Sanksi Derek Belum Ampuh Kurangi Parkir Liar
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Sanksi Derek Belum Ampuh Kurangi Parkir Liar

Senin, 16 September 2019 | 10:19 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Sanksi derek dengan denda sebesar Rp 500.000 per kendaraan yang telah diberlakukan sejak tahun 2018, tampaknya belum ampuh mengurangi parkir liar di Jakarta. Justru, pelanggar parkir liar bertambah banyak di tahun 2019.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, jumlah mobil yang diderek petugas pada 2018 lalu mencapai 19.261 kendaraan dengan nilai retribusi yang disetor mencapai Rp 9.690.500.000.

Sedangkan di tahun 2019 ini, jumlah mobil yang diderek petugas dari Januari sampai Agustus 2019 mencapai 20.059 kendaraan. Untuk uang retribusi yang diperoleh mencapai Rp 10.029.500.000.

Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo mengatakan dengan jumlah pelanggar parkir liar diprediksikan akan bertambah. Meningat pelaksanaan tahun anggaran 2019 masih ada empat bulan lagi. Dengan begitu, otomatis nilai retribusi yang masuk ke kas daerah akan bertambah selama empat bulan ke depan.

“Apabila masyarakat tidak mengubah pola perilakunya dengan parkir mobil di tempat yang disediakan atau beralih naik angkutan umum, maka jumlah pelanggaran akan semakin meningkat. Di tahun ini, kami menilai tingkat kesadaran pemilik kendaraan di wilayah setempat masih rendah,” kata Syafrin Liputo, Senin (16/9/2019).

Dijelaskannya, penindakan penegakan hukum bagi pengendara yang parkir liar sembarangan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi.

Pada pasal 62 diatur petugas bakal menindak kendaraan bermotor yang berhenti atau parkir sembarangan. Tindakan penegakan hukumnya berupa penguncian ban kendaraan bermotor; pemindahan kendaraan dengan cara penderekan ke fasilitas parkir yang sudah ditetapkan atau ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Daerah; atau pencabutan pentil ban kendaraan bermotor.

“Tidak hanya itu, dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga mengatur sanksinya. Karena itu, upaya penindakan yang dilakukan petugas mengacu pada aturan yang berlaku,” terang Syafrin Liputo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub DKI, Maruli Sijabat mengatakan, tidak hanya mobil yang diderek tapi motor yang parkir liar juga diangkut petugas. Untuk nilai retribusinya berbeda, jenis mobil dikenakan tarif Rp 500.000 sedangkan sepeda motor Rp 250.000.

"Nilai dendanya akan terus terakumulasi setiap hari bila pemilik tidak segera mengambil kendaraannya di tempat parkir sementara petugas," kata Maruli Sijabat.

Saat ini, Dishub DKI telah memiliki lima tempat penampungan parkir kendaraan. Untuk Jakarta Pusat berada di IRTI, Monas kemudian untuk Jakarta Selatan berada di kantor Sudin Jakarta Selatan Jalan MT Haryono, Kecamatan Pancoran.

Kemudian, di wilayah Jakarta Utara lahan penampungan parkir sementara berada di Jalan Tanah Merdeka, Kecamatan Cilincing. Selanjutnya, Jakarta Barat berada di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng. Untuk Jakarta Timur berada di Terminal Barang, Pulogebang Kecamatan Cakung.

"Bagi kendaraan yang diderek, mereka wajib menyetor dendanya ke kas negara, setelah itu diperbolehkan mengambil kembali kendaraannya," ujar Maruli Sijabat.

Diterangkannya, penerapan penegakan hukum derek liar bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum, apalagi DKI telah melakukan upaya peningkatan fasilitas umum. Misalnya peremajaan armada TransJakarta yang kian nyaman dan aman, serta waktu jeda kedatangannya juga lebih singkat.

“Jadi selain mendidik pengendara mobil dan motor agar tidak parkir sembarangan, juga mendorong mereka untuk mau berpindah ke angkutan umum,” jelas Maruli Sijabat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hari Ini Cuaca Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan di wilayah DKI Jakarta pada Senin (16/9/2019) pagi hingga malam hari.

MEGAPOLITAN | 16 September 2019

Kecelakaan Truk Kontra Minibus, Kernet Meninggal Dunia

Jenasah korban sudah dibawa ke RSCM.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

Ini Kronologi Kecelakaan Tol Jagorawi Tewaskan Tiga Orang

Setibanya di lokasi kejadian, pukul 08.20 WIB minibus yang sarat penumpang itu mengalami pecah ban belakang sebelah kanan sehingga hilang kendali dan terguling.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

Korban Kecelakaan Tol Jagorawi Rombongan Mahasiswa

Mayoritas para korban merupakan mahasiswa dari berbagai universitas.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

Korban Kecelakaan Tol Jagorawi Bertambah

3 korban luka berat dan 3 luka ringan dibawa ke RS EMC Sentul dan RS Husada Cibinong.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

"Jakarta Kizuna Ekiden" Simbol Perkuat Kerja Sama Jepang-RI

Jakarta Kizuna Ekiden 2019 sebagai olahraga lari estafet antardua bangsa, yang membangun suasana kebersamaan dan persahabatan antarbangsa.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

Kecelakaan di Tol Jagorawi, Tiga Tewas

Tiga orang dilaporkan tewas dan sebagian lainnya luka-luka dalam kecelakaan di KM36+600 Tol Jagorawi, kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/9/2019).

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

Ibu Kandung Tak Menyangka Anaknya Tewas oleh Ibu Tiri

Terdapat sejumlah luka lebam pada tubuh SU akibat dianiaya ibu tiri.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

Seorang Ibu Penganiaya Anak Tiri Hingga Tewas di Bogor Jadi Tersangka

Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sebanyak enam orang saksi termasuk ibu tirinya Zulfia.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019

BMKG Proyeksi Cuaca DKI Cerah Berawan

Pada malam hari, seluruh DKI akan cerah.

MEGAPOLITAN | 15 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS