Awal 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Bio Farma
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Awal 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Bio Farma

Selasa, 20 Oktober 2020 | 21:05 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Bibit vaksin Merah Putih untuk Covid-19 akan diserahkan ke PT Bio Farma awal tahun 2021, setelah merampungkan uji praklinis atau uji pada hewan. Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang dikembangkan sejumlah lembaga riset di Indonesia sebagai bentuk kemandirian bangsa.

Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, selanjutnya untuk uji klinis menjadi ranah industri dan registrasi ranah Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

"Cepat tidaknya bergantung dua lembaga itu. Harapannya semua lancar. Mudah-mudahan tri wulan tiga vaksin Merah Putih sudah bisa tersedia dalam jumlah besar dan mulai bisa divaksinasi," katanya dalam dialog virtual di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Bambang menegaskan, dalam pembuatan vaksin Merah Putih semua protokol pembuatan vaksin dilakukan secara ketat dan dispilin.

Selanjutnya, di tahap awal vaksin difokuskan untuk usia 18-59 tahun sesuai standar di seluruh dunia. Untuk vaksin anak, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) bergantung hasil uji klinis, untuk nantinya ditentukan dosisnya atau dengan treatment khusus.

"Semua akan dapat vaksin, ketika uji klinis untuk kelompok 18-59 tahun. Ketika sudah diketahui kelebihan dan kekurangannya barulah diberikan ke anak, lansia dan masyarakat dengan komorbid," ucapnya.

Bambang mengungkapkan, vaksin Merah Putih ini dibuat sebagai wujud kemandirian bangsa dengan 270 juta penduduk. Hal yang ingin didorong adalah langkah pencegahan (preventif) bukan sekadar menyembuhkan penyakit.

Vaksin Merah Putih memiliki karakteristik berbeda dengan vaksin Covid-19 lainnya karena berbasis virus yang bertransmisi di Indonesia dan dihasilkan bibit vaksinnya oleh peneliti Indonesia.

Untuk kebutuhan vaksin Covid-19 tambahnya, pemerintah menjalankan dua trek paralel yaitu kerja sama dengan luar negeri khususnya untuk jangka pendek karena memperhatikan faktor kecepatan pengembangan vaksin. Kemudian yang kedua dengan jalur vaksin Merah Putih untuk jangka menengah dan panjang.

"Ada kemungkinan vaksinasi awal dua kali perorang," imbuhnya.

Vaksin Covid-19 yang dihasilkan nanti dari mana pun sumbernya kata Bambang, kemungkinan tidak bisa menjaga daya tahan Covid seumur hidup sehingga perlu ada revaksinasi atau semacam booster di kemudian hari, apakah dalam waktu setahun, dua tahun atau lebih.

Untuk itulah, Indonesia harus punya kemampuan memproduksi vaksin Covid-19.

Pengembangan vaksin Merah Putih ini melibatkan sejumlah lembaga riset dan universitas seperti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada.

Untuk memerkuat akurasi vaksin, institusi riset ini melakukan whole genome sequencing. Proses ini untuk mempelajari karakter virus yang bertransmisi di Indonesia. Saat ini, Indonesia sudah menyampaikan 114 _whole genome sequencing_ kepada bank data virus influenza dunia.

Bambang memperkirakan dari enam vaksin yang dikembangkan sejumlah institusi diperkirakan yang awal tahun depan sudah bisa diserahkan bibit vaksinnya ke Bio Farma, hasil pengembangan Eijkman dan Universitas Indonesia yang kini sudah tahap uji pada hewan (praklinis).

Untuk memperlancar produksi karena kebutuhan yang sangat besar. Diperkirakan jika dua pertiga penduduk harus divaksin atau sekitar 180 juta, karena satu orang butuh dua kali vaksin maka dibutuhkan minimal 360 juta dosis.

Kalau semua orang divaksin maka butuh 270 juta dikali dua artinya mencapai 540 juta dosis. Bio Farma diperkirakan memiliki kapasitas produksi 250 juta dosis per tahun. Pemerintah pun akan menggandeng swasta.

Terkait kerja sama vaksin dengan luar negeri, diutamakan adanya transfer teknologi. Selain kerja sama dengan Tiongkok, dilakukan kerja sama dengan Korea dan Turki.

Untuk riset vaksin Merah Putih, pemerintah mengucurkan anggaran Rp 10 miliar.

Beragam Inovasi

Selain vaksin Merah Putih, ada beragam inovasi lain yang dikembangkan dan diproduksi massal seperti PCR test kit, rapid test berbasis antibodi, ventilator, mobile lab BSL-2. Selain itu juga ada GeNose yang bisa mendeteksi Covid-19 lewat hembusan nafas.

Rapid test berbasis antibodi ini, sudah diproduksi mencapai 350.000 unit per bulan. Sebelum akhir tahun harapannya 1 juta unit per bulan diproduksi.

Produk lainnya PCR test kit untuk pengujian sampel swab yang menggunakan mesin PCR. Produksinya sudah 1,5 juta unit per bulan dan diperkirakan meningkat 2 juta per bulan. Produksinya kerja sama dengan Bio Farma.

Untuk pengembangan tes cepat dan deteksi saat ini uji validasi tahap dua GeNose dengan menggunakan hembusan nafas. Tahap pertama uji dilakukan di rumah sakit Yogyakarta yang akurasinya mencapai 97 persen.

Tes ini relatif murah harganya Rp 40 juta per alat bisa digunakan sampai 100.000 pengujian. Cukup dengan hembusan nafas akan terdeteksi karena mesin dikembangkan dengan pendekatan kecerdasan buatan.

Selanjutnya terapi plasma konvalesen juga akan masuk uji klinis tahap dua di 29 rumah sakit. Sebelumnya pada tahap satu di uji klinis hanya di RSPAD Jakarta.

Sebagai produk tambahan dari plasma ini, saat ini Eijkman sedang kembangkan alat untuk mengukur kadar antibodi spesifik Covid yang ada dalam darah pasien. Utamanya untuk mengukur kualitas dari plasma darah yang diberikan donor, dan nantinya bisa digunakan setelah vaksinasi. Hal ini untuk mengecek apakah vaksin yang diberikan muncul daya tahan tubuh dan berapa lama bertahannya.

"Vaksin ini tidak hanya masalah tahun 2021 akan bekelanjutan di 2022, 2023 karena ada kemungkinan diperlukan revaksinasi karena kemungkinan vaksin tidak timbulkan daya tahan tubuh seumur hidup," paparnya.

Kemristek juga mendorong riset di bidang immunomodulator atau suplemen yang spesifik untuk jaga tahan tubuh terhadap Covid-19. Saat ini sudah dilakukan uji klinis di Wisma Atlet kerja sama dengan Kalbe Farma.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi dan Suga Bahas Kerja Sama Pengelolaan Covid-19

Indonesia menghargai komitmen dan kontribusi Jepang dalam pembentukan Asian Covid-19 Response Fund.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Hari Ini, Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 terjadi hari ini, Selasa (20/10/2020), di Indonesia.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.602, Kasus Positif di Indonesia Jadi 368.842

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.602 dalam 24 jam sampai Selasa (20/10/2020) siang WIB. Total kasus di Indonesia menjadi 368.842.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Food Cycle Indonesia Ajak Masyarakat Bantu Anak-anak Keluarga Prasejahtera

Masyarakat harus mampu anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

BPJamsostek Beri Kartu Kepesertaan pada Guru PAUD

BPJamsostek Bogor Kota menginginkan seluruh masyarakat wajib ikut serta mendapatkan perlindungan Jamsostek.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Pentingnya Menjaga Interaksi Sosial Selama Pandemi Covid-19

Solusi sederhana dalam menanggulangi permasalahan mental di masa pandemi adalah berinteraksi dengan orang terdekat.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

2.540 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 1.124 orang atau bertambah 10 orang.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

MUI: 3 Hal Paling Penting dari Vaksin Covid-19

Saat ini LPPOM MUI masih menunggu hasil identifikasi tim yang saat ini berada di Tiongkok yang menjadi pertimbangan halal atau tidaknya vaksin.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Dari 2,5 Juta Tes Covid-19 di Indonesia, 86% Terkonfirmasi Negatif

Secara total kini sudah ada lebih dari 4 juta spesimen yang diperiksa di 377 laboratorium di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Pemerintah Pastikan Keamanan dan Kehalalan Vaksin Covid-19

Pemerintah telah mengidentifikasi dan menjajaki kerja sama dengan empat produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino dari Tiongkok, kemudian AstraZene.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS