Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Diprediksi Bakal Terjadi
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Diprediksi Bakal Terjadi

Senin, 25 Mei 2020 | 20:29 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 dipastikan terjadi pasca libur lebaran. Karena di berbagai daerah terutama zona merah penyebaran Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah terjadi kerumunan orang pada hari jelang dan selama libur lebaran. Peningkatan kasus akan terjadi selama masa inkubasi 4-10 hari ke depan.

Saat dihubungi SP, Senin (25/5/2020), pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan di daerah-daerah dengan jumlah kasus banyak berpotensi terjadi peningkatan kasus karena ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak dilaksanakan dengan baik. Banyak warga tidak patuh pada protokol kesehatan, seperti tidak pakai masker ketika keluar rumah, tidak jaga jarak fisik, dan lain-lain. Jelang lebaran banyak orang berdesakan di pusat perbelanjaan, pasar dan jalan. Pada saat lebaran, tradisi mengunjungi keluarga, kerabat, berkumpul dan bersalaman tetap terjadi.

Di tengah kerumunan itu sudah dipastikan terjadi penularan atau transmisi virus. Di daerah dengan jumlah kasus banyak, seperti Jabodetabek, penularan dari orang ke orang sangat cepat. Orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya cukup banyak. Mereka ini sudah kontak dengan pasien positif, tetapi masih menunggu konfirmasi lab positif atau tidak. Yang mengkhawatirkan, sebagian dari mereka sebetulnya sudah terinfeksi virus tetapi tidak sakit atau menunjukkan gejala atau kerap disebut orang tanpa gejala (OTG).

Bahkan menurut Tri, ada yang sudah sakit tetapi ringan, sehingga tidak dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah tanpa pengawasan ketat. Mereka akan menularkan ke orang sekitarnya melalui droplet atau percikan saat berbicara, batuk dan bersin.

Mereka yang sudah terinfeksi Covid-19 memiliki kontak rata-rata 20-30 orang lain. Dari mereka yang kontak ini kemungkinan yang akan menjadi positif adalah 2-4 orang. Tren peningkatan kasus akibat dari orang tidak patuh protokol kesehatan selama lebaran ini bisa terlihat pada masa inkubasi antara 3-10 hari ke depan.

Tetapi, menurut Tri, bisa jadi menumpuknya spesimen yang belum dilakukan pengujian laboratorium karena libur lebaran bisa juga menyebabkan jumlah kasus dilaporkan meningkat beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi seperti ini, lanjut Tri, prediksi puncak kasus di awal Juli dengan jumlah tertinggi diperkirakan mencapai 32.000 orang, dan kasus melandai di bulan Agustus bakal meleset. Jumlahnya bisa jadi akan lebih tinggi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Doni Monardo: Belum Diketahui Kapan Covid-19 Berakhir

Covid-19 belum diketahui kapan bisa berakhir di Indonesia mengingat beberapa daerah menunjukkan penurunan kasus sementara daerah lainnya mengalami peningkatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Kunjungi RS Wisma Atlet, Doni Monardo Ucapkan Terima Kasih

Kunjungan ini sekaligus untuk memberi ucapan selamat Idulfitri kepada para dokter, perawat, para relawan termasuk para pasien yang dirawat di rumah sakit itu.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Tangani Covid-19, Dua Bulan Dokter Anin Tak Bisa Bertemu Buah Hati

Selama dua bulan dokter Anindyagari tak bisa bertemu dua orang anaknya karena bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Depok, Jawa Barat.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB

Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi PAN menilai tidak ada sesuatu yang baru dalam Keputusan Menteri Kesehatan itu.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

Indonesia tidak menerapkan lockdown sehingga pengukuran puncak kasus sulit dilakukan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

MPR Dorong Kedaulatan Nasional di Bidang Kesehatan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendorong pemerintah menyiapkan peta jalan untuk membangun kedaulatan nasional di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Hadapi Covid-19, Gugus Tugas: Seluruh Dunia Terapkan New Normal

Diperlukan paradigma normal baru guna menghadapi pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Ini Panduan Lengkap Kerja Era New Normal dari Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan mengeluarkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam kondisi new normal.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Update Covid-19, Pasien Sembuh Jadi 5.402 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat sebanyak 153 orang menjadi total 5.402 orang, Minggu (24/5/2020).

KESEHATAN | 24 Mei 2020

1.792 Pasien Covid-19 Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh

Sebanyak 1.792 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta berhasil sembuh.

KESEHATAN | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS