Gerak Cepat, Bio Farma Lakukan Uji Klinis Fase III Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Gerak Cepat, Bio Farma Lakukan Uji Klinis Fase III Vaksin Covid-19

Selasa, 28 Juli 2020 | 14:23 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menyampaikan melalui PT Bio Farma sebagai Holding BUMN farmasi dan produsen vaksin akan segera melakukan uji klinis tahap III terhadap vaksin Covid 19 dari Sinovac, Tiongkok pada 3 Agustus 2020.

Erick yang juga Menteri BUMN itu optimistis setelah vaksin ditemukan dalam beberapa bulan ke depan ekonomi akan segera pulih lebih cepat bahkan tidak lama lagi diprediksi akan kembali normal.

Terkait rencana uji klinis tahap III vaksin Covid-19 ini, pengamat BUMN Toto Pranoto meminta publik untuk tidak meragukan kemampuan Bio Farma sebagai BUMN penghasil vaksin.

“Bio Farma merupakan perusahaan yang berusia lebih dari 100 tahun. Bio Farma juga dinilai sebagai prominent companydalam menghasilkan vaksin , telah diakui WHO dan semua lembaga internasional serta telah melakukan ekspor ke lebih dari 100 negara,” ujar Toto

Menurutnya, dengan latar belakang seperti ini tidak ada keraguan bahwa Bio Farma akan mampu melakukan uji klinis tahap III dengan baik.

Kendati demikian, Toto menyarankan agar perlunya kerjasama dan koordinasi kuat yang dilakukan Bio Farma bersama perguruan tinggi, pemerintah daerah, BPOM dan para pemangku kepentingan lainnya supaya uji klinis tahap III bisa dilakukan dengan cepat namun sesuai SOP yang ada. “Koordinasi dan kerjasama yang kuat agar uji klinis cepat terlaksana,” urainya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio mengungkapkan sampai saat ini progres persiapan vaksin Covid-19 baru menyentuh 30 persen. Kendati angkanya terbilang masih rendah, Amin menyebutkan bahwa progres yang sudah dijalani ini justru merupakan pondasi atau dasar dari tahapan riset selanjutnya.

"30 persen itu adalah kalau kita bikin rumah, kita bikin pondasinya dulu bagian terpenting. Biasanya setelah pondasi selesai ke depan akan lebih cepat," tutur Amin.

Eijkman diberi batas waktu sampai Maret 2021 untuk merampungkan riset terkait vaksin Covid-19. Terkait batas waktu yang diberikan pemerintah ini, Amin optimistis bisa menepatinya.

Bahkan, ia yakin produksi vaksin atas prakarsa Eijkman bisa dilakukan setidaknya Februari 2021 mendatang. "Insyaallah bisa lebih cepat. Tapi ya tidak lebih cepat 6 bulan juga, agak sulit. Tapi kami berupaya proses yang bisa diperpendek akan kami lakukan. Tapi terkait dengan tumbuhnya sel dan virus tak bisa dipercepat," urainya.

Untuk saat ini, riset vaksin Covid-19 yang dijalankan Eijkman sudah sampai proses pengembangan antigen, berupa protein rekombinan. Protein ini mewakili protein spike atau protein S dan protein N atau nucleocapsid yang menjadi sasaran vaksin.
"Karena dua mekanisme itu adalah dua mekanisme yang harus diblok oleh antibodi," pungkas Amin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi: Waspadai Penyebaran Covid-19 Gelombang Kedua

Presiden Jokowi juga mengingatkan tentang kemungkinan terus berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global hingga tahun 2021 mendatang.

KESEHATAN | 28 Juli 2020

10 Provinsi Ini Sumbang 81,79% Kasus Covid-19 di Indonesia

Secara global, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-24 total kasus Covid-19. Indonesia berada di bawah Qatar dengan 109.597 kasus.

KESEHATAN | 28 Juli 2020

Insentif Tenaga Medis Dinilai Tidak Adil untuk Pihak RS yang Ikut Terimbas

Di dalam Pasal 9 Undang-Undang tentang Wabah disebutkan pemerintah memberikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan wabah.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Pemerintah Telah Kucurkan Rp 645M untuk Insentif Tenaga Medis

Anggaran ini dibayarkan kepada 195.055 tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Zona Merah Covid-19 Masih Tersebar di 15 Provinsi

Selain zona merah, daerah yang termasuk zona oranye juga ikut bertambah.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Jangan Tunda Vaksinasi Anak karena Pandemi Covid-19

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, vaksin MR menurun 13% antara Januari-Maret 2020, jika dibandingkan dengan tahun lalu.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Angka Prevalensi Hepatitis B di Indonesia Masih Tinggi

Kalbe ajak masyarakat deteksi dini Hepatitis B.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

BPOM dan Kemperin Pastikan Keamanan Produk Air Kemasan Galon

Air minum dalam kemasan galon selama puluhan tahun telah memberi solusi penyediaan air minum yang ramah lingkungan di Indonesia.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru di 13 Provinsi

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh lebih banyak dibanding kasus baru terjadi di 13 provinsi terjadi pada Senin (27/7/2020).

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Update Covid-19: Kasus Positif Tembus 100.000 Hari Ini

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan adanya tambahan sebanyak 1.1525 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Total kasus positif di Indonesia jadi 100.303.

KESEHATAN | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS