New Normal Diminta Dilakukan dengan Hati-hati
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

New Normal Diminta Dilakukan dengan Hati-hati

Minggu, 31 Mei 2020 | 11:16 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi instruksi terkait new normal (tatanan kehidupan baru) ditengah-tengah Pandemi Covid-19 di 4 Propinsi dan 25 Kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Kebijakan new normal akan di berlakukan pada 1 Juni 2020 dengan dukungan TNI/Polri untuk mendisiplinkan warga dalam skema kehidupan baru/ transisi.

Penerapan new normal dalam posisi jumlah terpapar Covid-19 yang terus meningkat tentu harus ditinjau ulang hal ini sangat tidak tepat dalam kondisi jumlah terkonfimasi 25.216 sembuh 6.492 dan meninggal 1.520 orang.

Pendiri Yayasan Cerdas Merah Putih Mika Panjaitan mengatakan kebijakan new normal sebaiknya diberlakukan pada saat penyebaran virus corona sudah melandai (terpapar pada titik nol, jumlah pasien sembuh meningkat dan penyebaran virus menurun).

"Pemerintah harus hati-hati dalam menerapkan new normal karena posisi saat ini terpapar Covid-19 dari hari ke hari masih menunjukkan grafik yang meningkat.Turun saja belum apalagi landai.Saya tidak bisa membayangkan/memprediksi kalau kebijakan new normal tidak dievaluasi bisa menimbulkan malapetaka baru.Bahkan bisa muncul korban covid-19 gelombang jilid II jika tidak tepat pelaksanaanya,"ujar Mika Panjaitan selaku Direktur Utama Quantum Institute (Quin) melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Menurut Mika definisi new normal adalah kehidupan tatanan baru dalam posisi penyebaran Covid-19 melandai meski demikian bukan berarti virus tersebut hilang sama sekali seperti virus-virus sebelumnya semisal kolera

"Baik secara ilmiah, grafik dan data terupdate peningkatan jumlah terpapar Covid-19 terus bergerak naik," tuturnya

Bahkan saat ini tambah Mika ada fenomena baru ciri-ciri terpapar covid-19 bukan lagi demam tinggi, batuk dan badan terasa lemas tetapi orang yang tanpa gejala bisa terkena.

"Saya berharap adakan rapid tes secara masif hal ini guna menunjukan jumlah perbandingan jumlah terpapar dan tidak.Amerika (34 ribu orang per 1 juta) diikuti Singapura dan Vietnam sudah berjalan.Di Indonesia masih sedikit yang melakukan rapid test Covid-19 karena kesadaran masyarakatnya rendah," tegasnya.

Lebih lanjut Mika mengatakan kebijakan new normal sebaiknya dikaji ulang atau ditunda karena resikonya sangat besar dan aturan PSBB kalau bisa diperpanjang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Resiko new normal sangat berimplikasi terhadap masalah baru pada jumlah korban yang bisa saja lebih besar,"imbuhnya.

Menurut Mika dalam menangani Covid-19 diperlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah supaya menghindari kebijakan ganda.Dan yang tidak kalah penting adalah transparansi data jumlah korban Covid-19 dan mapping pada zona hijau,merah dan kuning karena ini menyangkut anggaran yang tidak sedikit mencapai 850 Trilliun dari APBN.

"Validasi data di Kemsos harus ditata ulang karena tidak akurat," tegasnya.

Seperti diketahui Indonesia sebagai negara yang terendah kelima di antara negara-negara dengan populasi penduduk 50 juta lebih. Indonesia sebagai negara dengan populasi terpadat keempat di dunia, hanya lebih baik dari Ethiopia (16 orang per 1 juta penduduk), Myanmar (23 orang per 1 juta penduduk).

Apabila dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah test virus corona di Indonesia terpaut sangat jauh. Sejauh ini, Malaysia telah melakukan 1.717 tes per satu juta orang, Singapura 11.110 tes per satu juta orang, Brunei Darussalam 20.218 tes per satu juta orang, dan Thailand 359 tes per satu juta orang.

Secara keseluruhan, Indonesia menempati peringkat terendah ke-12 negara dengan jumlah tes di dunia.

Papua Nugini: 8 Mozambik: 12 Mauritania: 14 Ethiopia: 16 Zimbabwe: 21 Haiti: 22 Myanmar: 23 Nigeria: 24 Bangladesh: 26 Zambia: 34 Libya: 45 Indonesia: 48 Bolivia: 51 Nepal: 57 Guatemala: 63.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tambah 199, Kasus Baru Covid-19 di Jawa Timur Kembali Terbanyak

Dengan penambahan 199 kasus baru, maka akumulasi kasus positif di Jatim kini sebanyak 4.613.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

Butuh Upaya Preventif dan Promotif Tekan Penyebaran Covid-19

Gugus Tugas Covid-19 telah menyediakan 2.902 rumah sakit dan 129 pengujian Covid-19 yang ada di seluruh tanah air.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

102 Kabupaten Kota Tidak Terdampak Covid-19

Jumlah terbanyak di Papua tercatat 17 kabupaten dan kota.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 557, Kasus Positif Menjadi 25.773

Ada 10 provinsi hari ini tidak ditemukan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

Penurunan Angka Stunting Tetap Menjadi Prioritas Nasional

Pemerintah menargetkan pada 2024 angka stunting turun 14 persen.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

GOR Gambir untuk Karantina Penumpang Kereta yang Tidak Memiliki SIKM

Penumpang kereta di Stasiun Gambir akan dikarantina di GOR Gambir, Jakarta Pusat jika tidak memiliki SIKM

NASIONAL | 30 Mei 2020

Kasus Covid-19 Tembus 6 Juta, Meksiko Lampaui Tiongkok

Jumlah kasus di Tiongkok masih di kisaran 82.000, posisinya dilampaui Meksiko dengan 84.000 kasus.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

Industri Rokok Memanipulasi Anak Muda

Setiap tahunnya industri rokok kehilangan 240.618 pelanggan setia karena meninggal dunia.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok

Anak-anak Indonesia masih menjadi target industri untuk menjadi perokok pengganti yang dilakukan secara manipulatif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Kajian Epidemiologi Jadi Dasar Produktivitas Masyarakat di Suatu Daerah

Dari kajian yang ada, ada beberapa daerah yang sudah bisa kembali produktif dan ada beberapa daerah yang masih perlu mempersiapkan diri menuju produktif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS