Ujaran Kebencian, Massa Pro Anies Dipolisikan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Ujaran Kebencian, Massa Pro Anies Dipolisikan

Jumat, 17 Januari 2020 | 21:07 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Suhadi, perwakilan Advokat Peduli Perdamaian (APP), membuat laporan ke Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan sekelompok ibu-ibu dalam aksi unjuk rasa, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

"Tadinya kita mau laporkan terkait makar. Tapi tadi ada pendapat kalau makar itu tetap menjadi bagian, namun bukan hal yang pokok. Kita akhirnya laporkan terkait ujaran kebencian," ujar Suhadi, Jumat (17/1/2020).

Dikatakan Suhadi, kasus ini bermula dari adanya aksi unjuk rasa yang digelar massa Jakarta Bergerak terkait masalah banjir, di DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020) kemarin. Massa yang didominasi ibu-ibu itu memprotes kinerja pemerintah DKI Jakarta -Gubernur Anies Baswedan- dalam menangani masalah banjir.

"Demo yang dilakukan ibu-ibu korban banjir itu hanya sekadar memberikan tuntutan, semacam meluapkan emosinya," ungkapnya.

Namun, tambah Suhadi, ternyata ada massa tandingan yang digelar sekelompok ibu-ibu pro Anies Baswedan, di lokasi.

"Mereka itu bukan hanya membuat tandingan demo, tapi sudah mengarah kepada hal-hal yang menurut saya tidak patut, tidak pantas dilakukan. Misalnya, dia membawa semacam pamflet yang terbuat dari karton, di situ dituliskan, 'kalau gubernur Anies diturunkan, kita akan turunkan presiden lo'. Ini kan tidak pantas," katanya.

Menurut Suhadi, pemilihan presiden sudah diuji dan sah secara konstitusional. Hasilnya, Jokowi sebagai Presiden Indonesia.

"Kok, kenapa (Jokowi) dibawa-bawa. Dan, kenapa juga bisa mengatakan itu presiden lo, tidak boleh. Itu presiden Indonesia. Presiden rakyat Indonesia. Jujur kami merasa dirugikan dengan ucapan-ucapan seperti itu. Makanya itu yang menjadi obyek laporan," tegasnya.

Aduan Suhadi tercatat dalam nomor laporan polisi: LP/330/I/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ, tertanggal 17 Januari 2020, terkait ujaran kebencian, yang diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Terlapornya, berinisial AHS.

"Berkaitan dengan data siapa yang dilaporkan, kita sudah melakukan pelacakan dari medsos. Kita menemukan data seseorang berinisial AHS. Itu yang kita laporkan," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pengamat: Pansus Banjir Hanya Kuras Energi

Lagipula, kalaupun pansus terbentuk dan menghasilkan rekomendasi belum tentu langsung dieksekusi gubernur.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Hasil Kajian, Moda Trem Cocok untuk Kota Bogor

Pemkot Bogor menggunakan trem baru dan tidak menggunakan trem hibah dari Utrecht, Belanda.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Dua Hari ke Depan, Jakarta Berawan-Hujan Ringan

BMKG memperkirakan cuaca Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari ke depan akan berawan dan hujan ringan.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Anies Masih Bisa Pantau Pintu Air di Ruang Gubernur

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan aplikasi JAKI alias Jakarta Kini yang dikembangkan melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Polda Metro Bekuk 4 Pelaku Penipuan Investasi Saham

Selama tiga bulan beroperasi, para pelaku penipuan berhasil meraup uang Rp 80 juta dari enam orang korban yang sudah melapor ke polisi.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

BPBD DKI Tegaskan DWS Bukan Alat Cegah Banjir

Keberadaan DWS ditujukan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di daerah rawan banjir.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

BPBD DKI: Teknologi DWS di Jakarta Hibah dari Jepang

Teknologi Disaster Warning System (DWS) yang diterapkan di Jakarta merupakan bantuan hibah dari Jepang.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

4 Pelaku Penyekapan dan Penculikan di Kantor EO Ditahan Polisi

Polisi melakukan penahanan terhadap empat pelaku kasus penyekapan dan penculikan terhadap korban Mike Goenawan SO.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Annisa Travel Kumpulkan Donasi Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Annisa Travel menggelar berbagai kegiatan guna menggalang dana yang nantinya akan disalurkan untuk korban banjir.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Loncat dari Lantai 3, Siswi SMPN 147 Ciracas Akhirnya Meninggal

Pihak sekolah membantah upaya bunuh diri yang dilakukan SN terkait adanya perundungan.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS