Achmad Yurianto Prediksi Lonjakan Covid-19 Terjadi Pekan Depan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0)   |   COMPOSITE 5759.92 (0)   |   DBX 1054.23 (0.41)   |   I-GRADE 169.662 (0.59)   |   IDX30 501.412 (2.05)   |   IDX80 131.739 (0.51)   |   IDXBUMN20 371.622 (1.64)   |   IDXG30 135.832 (0.57)   |   IDXHIDIV20 450.213 (2.13)   |   IDXQ30 146.619 (0.62)   |   IDXSMC-COM 244.641 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (1.49)   |   IDXV30 126.958 (0)   |   INFOBANK15 989.895 (3.65)   |   Investor33 430.473 (1.38)   |   ISSI 168.725 (0)   |   JII 619.114 (0)   |   JII70 212.184 (0)   |   KOMPAS100 1175.82 (0)   |   LQ45 920.779 (3.88)   |   MBX 1601.16 (0)   |   MNC36 321.923 (1.13)   |   PEFINDO25 313.689 (0.43)   |   SMInfra18 292.004 (0)   |   SRI-KEHATI 368.014 (0)   |  

Achmad Yurianto Prediksi Lonjakan Covid-19 Terjadi Pekan Depan

Senin, 25 Mei 2020 | 21:50 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) diperkirakan bakal terjadi pada pekan depan. Hal tersebut diutarakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Senin (25/5/2020).

Yurianto menyatakan bahwa masa inkubasi Severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19 adalah 1-14 hari. Artinya mulai dari terinfeksi sampai menunjukkan segala selama waktu tersebut. Tetapi di Indonesia rata-rata masa inkubasi adalah 5-6 hari ini. Artinya kasus positif yang dilaporkan hari ini sebetulnya sudah terinfeksi minggu lalu. Ini hampir sama dengan Kota Wuhan di Tiongkok di mana pada awal kasus wabah Covid-19 meningkat dengan rata-rata masa inkubasi 4-5 hari. Dari hitungan masa inkubasi inilah Yurianto memperkirakan penambahan kasus positif meledak di minggu depan.

“Jadi kalau orang bergerombol atau berkerumun kemarin atau hari ini, maka kita akan lihat meledak kasusnya minggu depan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, sebetulnya ledakan kasus sudah bisa diprediksi. Karena itulah Gugus Tugas terus mengedukasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, selalu pakai masker, jaga jarak, di rumah saja jika tidak ada hal mendesak untuk keluar, selalu cuci tangan, dan lain-lain. Tetapi, fakta di lapangan tidak sesuai harapan.

Meskipun sudah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tetapi tidak diikuti dengan kepatuhan masyarakat. Tanpa kesadaran masyarakat terhadap ancaman virus ini, maka penerapan sanksi dalam PSBB sekali pun akan tetap dilanggar.

Yurianto mengatakan, tidak ada hubungan langsung lonjakan kasus dengan menumpuknya pemeriksaan spesimen. Tidak ada pula laboratorium yang kekurangan tenaga karena libur. Pemeriksaan spesimen di laboratorium dengan menggunakan RT PCR maupun tes cepat molekuler (TCM) terus berjalan seperti hari biasanya meski sedang libur lebaran. Rata-rata per hari pemeriksaan PCR dan TCM sebanyak 3.000 sampai 4.000 kasus. Hari ini total kasus yang diperiksa spesimennya sebanyak 183.192 kasus, meningkat dari sebelumnya 179.894 kasus.

Kementerian Kesehatan sempat mengeluarkan kebijakan agar beberapa laboratorium di bawah Kementerian Kesehatan untuk sementara berhenti melakukan pengujian spesimen karena perayaan hari raya Idulfitri. Kebijakan ini lalu dibatalkan, dan pengujian tetap dilaksanakan seperti biasanya selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Menurut dia, ada sejumlah laboratorium rumah sakit yang memang diliburkan saat Lebaran. Ini menyebabkan penumpukan spesimen yang perlu diperiksa, tetapi jumlahnya sedikit. Karena sebagian besar spesimen diperiksa di jejaring laboratorium Kementerian Kesehatan yang tetap dibuka meskipun libur Lebaran. Menurut Yurianto, penumpukkan spesimen ini tidak serta merta membuat jumlah kasus yang dilaporkan meningkat.

“Belum tentu (kasus melonjak karena spesimen menumpuk), kalau hasilnya banyakan yang negatif bagaimana?” ujar Yurianto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Diprediksi Bakal Terjadi

Ledakan kasus Covid-19 diprediksi bakal terjadi karena ketentuan PSBB tidak dilaksanakan dengan baik.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Doni Monardo: Belum Diketahui Kapan Covid-19 Berakhir

Covid-19 belum diketahui kapan bisa berakhir di Indonesia mengingat beberapa daerah menunjukkan penurunan kasus sementara daerah lainnya mengalami peningkatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Kunjungi RS Wisma Atlet, Doni Monardo Ucapkan Terima Kasih

Kunjungan ini sekaligus untuk memberi ucapan selamat Idulfitri kepada para dokter, perawat, para relawan termasuk para pasien yang dirawat di rumah sakit itu.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Tangani Covid-19, Dua Bulan Dokter Anin Tak Bisa Bertemu Buah Hati

Selama dua bulan dokter Anindyagari tak bisa bertemu dua orang anaknya karena bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Depok, Jawa Barat.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB

Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi PAN menilai tidak ada sesuatu yang baru dalam Keputusan Menteri Kesehatan itu.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

Indonesia tidak menerapkan lockdown sehingga pengukuran puncak kasus sulit dilakukan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

MPR Dorong Kedaulatan Nasional di Bidang Kesehatan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendorong pemerintah menyiapkan peta jalan untuk membangun kedaulatan nasional di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Hadapi Covid-19, Gugus Tugas: Seluruh Dunia Terapkan New Normal

Diperlukan paradigma normal baru guna menghadapi pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Ini Panduan Lengkap Kerja Era New Normal dari Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan mengeluarkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam kondisi new normal.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Update Covid-19, Pasien Sembuh Jadi 5.402 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat sebanyak 153 orang menjadi total 5.402 orang, Minggu (24/5/2020).

KESEHATAN | 24 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS