DKI Klaim PKL di Trotoar Buat Pejalan Kaki Nyaman
INDEX

BISNIS-27 426.538 (10.37)   |   COMPOSITE 4842.76 (96.29)   |   DBX 923.5 (6.4)   |   I-GRADE 127.867 (3.22)   |   IDX30 404.318 (10.19)   |   IDX80 105.647 (2.68)   |   IDXBUMN20 263.312 (9.58)   |   IDXG30 113.239 (2.42)   |   IDXHIDIV20 361.834 (8.52)   |   IDXQ30 118.461 (2.81)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.3)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.9)   |   IDXV30 99.778 (2.87)   |   INFOBANK15 760.318 (24.85)   |   Investor33 353.585 (9.39)   |   ISSI 142.238 (2.34)   |   JII 514.346 (8.62)   |   JII70 174.038 (3.54)   |   KOMPAS100 945.162 (24.13)   |   LQ45 740.002 (18.81)   |   MBX 1338.07 (29.17)   |   MNC36 264.409 (6.61)   |   PEFINDO25 251.635 (8.6)   |   SMInfra18 228.656 (4.52)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.21)   |  

DKI Klaim PKL di Trotoar Buat Pejalan Kaki Nyaman

Rabu, 11 September 2019 | 15:17 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugraha mengatakan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di trotoar tidak akan merugikan pejalan kaki. Justru akan membantu pejalan kaki lebih nyaman berjalan di trotoar.

“Sepanjang enggak ada PKL, enggak ada makanan. Nah kalau seandainya kamu jalan, terus disitu ada kayak kotak, foodtruck atau apa yang bersih, ada minuman, kan bisa duduk di bangku sambil minum. Lalu jalan lagi. Sebenarnya itu tadi membantu, membantu pejalan kaki nyaman,” kata Hari Nugraha di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Namun, keberadaan PKL itu harus di trotoar yang memiliki lebar yang cukup, antara lima hingga delapan meter. Tetapi kalau lebarnya hanya 1,5 meter, keberadaan PKL justru akan mengganggu dan menghalangi pejalan kaki.

“Artinya, sebenarnya begini, PKL itu yang baik itu yang bisa berkolaborasi dengan pejalan kaki. Coba kamu jalan kaki dari mulai Thamrin ke Sudirman, gede-gede kan. Tapi kalau memang jalannya cuma 1,5 meter, ya itu bukannya membantu, tetapi menghalangi (pejalan kaki),” terang Hari Nugraha.

Saat ini, keberadaan PKL di trotoar masih terus dilakukan kajiannnya. Pastinya, trotoar yang lebarnya hanya 1,5 meter tidak diperbolehkan ada PKL. Apalagi bila mengacu pada aturan hukum, bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki.

“Aturan itu sudah enggak bisa diganggu gugat. Apalagi putusan Mahkamah Agung (MA) memenangkan itu. Itu kita harus clear,” ujar Hari Nugraha.

Namun, yang menjadi keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI adalah trotoar pedestrian sudah ada yang lebarnya mulai lima hingga delapan meter. Tentunya, dapat diakomodir PKL yang modelnya sedang dalam kajian.

“Setiap wilayah beda karakteristiknya. Beda-beda. Jadi kalau ada trotoar yang lebarnya 1,5 meter, otomatis ya enggak bisa. Berarti kan sudah mengokupasi pejalan kaki. Tapi yang gede-gede akan kita petakan, bolehnya dimana, modelnya kaya apa. Itu yang sedang kita kaji,” jelas Hari Nugraha.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tangkap 12 Tersangka, Polisi Sita 18 Kilogram Sabu dan 4.132 Butir Ekstasi

Penyidik masih memburu pemilik dan pengendali barang bukti itu.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Pemkot Jakut Antisipasi Kemacetan Akibat Pembangunan ITF & JIS

Sigit Wijatmoko menuturkan pihaknya masih melakukan komunikasi dua arah khususnya dengan sektor kepolisian, transportasi, maupun pihak Pelabuhan Tanjung Priok.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

PDIP Belum Serahkan Nama Ketua DPRD DKI

Berdasarkan aturan yang ada, sebagai partai politik yang meraih suara terbanyak, PDI Perjuangan berhak mendapatkan posisi Ketua DPRD DKI.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Bekasi Gandeng Swasta Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Indonesia tertinggal dalam hal penerapan teknologi pengolahan sampah hingga menyebabkan kawasan Bantargebang menjadi gunungan sampah.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Unit Apartemen Kalibata Terbakar, 2 Orang Luka Bakar

Api diduga berasal dari korsleting AC yang percikan apinya menyambar tabung dan kompor gas yang sedang menyala sehingga terdengar suara ledakan.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Bus Transjakarta "Naiki" Pembatas Jalan di Slipi

Bus Transjakarta menabrak pembatas jalan di depan Wisma Slipi, Jakarta Barat, menyebabkan bus tersebut mengalami kerusakan pada bagian depan.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Polisi Agendakan Periksa Ketum FPI Sebagai Saksi Dugaan Makar

Ahmad Sobri tidak bisa memenuhi panggilan sebagai saksi dan meminta untuk dijadwalkan ulang karena sedang berada di Aceh.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Batas Waktu Pengosongan Lahan UIII Akhir September 2019

Masyarakat yang memanfaatkan lahan negara itu diimbau membongkar dan mengosongkan lahan agar tidak terkena sanksi administratif.

MEGAPOLITAN | 11 September 2019

Polisi Tembak Residivis Pelaku Pencurian di Bekasi

Dari pelaku polisi menyita barang bukti berupa laptop warna hitam 14 inci merek Polytron, tablet warna putih merek Samsung, dan uang Rp 40,7 juta.

MEGAPOLITAN | 10 September 2019

Polisi Pastikan Taksi Online Tidak Bebas Ganjil Genap

Polda Metro Jaya memastikan taksi daring (online) tidak dibebaskan dari aturan ganjil genap yang resmi diperluas menjadi 25 ruas jalan.

MEGAPOLITAN | 10 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS