Kejiwaan

Rabu, 9 Oktober 2019 | 16:03 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Anak yang dilahirkan dari ibu hamil yang terus mengalami depresi dan gangguan kecemasan berpotensi menderita gangguan kejiwaan saat tumbuh dewasa.

Dokter Spesialis Kejiwaan dari RS Cipto Mangunkusumo dr Sylvia Detri Elvira Sp.KJ(K) dalam acara seminar bertajuk "Prevent Suicide by Loving Yourself" di Gedung Imeri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (9/10/2019). Sylvia mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadikan faktor genetik atau bakat yang dibawa oleh anak saat kehamilan dan berpotensi menjadi gangguan kejiwaan.

"Si anak terhubung dengan ibu hamil dengan tali pusat, kalau ibu stres bertengkar dengan suaminya, stres di kantor, sedih, malas makan, si anak terpengaruh. Apalagi kalau sampai nangis itu terpengaruh," kata Sylvia.

Slyvia yang melakukan penelitian tersebut menjelaskan gen gangguan kejiwaan pada anak kemungkinan akan muncul saat menginjak masa remaja. Sementara ketika anak tersebut dilahirkan, balita, dan anak-anak tidak akan terlalu berpengaruh.

"Ketika lahir, bayi, balita, anak-anak nggak kenapa-kenapa. Pas remaja ada stres yang berat banget baru muncul," kata dia.

Namun Sylvia menerangkan bahwa faktor bilogis bukanlah satu-satunya yang menyebabkan gangguan jiwa. Terdapat dua faktor risiko lainnya yaitu psikologi dan faktor lingkungan.

Faktor psikologi adalah terkait bagaimana anak dibesarkan oleh orang tua. Anak yang tumbuh dengan kasih sayang orang tua, diberikan dukungan, dan memiliki hubungan serta komunikasi yang baik dengan orang tua cenderung lebih kuat kejiwaannya.

Selanjutnya, faktor lingkungan juga salah satu yang mempengaruhi kejiwaan seseorang. Anak yang mengalami perundungan di sekolah atau lingkungan masyarakat bisa mengarah pada gangguan jiwa.

Jika anak yang dilahirkan memiliki gen depresi dari ibunya yang mengalami stres saat hamil akan mudah terjadi gangguan kejiwaan apabila ditambah oleh faktor psikologi dan lingkungan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BPPT Temukan 10 Mikroba Kandidat Kuat Obat Malaria

Kemampuan kina untuk mengobati malaria dikhawatirkan tidak lagi efektif.

KESEHATAN | 9 Oktober 2019

Miracle Raih Penghargaan Tingkat Asia Pasifik

Miracle berharap industri estetika akan turut serta meningkatkan perekonomian Indonesia, menjadi Indonesia yang maju.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

Herbal Hanya untuk Pencegahan Kanker

Untuk membunuh sel kanker, dibutuhkan prooksidan.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

Penderita Stunting di Riau 28.171 Balita

Sebanyak 28.171 balita di Riau berda dalam kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

Herbalife Gandeng TNP2K Luncurkan Program Komunitas Sehat

Program Komunitas Sehat bertujuan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

Apotek di Jambi Diminta Tarik Ranitidin

Obat sakit lambung tersebut tidak bisa lagi diperjualbelikan karena disinyalir mengandung zat yang bisa memicu kanker.

KESEHATAN | 8 Oktober 2019

SHPR Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar

Sebagian warga mengeluhkan gangguan pernapasan, diabetes dan darah tinggi.

KESEHATAN | 7 Oktober 2019

Alasan Mengapa Wanita Sulit Menurunkan Berat Badan

Lima alasan wanita sulit menurunkan berat badan

KESEHATAN | 7 Oktober 2019

Setelah Pensiun, Menkes Dedikasikan Diri untuk Pekerjaan Sosial

Di akhir-akhir jabatannya banyak sekali pekerjaan yang harus dituntaskan.

KESEHATAN | 6 Oktober 2019

Menkes Sebut 82% Keluarga Indonesia Tak Sehat

Sebuah keluarga dikatakan sehat apabila memenuhi 12 kategori.

KESEHATAN | 6 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS