Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

Senin, 25 Mei 2020 | 17:27 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / YUD

Depok, Beritasatu.com - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan sulit memprediksi kapan puncak Covid-19 terjadi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia tidak menerapkan lockdown sehingga pengukuran puncak kasus sulit dilakukan.

Menurut pria yang akrab disapa Miko ini, puncak wabah sulit diukur pada negara yang tak menerapkan lockdown. Apalagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia tak dilakukan di seluruh provinsi. Hanya di beberapa provinsi saja.

Kurva wabah, kata Miko, masih menunjukkan kecenderungan naik turun, naik turun. Sebaran di tiap provinsi pun berbeda-beda.

Untuk itu, Miko mengingatkan bila nanti PSBB berakhir dan suatu provinsi ingin membuka kembali pembatasannya maka harus dipastikan tidak adalagi kasus positif yang muncul.

"Harus benar-benar nol kasus. Ini pun harus ditunggu selama tiga minggu. Jika benar-benar sudah tidak ada lagi kasus maka suatu daerah bisa dibuka kembali, perlahan-lahan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19," papar Miko, Senin (25/5/2020) di Depok, Jawa Barat.

Untuk Jakarta, Miko meragukan pada bulan Juni, Jakarta sudah bisa kembali dibuka dengan menjalankan new normal. "Kasus pertambahan positif nya masih ada dan masih cukup tinggi. Ini harus ekstra hati-hati. Kalaupun ingin dibuka maka tetap harus disiplin menjalankan aturan seperti memakai masker, menjaga kebersihan dan menjaga jarak," papar Miko.

Indonesia juga tidak bisa dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN yakni Singapura dan Malaysia. Menurut Miko, Malaysia yang menerapkan lockdown bisa melanjutkan aktivitas dengan menjalankan aturan new normal.

"Mungkin kasusnya tidak bisa langsung nol total tapi ekonomi negara harus dijalankan. Malaysia juga bisa merugi terus jika lockdown terus menerus dijalankan," ujar Miko.

Dikatakan Miko, penanganan Covid-19 juga menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing daerah kabupaten/kota dan provinsi. Untuk itu, koordinasi yang erat dan terukur antara pusat dengan daerah harus dilakukan.

"Untuk saat ini orang yang akan masuk lagi ke Jakarta harus diperiksa secara ketat. Lakukan rapid test di tempat-tempat kedatangan para pendatang. Cek juga suhu tubuh mereka," tutur Miko.

Senada dengan Miko, Pakar Epidemiologi UI lainnya, Pandu Riono menilai Indonesia tak bisa dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia.

"Dari jumlah penduduk saja berbeda. Kebijakannya dan perilaku penduduknya juga sangat jauh berbeda," kata Pandu.

Diungkap Pandu, pascaliburan dipastikan ada penumpukan pemeriksaan hasil swab PCR. Ini nanti akan menyebabkan kasusnya mengalami penumpukan dan pelaporannya nanti dilakukan sekaligus.

Pandu juga mengaku tak bisa memprediksi kapan wabah ini berakhir. Karena makin banyak orang yang tak takut keluar rumah dan semakin banyak yang melanggar aturan.

"Apa sekarang masih ada PSBB? Masih ada saja sudah berani dilanggar jadi ya sudah biarkan saja PSBB diakhiri saja. Kembalikan kepada pola perilaku dan kedisiplinan masyarakat masing-masing untuk menghindari diri dari Covid-19," papar Pandu.

Dirinya juga terus mendorong pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten/ kota untuk terus me-masifkan pengetesan baik rapid test ataupun swab PCR.

"Ini sangat baik karena kita harus tahu sebanyak mungkin. Seberapa besar yang terkonfirmasi positif," ujar Pandu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

MPR Dorong Kedaulatan Nasional di Bidang Kesehatan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendorong pemerintah menyiapkan peta jalan untuk membangun kedaulatan nasional di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Hadapi Covid-19, Gugus Tugas: Seluruh Dunia Terapkan New Normal

Diperlukan paradigma normal baru guna menghadapi pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Ini Panduan Lengkap Kerja Era New Normal dari Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan mengeluarkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam kondisi new normal.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Update Covid-19, Pasien Sembuh Jadi 5.402 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat sebanyak 153 orang menjadi total 5.402 orang, Minggu (24/5/2020).

KESEHATAN | 24 Mei 2020

1.792 Pasien Covid-19 Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh

Sebanyak 1.792 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta berhasil sembuh.

KESEHATAN | 8 April 2020

Pasien Covid-19 Sembuh Meningkat 192, Total 5.249 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat 192 orang atau total menjadi 5.249 orang.

KESEHATAN | 23 Mei 2020

Risiko Kematian Pasien Covid-19 Minum Hydroxychloroquine Lebih Tinggi

Temuan itu dipublikasikan beberapa hari setelah Trump mengatakan telah minum hydroxychloroquine setiap hari.

KESEHATAN | 23 Mei 2020

Waspadai Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus mengintai di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Masuk Era New Normal, Ingat Selalu Mencuci Tangan

Memasuki era kehidupan New Normal, masyarakat diingatkan selalu mencuci tangan.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Kelas JKN-KIS Dihapus, Seluruh Peserta Dapat Layanan Standar Kelas 2

Kelas itu memiliki kriteria seperti maksimal 4 kasur di dalam satu ruangan, menggunakan AC, dan mendapatkan kunjungan dokter minimal dua kali sehari.

KESEHATAN | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS