Kabar Baik, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Mulai Awal Agustus
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kabar Baik, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Mulai Awal Agustus

Rabu, 15 Juli 2020 | 21:46 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui PT Biofarma bekerja sama dengan sejumlah instansi sedang mengembangkan vaksin untuk Covid-19 produksi dari dalam negeri. Ditargetkan Agustus 2020 uji klinis vaksin Covid-19 mula dilakukan, dan semua prosesnya berjalan dengan baik, maka ditargetkan awal tahun 2021 sudah bisa diproduksi. Kapasitas produksi dialokasikan sebanyak 250 juta dosis vaksin setiap tahun.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, mengatakan, untuk pengembangan vaksin Covid-19, pihaknya sedang mempercepat ketersediaan vaksin Covid-19. Untuk jangka pendek, pihaknya berkolaborasi dengan dua institusi , yaitu Sinovac Biotech Ltd China dan The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). PT Biofarma akan menjadi salah satu pabrikan vaksin yang ditunjuk oleh CEPI untuk membuat vaksin Covid-19 secepatnya. Untuk kolaborasi dengan Sinovac Biotech sendiri sudah mendapatkan ijin Kementerian Kesehatan dan Badan POM terakit protokol uji klinisnya.

“Protokol uji klinis sudah dikeluarkan, dan awal Agustus segera lakukan uji klinis Bandung. Kalau semua uji klinis dilakukan dengan baik, kita akan segera produksi di fasiltias produksi Biofarma di Bandung pada Q1 2021,” kata Honesti dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (14/7/2020).

Menurut Honesti, fasilitas produksi vaksin Covid-19 terus dikembangkan. Satu lagi kapasitas produksi segera diinstal peralatannya dan segera beroperasi di Desember 2020, sehingga awal 2021 dapat mempercepat produksi vaksin Covid-19.

Untuk jangka panjang, menurut Honesti, sudah dibentuk konsorsium vaksin Covid-19 nasional yang diketuai oleh Lembaga Eijkman di mana Biofarma berperan aktif untuk melakukan produksi setelah bibit vaksin sudah ditemukan dan diterima Biofarma.

Diharapkan pada pertengahan 2021 nanti, Biofarma sudah bisa memproduksi vaksin Covid-19 sesuai strain virus Indonesia. Tetapi untuk mempercepat prosesnya, menurut Honesti, masih perlu kerja sama dengan Sinovac Biotech dan CEPI.

Adapun kebutuhan anggaran untuk produksi vaksin Covid-19 ini diestimasikan sekitar Rp 103 miliar. Terdiri dari Rp 63,2 miliar untuk pengembangan vaksin nasional, dan Rp 40,5 miliar untuk vaksin kolaborasi dengan Sinovac dan CEPI terutama untuk pre klinis. Sementara itu ada pula kebutuhan anggaran untuk pengembangan vaksin secara umum di luar vaksin Covid-19 sebesar Rp 68,7 miliar. Untuk vaksin umum ini menurut Honesti akan diupayakan dari cash flow Biofarma.

Honesti mengatakan, pembiayaan pengembangan vaksin ini paling cepat menggunakan anggaran pemerintah. Sejumlah mekanisme sudah diusulkan Biofarma kepada pemerintah terutama terkait anggaran riset. Salah satunya anggaran di Kementerian Riset dan Teknologi untuk membiayai mulai dari tahap pengembangan, uji pre klinis, hingga uji klinis.

“Mungkin juga untuk produksinya kita bisa gunakan dana dari sponsor baik dari dalam maupun luar negeri. Tapi khusus Covid-19 ini dari pembicaraan dengan Kemristek sepertinya kita akan full dana di Kemristek,” katanya.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Bambang Brodjonegoro mengatakan, tim nasional pengembangan vaksin yang dipimpin oleh Kemristek, Kemkes, dan Kementerian BUMN terus berkoordinasi untuk mencari vaksin yang kemungkinan lebih cepat dinyatakan sebagai vaksin Covid-19. Sejauh ini dari monitor yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) ada tiga pengembang yang posisi pengembangan vaksinya paling cepat. Sudah masuk uji klinis tahap tiga. Pertama adalah Sinovac Biotech yang bekerja sama Biofarma, AstraZeneca-Oxford, dan Moderna.

“Tentunya kita berupaya agar kerja sama Biofarma dengan Sinovac, rencananya akan segera uji klinis tahap ketiga di Indonesia. Jadi yang paling penting adalah Indonesia salah satu negara yang mendapatkan tempat sebagai uji klinis,” kata Bambang.

Menurut Bambang, kalau bibit vaksin ini sudah diuji klinis di Indonesia, maka prosesnya dan hasilnya bisa dilihat langsung oleh Badan POM, sehingga bisa dinyatakan sebagai vaksin Covid-19 untuk digunakan di Indonesia.

Dikatakan Bambang dibutuhkan waktu tiga bulan untuk melakukan uji klinis tersebut dimulai Agustus 2020. Setelah ada hasil uji klinis, perlu ijin edar dari Badan POM.

“Kita harapkan Januari 2021 Biofarma sudah mulai memproduksi vaksin-19 yang pengembangannya dilakukan oleh Sinovac,” kata Bambang.

Untuk diketahui, vaksin yang akan segera diproduksi oleh Biofarma tersebut bibitnya dikembangkan oleh Sinovac. Bibit vaksin tersebut akan diuji klinis di Indonesia, setelah itu diserahkan kepada Biofarma untuk diproduksi. Setelah diproduksi kemudian didistribusi atau digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi massal.

Selain vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac, pemerintah juga sedang berupaya mengembangkan vaksin sendiri terutama dari virus SARS Cov-2 yang bertransmisi di Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Vaksinasi Juga Penting Bagi Orang Dewasa

Setiap orang dewasa setidaknya disarankan untuk melakukan 13 vaksinasi.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Ini Ragam Manfaat Minyak Esensial untuk Tubuh

Synergy WorldWide Indonesia memperkenalkan Peppermint Oil dalam memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

BPPT Sudah Produksi 100.000 Unit Perangkat Tes Cepat Covid-19

Perangkat tes cepat Covid-19 akan meningkat menjadi 1 juta unit pada Agustus 2020.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Ridwan Kamil Minta Lembaga Pendidikan Negara Berasrama Diawasi

Siswa yang datang ke lembaga pendidikan kenegaraan berasal dari seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Jateng Tertinggi dalam Penambahan Kasus Covid-19 Hari Ini

Jateng menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 tertinggi hari ini, Rabu (15/7/2020) yakni 261.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Jumlah Pasien Sembuh dalam Sehari Torehkan Rekor 1.414

Jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 hari ini Rabu (15/7/2020) mencapai rekor yakni 1.414.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Mayapada Healthcare Gelar Soft Opening Rumah Sakit Baru di Rasuna Said

Untuk melengkapi dan menjawab kebutuhan pasien yang berada di area Kuningan dan sekitarnya.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Jokowi Segera Terbitkan Inpres Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Jokowi menegaskan sanksi pelanggar protokol kesehatan harus segera diterapkan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Temukan Vaksin Covid-19 Jauh Lebih Penting Dibanding Ganti Istilah ODP

Selama ini, Komisi IX DPR sudah melihat bahwa komunikasi pemerintah terkait penyebaran Covid-19 terkendala dengan berbagai macam istilah.

KESEHATAN | 15 Juli 2020

Pasien Rawat Inap di RSD Wisma Atlet Naik Jadi 1.220 Orang

Hari ini ada penambahan 70 pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet Kemayoran dari sebelumnya 1.150 orang menjadi 1.220 orang.

KESEHATAN | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS