Tewaskan Pengguna Skuter Listrik, Pengemudi Mobil Tak Ditahan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Tewaskan Pengguna Skuter Listrik, Pengemudi Mobil Tak Ditahan

Kamis, 14 November 2019 | 16:19 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi tidak menahan DH, pengemudi mobil Toyota Camry yang menabrak enam pengguna skuter listrik, di Jalan Pintu 1 Senayan, Jakarta Pusat. Namun, yang bersangkutan wajib lapor seminggu dua kali.

"Setelah kita BAP dan kita tetapkan sebagai tersangka, penyidik menilai bahwa tidak perlu dilakukan penahanan. Karena penyidik menilai bahwa tersangka, pertama tidak akan melarikan diri, yang kedua tidak akan menghilangkan barang bukti," ujar Kepala Sub Ditrektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, Kamis (14/11/2019).

Dikatakan Fahri, kendati tidak ditahan tersangka wajib lapor sepekan sebanyak dua kali. "Wajib lapor. Kalau tidak dilakukan penahanan itu tetap harus wajib lapor. Seminggu dua kali," ungkap Fahri.

Menyoal ramai pembicaraan di jagat maya, kalau tersangka DH merupakan anak pejabat sehingga tidak ditahan, Fahri menyampaikan, penyidik tidak mendalami masalah keluarga dan fokus pada kronologi kecelakaan.

"Kita tidak mendalami masalah itu, karena kalau penyidik lebih kepada hal-hal yang terkait masalah kronologis kejadian. Siapa orang tuanya kan kita tidak mendalami masalah itu, yang kita dalami justru bagaimana kronologis kejadian itu terjadi. Terutama juga menginterogasi korban, seperti kayak kemarin identifikasi awal kita tiga korban, ternyata pada saat penyidikan kita dapat informasi berkembang, ternyata pada saat itu ada enam orang," katanya.

Ihwal apa perbedaan antara kasus ini dengan kasus kecelakaan mobil seruduk Apotek Senopati yang sama-sama merenggut korban jiwa, namun pengemudinya bernisial PKH ditahan, Fahri mengatakan, penyidiknya berbeda. Setiap penyidik independen dan memiliki pertimbangan sendiri terkait penahanan.

"Itu ditangani Satwil Jakarta Selatan, penyidiknya berbeda. Nah ini variasi perkaranya tentunya berbeda, karena penyidik itu independen. Penyidik itu punya penilaian sendiri. Kalau yang kemarin, yang Apotek Senopati kan ditangani Satwil Jakarta Selatan. Mungkin penyidik dari Satwil Jakarta Selatan menilai bahwa memang perlu ditahan. Ini berbeda ya," jelasnya.

Fahri menegaskan, pada kasus ini penyidik punya pertimbangan tersangka DH tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti sehingga tidak dilakukan penahanan. "Ya itu pasti karena pertimbangan penyidik ya. Kami menilai tersangka tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Desember, Studi Kelayakan LRT Fase 2 A Rampung

Setelah diberlakukan feeder Transjakarta di Stasiun Pegangsaan Dua, berdampak positif pada jumlah penumpang.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Wali Kota Bogor Tagih Gubernur Jabar Emil soal TPST Nambo

Pemkot membutuhkan kepastian terkait penyelesaian TPST Nambo, karena ada beberapa skenario atau opsi terkait pengelolaan sampah di Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

JPO di Jakarta Butuh Atap

Pejabat Dinas Bina Marga tidak pernah menggunakan JPO sehingga tidak merasakan kepanasan atau kehujanan.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Polisi Buru Pelaku Penyiram Cairan Kimia di Jakbar

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat, memback up Polsek Kembangan serta Polsek Kebon Jeruk dalam upaya mengungkap siapa pelakunya.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Fraksi PSI Kritisi Anggaran Damkar DKI yang Membengkak

Seharusnya usulan penambahan atau pengurangan anggaran dari SKPD turut mempertimbangkan skala prioritas.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Penertiban Lahan Kampus UIII Tahap I Berlangsung Kondusif

Penertiban tahap satu pembangunan Kampus UIII mencakup area seluas 142,5 hektare.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Pengemudi Camry Tabrak Pengguna Skuter Listrik Konsumsi Alkohol

Penyidik masih mendalami apakah tersangka tidak konsentrasi karena akibat minum alkohol atau hal lainnya.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Hujan Diprakirakan Guyur Jakarta Siang Ini

Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan adalah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Penataan Lima RW Kumuh Kedaung Kaliangke Rampung Desember

Penataan lingkungan tersebut dilaksanakan sejak Oktober 2019.

MEGAPOLITAN | 14 November 2019

Bandar Sabu Tewas Ditembak Polisi

Tersangka SA sempat tidak koperatif ketika diminta menunjukan di mana keberadaan buronan P.

MEGAPOLITAN | 13 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS