Batas Kecepatan Tol Layang Jakarta-Cikampek Diminta ‎Dipertegas
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Batas Kecepatan Tol Layang Jakarta-Cikampek Diminta ‎Dipertegas

Selasa, 3 Desember 2019 | 11:22 WIB
Oleh : Mikael Niman / YUD

Bekasi, Beritasatu.com -‎ Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated) segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Di satu sisi, pengoperasian tol layang ini dapat mengurai kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, yang tepat berada di bawah tol layang. Di sisi lain, angka kecelakaan di jalan tol cenderung meningkat. Pengguna jalan tol cenderung melaju dengan kecepatan tinggi.

"Penetapan batas kecepatan dapat dilakukan dalam upaya menjaga keselamatan dan menekan angka kecelakaan pengguna jalan tol," ujar Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, berdasarkan aturan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan, dapat diterapkan.

"Mobil barang ukuran lebih (over dimension) dan muatan lebih (over load) harus dilarang beroperasi di Tol Layang Jakarta-Cikampek II," ujarnya.

Baca juga:Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

Tol layang ini membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (KM 9+500 sampai dengan KM 47+500). Tol ini merupakan yang pertama di Indonesia dalam satu ruas ada layanan tol (elevated dan at grade).

Selama ini, sudah ada layanan tol layang seperti Tol Cawang-Tanjung Priok (15 kilometer), Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu/Becakayu (21 kilometer) dan Tol Tanjung Priok-Pluit (21 kilometer).

"Pengguna tol Jakarta-Cikampek Layang hanya untuk kendaraan golongan I dan II maka kecepatan kendaraan menjadi krusial. Kendaraan kecil cenderung ngebut, apalagi dengan tidak ada truk," katanya.

Untuk itu, kata dia, perlu ketegasan untuk menindak pengguna dengan kecepatan di atas ketentuan. Diperlukan alat pengukur kecepatan disertai tindakan tegas untuk mengantisipasi kecelakaan di ruas tol layang.

Batas kecepatan paling rendah ditetapkan 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan.

Baca juga:Desember, Tol Layang Jakarta-Cikampek Dipastikan Beroperasi

"Jenis kecelakaan yang kerap terjadi di jalan tol adalah tabrak belakang truk barang dan ban pecah. Oleh sebab itu perlunya menerapkan batas kecepatan dan menilang mobil barang ukuran lebih dan muatan lebih," ‎ungkap Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini.

Di era digital, kata Djoko, sistem penegakan hukum sudah harus lebih modern pula. "Menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) di ruas tol ini dapat dilakukan," katanya.

Dia berharap, infrastruktur transportasi semakin nyaman bukan menjadikan ajang meningkatnya kecelakaan. Penegakan hukum tetap dilakukan untuk menekan angka kecelakaan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani, mengatakan masyarakat diminta tak me‎ncemaskan tarif yang akan diberlakukan di Tol Layang Jakarta-Cikampek.

"Masyarakat tidak usah bingung pikirin tarif. Kalau kamu mau jarak jauh naik, kalau jarak dekat lewat bawah. Nggak ada perbedaan, bayarannya tetap," katanya.

Pengoperasian tol layang ini diharapkan mengurangi beban lalu lintas di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting, dapat mengurangi biaya dari bahan bakar dan serta memperlancar perjalanan pengguna tol.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Garis Polisi TKP Ledakan Monas Sudah Dibuka

Polda Metro Jaya telah membuka garis polisi di tempat kejadian perkara ledakan granat asap di dalam kawasan Monumen Nasional, Selasa (3/12/2019) pagi.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Dua Anggota TNI Korban Ledakan Dirawat di RSPAD

Dua anggota TNI atas nama Serka Fajar dan Praka Gunawan yang menjadi korban ledakan telah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Polisi dan TNI Masih Selidiki Granat Asap yang Meledak di Monas

Kapolda Gatot Eddy Pramono masih menyelidiki asal-usul granat itu, karena korban masih mendapat perawatan.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Tanpa Subsidi, Operasional MRT Masih Berat

Pemasukan dari iklan yang menempel di stasiun MRT atau di dalam tubuh MRT sendiri masih tidak cukup untuk menutupi biaya operasional MRT.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Ini Penyebab Patahnya Crane Tol BORR

Patahnya rangka crane diduga karena posisinya yang tidak stabil saat mengangkat besi casing bore pile.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Kempan RB Berikan Penghargaan pada Almarhum Sutopo

Dedikasi dan pengabdian Sutopo dalam menjalankan tugasnya patut menjadi teladan dan panutan bagi para ASN.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Ledakan di Monas dari Granat Asap, 2 TNI Terluka

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 07.05 WIB, menyebabkan dua anggota TNI, Serka Fajar dan Prada Gunawan menderita laku luka.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Ledakan di Monas, Kapolda: Diduga Granat Asap

Ledakan yang terjadi di Monas, Selasa (3/12/2019) diduga akibat ledakan dari granat asap.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Polisi Tutup Sebagian Jalan Kawasan Monas

Polisi melakukan penutupan jalan di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Selasa (3/12/2019) pagi, menyusul terjadinya ledakan.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019

Kapolda Metro dan Pangdam Akan Gelar Konferensi Pers

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono diagendakan menggelar konferensi pers terkait ledakan di Monas.

MEGAPOLITAN | 3 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS