Polda Metro Jaya Tangkap 6 Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Polda Metro Jaya Tangkap 6 Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:04 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, membongkar kafe remang-remang yang menyajikan jasa "esek-esek", di Jalan Rawa Bebek RW 13, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak 10 anak di bawah umur dipaksa melayani pria hidung belang setiap harinya di kafe tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap enam orang tersangka terkait kasus eksploitasi anak-anak di bawah umur ini.

"Subdit Reknata berhasil mengungkap eksploitasi anak di bawah umur di sebuah kafe, pada hari Senin 13 Januari, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Berhasil diamankan enam pelaku yang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan dengan peran mengekploitasi anak di bawah umur," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/1/2020).

Dikatakan Yusri, tersangka yang ditangkap berinisial R alias mami A, perannya memaksa anak melayani hubungan badan para tamu sekaligus pemilik Kafe Khayangan. Kemudian, tersangka A alias mami T, perannya muncikari. Selanjutnya, tersangka D dan TW perannya mencari dan menjual anak. Tersangka A selaku calo muncikari, dan terakhir tersangka E berperan selaku timer, cleaning service, penjaga kamar, pencatat, dan pengumpul bayaran korban.

"Modusnya, mereka menjual anak di bawah umur untuk menemani hidung belang di kafe. Anak itu dijual untuk para hidung belang, saat ini 10 korban yang akan kita kembangkan nanti," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, tersangka TW dan D mencari anak di bawah umur dan dijual kepada sang mami, dengan harga Rp 750.000 sampai Rp 1,5 juta bergantung wajah dan penampilan.

"Lalu si mami memaksa anak itu untuk menemani minum sampai dengan berhubungan badan, bayarannya Rp 150.000. Si anak dibayar Rp 60.000, sisanya untuk mami. Mereka dibayarnya akhir bulan. Kalau anak itu nanti mau keluar dari area kafe harus tebus dengan uang 1,5 juta, ini peraturan dari mami. Handphone-nya disita, tidak ada komunikasi dengan dunia luar," katanya.

Sementara itu, Kabag Bin Opsnal Dit Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto mengatakan, para pelaku sangat sadis mengeksploitasi anak-anak di bawah umur. Setiap hari, mereka dipaksa untuk melayani konsumen minimal 10 kali dalam satu hari.

"Apabila tidak mencapai itu, para korban didenda (Rp 50.000). Tidak adanya pemeriksaan kesehatan berkala, ini berpotensi penularan penyakit," jelasnya.

Menurut Pujiyarto, omset para pelaku dalam menjalankan bisnis esek-esek ini mencapai miliaran rupiah dalam satu bulan.

"Satu bulan omsetnya dua miliar. Gaji diberikan setelah dua bulan melaksanakan aksi, jadi dua bulan awal nggak digaji," sebutnya.

Operasi Senyap

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Piter Yanottama mengatakan, timnya menggelar operasi senyap dalam mengungkap kasus ini.

"Kami melakukan penindakan tertutup. Kami masuk ke tempat itu, (enam tersangka) itu yang berhasil kami amankan. Kami baru ungkap ini, di situ banyak kafe. Tiap tempat itu punya ownernya masing-masing. Masing-masing punya maminya," katanya.

Piter menyebutkan, polisi mengamankan belasan korban eksploitasi seks di Kafe khayangan. Terdiri dari 10 anak-anak dan lima dewasa.

"Mess-nya ada di situ. Mereka menyiapkan tempat yang ala kadarnya, yang sangat tidak layak. MCK (mandi, cuci, kakus)-nya di situ. Kemudian mereka kalau menerima tamu juga di situ. Tempatnya pun sangat kumuh, bersebelahan sama kafenya," jelasnya.

Tragisnya, karena ditarget harus melayani 10 tami dalam sehari, para korban diminta menelan pil agar tidak datang bulan alias haid.

"Kalau mau menstruasi akan dikasih obat. Minum pil (diduga ilegal) sehingga mesntruasi tertahan, padahal hakekatnya menstruasi bagian dari metabolisme tubuh. Tapi kalau nggak menstruasi berbulan-bulan, ada yang sakit, tidak ada pemeriksaan berkala juga dari tempat itu. Kalau sakit tinggal dibawa ke klinik, kalau sudah fatal ya, dipulangin saja. Mereka modelnya kayak begitu, nggak mau repot. Nggak boleh menstruasi karena kalau menstruasi akan mengurangi jatah tamunya. Kalau sehari 10 tamu, empat orang sudah 40. Kami lakukan cek visum, segala macam, ada kerusakan vaginanya parah sekali dengan usia yang masih muda seperti itu," katanya.

Berdasarkan informasi, kegiatan eksploitasi itu sudah berjalan selama dua tahun. Hasil analisa sementara, diduga kafe remang-remang itu berdiri setelah kawasan Kalijodo dibongkar.

"Otomatis orang-orang yang ada di situ menyebar kemana-mana. Beberapa orang membentuk koloni, kantung-kantung itulah," ucapnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati mengungkapkan, kasus ini merupakan sebuah perbudakan di dunia modern.

"Kita lihat ada serangkaian kekerasan yang biadab. Ini harus dicegah, anak harus diselamatkan," katanya.

Pihaknya, mengapresiasi kinerja Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Harus ada efek jera kepada pelaku agar kasus ini tidak terulang, karena ini merupakan kejahatan serius. "Saya merekomendasikan proses hukum yang serius untuk efek jera yang kita optimalkan," tandasnya.

Polisi menyita puluhan kondom, sejumlah telepon genggam, Kartu Tanda Penduduk, buku absen, daftar tamu, uang tunai, dan kartu ATM dalam pengungkapan kasus itu.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 76I Jo Pasal 88 dan atau Pasal 76F Jo Pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 terkait perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 296
KUHP dan atau Pasal 506 KUHP, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Polrestro Jaktim Ringkus Komplotan Pemeras Modus Jasa Derek

Komplotan modus jasa derek pemeras tak segan-segan melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Pimpinan Dua Ormas di Bogor Bersepakat Damai

BPPKB dan Pemuda Pancasila bersepakat damai dan meminta para kadernya untuk tidak melakukan aksi-aksi lanjutan.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

DKI Tegaskan Kontraktor Revitalisasi Monas Tak Lakukan Wanprestasi

Dinas Citata DKI menegaskan bahwa kontraktor revitalisasi Monas tidak melakukan wanprestasi.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Ini Alasan PKS Pilih Nurmansjah Lubis Jadi Cawagub

“Beliau kan S1 dan S2 bidang akuntasi. Jadi beliau paham urusan anggaran. Apalagi beliau punya pengalaman pekerjaan sebagai auditor," kata Arifin.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

DKI Bantah Kontraktor Revitalisasi Monas Abal-Abal

Pemprov DKI membantah kontraktor revitalisasi Monas adalah kontraktor abal-abal atau tidak meyakinkan seperti yang dituduhkan Partai Solidaritas Indonesia.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Drainase Buruk, Banjir Rendam Permukiman di Harapanjaya

Sekitar pukul 04.00 WIB tadi, hujan ‎deras yang melanda Kota Bekasi mengakibatkan banjir di dua RT yakni RT 04 dan 05, RW 08 Kelurahan Harapanjaya.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Pengamat: Calon Gerindra Lebih Berpeluang Jadi Wagub DKI

"Tetapi baik Pak Riza maupun Pak Nurmansjah memiliki pengalaman yang baik secara organisasi," kata Gembong Warseno.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Siswi SMP Ciracas Bunuh Diri, Polisi Masih Dalami Saksi

Proses pemeriksaan saksi belum sampai pada kesimpulan penyebab bunuh diri siswi kelas IX itu.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Pertahankan WTP, Anies Minta SKPD DKI Tuntaskan Masalah Aset

Anies Baswedan juga menyarankan kepada seluruh jajarannya untuk membuat tim khusus sebagai langkah percepatan penyelesaian LKPD sesuai dengan ketentuan.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Berhenti di Jalan Tol, Modus Pengemudi Hindari Ganjil-Genap

Berhenti di jalan tol dapat mengganggu ketertiban, keamanan dan keselamatan lalu lintas.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS