Tangani Covid-19, Dua Bulan Dokter Anin Tak Bisa Bertemu Buah Hati
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Tangani Covid-19, Dua Bulan Dokter Anin Tak Bisa Bertemu Buah Hati

Senin, 25 Mei 2020 | 18:37 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sudah genap dua bulan, dokter Anindyagari menahan rindu terhadap dua orang buah hatinya. Anin, sapaan akrabnya hanya bisa memuaskan kerinduan pada kedua anaknya melalui video call.

Ya, sudah dua bulan dokter Anin bertugas di garda terdepan merawat pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Selama dua bulan terakhir, Anin menitipkan dua orang anaknya kepada ibunya yang tinggal di Bandung, Jawa Barat.

"Kebetulan di rumah sedang tidak ada Asisten Rumah Tangga (ART). Biasanya saya dan suami saya yang juga dokter bergantian menjaga anak dengan cara dibawa ke tempat kerja. Tapi karena sekarang rumah sakit pun sudah tidak aman dari penularan maka kami memutuskan untuk menitipkan anak kami di rumah Ibu saya," tutur Anin kepada SP, Senin (25/5/2020) di Depok, Jawa Barat.

Sebagai dokter umum, dokter Anin bertugas ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 dan rawat inap Covid-19.

"Kalau di IGD, kami "menyambut" pasien baik yang sudah dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) rujukan dari Rumah Sakit (RS) lain atau skrining pasien yang baru datang mandiri. Setelah diperiksa lalu periksa penunjang, baru dikonsulkan ke dokter spesialis," papar Anin.

Sedangkan ketika dirinya bertugas di rawat inap, maka dokter Anin menyambut pasien baru dari IGD yang harus dirawat di isolasi khusus. Bila ada keluhan atau perubahan kondisi pasien maka dia harus melapor ke dokter spesialis.

"Kami bekerja sistem shift pagi 08.00-14.00 siang 14.00-20.00," kata Anin.

Ketika masyarakat makin tak bisa disiplin dan seenaknya sendiri tanpa mengindahkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Anin mengaku sangat sedih dan kerap menangis. Dia mengaku sangat jengkel melihat di luaran masih banyak orang yang tak peduli pada aturan PSBB.

"Banyak yang cuek. Enggak pakai masker. Apalagi ketika puasa kemarin, pada ngabuburit bawa anak naik motor dan anaknya nggak dipakaikan masker. Saya rasanya sangat sedih dan juga jengkel. Aturan ini kan demi perlindungan kebaikan kita semua termasuk anak-anak. Jadi anak juga harus dilindungi," tutur alumnus Universitas Maranatha angkatan 2006 ini.

Dokter Anin mengaku ada saat duka dan suka selama menjalani tugasnya di masa pandemi ini. Dirinya akan merasa bahagia saat pasien yang dirawatnya dinyatakan sembuh sehat dan boleh pulang ke rumah.

"Itu pasiennya pasti sampai menangis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kami. Saya sangat terharu," ujar ibu dua anak berusia enam tahun dan 15 bulan ini.

Namun, saat bahagia juga diimbangi dengan rasa sedih selama menangani pasien Covid-19. "Dukanya ya khawatir bawa virus ke keluarga. Lalu harus pisah terpaksa sama anak karena demi melindungi mereka juga. Tambah pilu ketika orang semakin seenaknya tidak mematuhi anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini," kata wanita berstatus dokter Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 2014 ini.

Dikatakan Anin, penyakit Covid-19 ini bukanlah penyakit yang bisa dipandang remeh dan disepelekan. Corona bisa diderita siapa saja dan penyebarannya sangat cepat.

"Walau kita tidak sakit, tapi di badan kita ada virus lalu menulari orang lain, maka apakah tidak zalim? Apalagi bagi mereka yang sengaja keluar rumah untuk hal-hal yang tidak penting. Tidak bisa tertib, maka jangan kaget jika situasi Covid-19 akan semakin lama berakhirnya," papar Anin.

Diungkap ibu dari satu orang putri dan satu orang putra ini, virus Covid-19 yang menyerang pernafasan akan membuat perburukan nafas hingga membuat nafas tersengal.

"Bisa dibantu dengan ventilator. Itu pun kalau ada ventilatornya. Kalau tidak ada maka kami harus cari RS rujukan dan ini sulit sekali. Kalau sudah demikian, kami tak bisa berbuat apa-apa lagi dan menunggu ajal menjemput. Karena biasanya kalau sudah memakai ventilator maka kondisinya sudah tidak sadar dan sangat memburuk," papar Anin.

Di tengah kelelahan dan mulai letihnya Anin dengan banyaknya kasus setiap harinya dan ditambah dengan perilaku orang-orang yang tak bisa berdisiplin menaati PSBB maka Anin sering menangis karena dia merasa lelah dan sangat merindukan anak-anaknya.

"Pengen berhenti rasanya. Supaya bisa seperti ibu-ibu lainnya bisa merawat anak-anak. Saya kadang merasa saya berdosa karena saya seorang ibu tapi saya tak bisa menjaga anak-anak saya," ungkap Anin.

Ketika sedang sangat sedih maka sang suami yang juga seorang dokter, selalu menyemangati, menguatkan, menjaga agar Anin tetap waras.

"Wanita jadi dokter itu boleh dalam Islam. Kita bekerja ikhlas demi kemaslahatan umat maka Insyaallah jadi ladang pahala karena memudahkan muslim lain. Jadi dokter itu berarti kita pilihan Allah sebagai alat ikhtiar orang sakit. Kita tidak boleh egois juga. Tidak boleh berhenti di tengah jalan karena nanti teman kita kekurangan orang," papar Anin.

Anin hanya bisa selalu berdoa dan berdoa agar orangtuanya di Bandung selalu sehat dan demikian pula dengan kedua anaknya.

Kini, Anin juga tengah sedih karena 24 rekannya tengah dirawat karena positif Covid-19 di RSUD Depok. "Mohon doanya agar para tenaga medis di RSUD Depok bisa segera sembuh dan kami bisa kembali aktif bertugas," pungkas Anin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB

Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi PAN menilai tidak ada sesuatu yang baru dalam Keputusan Menteri Kesehatan itu.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

Indonesia tidak menerapkan lockdown sehingga pengukuran puncak kasus sulit dilakukan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

MPR Dorong Kedaulatan Nasional di Bidang Kesehatan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendorong pemerintah menyiapkan peta jalan untuk membangun kedaulatan nasional di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Hadapi Covid-19, Gugus Tugas: Seluruh Dunia Terapkan New Normal

Diperlukan paradigma normal baru guna menghadapi pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Ini Panduan Lengkap Kerja Era New Normal dari Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan mengeluarkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam kondisi new normal.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Update Covid-19, Pasien Sembuh Jadi 5.402 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat sebanyak 153 orang menjadi total 5.402 orang, Minggu (24/5/2020).

KESEHATAN | 24 Mei 2020

1.792 Pasien Covid-19 Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh

Sebanyak 1.792 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta berhasil sembuh.

KESEHATAN | 8 April 2020

Pasien Covid-19 Sembuh Meningkat 192, Total 5.249 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat 192 orang atau total menjadi 5.249 orang.

KESEHATAN | 23 Mei 2020

Risiko Kematian Pasien Covid-19 Minum Hydroxychloroquine Lebih Tinggi

Temuan itu dipublikasikan beberapa hari setelah Trump mengatakan telah minum hydroxychloroquine setiap hari.

KESEHATAN | 23 Mei 2020

Waspadai Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus mengintai di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS