Bejat, Predator Seks Tua Asal Prancis Lecehkan 305 Anak Perempuan di Hotel Jakarta
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Bejat, Predator Seks Tua Asal Prancis Lecehkan 305 Anak Perempuan di Hotel Jakarta

Kamis, 9 Juli 2020 | 20:16 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Bejat, tersangka Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65), diduga mengeksploitasi dan melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, di sejumlah hotel, di bilangan Jakarta Barat. Tidak tanggung-tanggung, pria tua asal negara Prancis itu diduga melecehkan setidaknya 305 anak dengan modus hendak dijadikan foto model.

"Alhamdulillah, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus eksploitasi secara ekonomi atau kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur atau Child Sex Groomer yang dilakukan warga negara asing di Jakarta. Tersangka atas nama FAC alias Frans alias Mister, sudah berusia 65 tahun. Yang bersangkutan tidak ada pekerjaan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020).

Dikatakan Nana, tersangka diduga telah melakukan eksploitasi atau pelecehan seksual terhadap 305 anak perempuan di bawah umur, di sejumlah hotel di Jakarta Barat. Berdasarkan catatan selama delapan bulan terakhir, predator seksual itu menjalankan aksinya di berbagai hotel di Jakarta Barat.

"Korban sebanyak 305 anak perempuan, kalau anak berarti berumur 18 tahun minus satu hari ke bawah. Data dari Imigrasi tersangka sudah berulang kali masuk Indonesia sejak bulan Februari 2015, yang bersangkutan masuk sebagai turis. Selama tiga bulan terakhir, April sampai Juni 2020, selama pandemi (Covid-19) berada di Indonesia berpindah-pindah hotel. Dia selalu berpindah-pindah hotel. Dan memang untuk dokumen yang bersangkutan, visa habis dengan alasan Covid-19," ungkapnya.

Nana menyampaikan, kronologis pengungkapan bermula ketika Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mendapatkan informasi terkait dugaan tindak kejahatan eksploitasi atau pelecehan seksual terhadap anak perempuan.

"Kemudian melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi di hotel PP, Jalan Mangga Besar, sekitar Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Pada kamar itu penyidik mendapati warga negara asing (tersangka) dalam kondisi setengah telanjang bersama dua anak di bawah umur dengan kondisi telanjang dan setengah telanjang. Kami amankan, kami bawa ke Polda dan diperoleh keterangan warga negara asing itu selama tiga bulan melakukan pencabulan dengan kedok fotografi terhadap anak perempuan di bawah umur," katanya.

Menurut Nana, polisi menduga setidaknya ada 305 anak perempuan menjadi korban berdasarkan temuan rekaman video yang disimpan di laptopnya. Korbannya kebanyakan anak jalanan yang kemudian didandani, kemudian dipotret dan dilecehkan.

"305 anak itu berdasarkan data video di laptop dalam bentuk film. Jadi seluruh data dia videokan, ada kamera tersembunyi di kamar itu ketika melakukan aksinya. Jadi korban merupakan perempuan anak jalanan, mereka dibujuk dengan memberikan imbalan uang, kemudian mereka didandani, di make up sehingga terlibat menarik, kemudian mereka difoto. Pelaku menyampaikan kepada korban mereka akan dijadikan foto model, setelah itu kemudian mereka disetubuhi," jelasnya.

Cari Korban di Jalan

Nana menyebutkan, modus operandi tersangka biasanya berjalan-jalan mencari kerumunan anak-anak perempuan, kemudian didekati, ditawarkan dan dibujuk untuk menjadi foto model. Ketika ada anak perempuan yang mau, maka korban dibawa ke kamar hotel yang sudah "disulap" menjadi mirip studio.

"Dalam menjalankan aksinya, tersangka menyiapkan kamera tersembunyi untuk merekam perbuatannya. Anak yang disetubuhi dikasih imbalan uang Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta," ucapnya.

Tersangka, tambah Nana, juga memanfaat anak-anak yang pernah menjadi korban untuk mengajak teman-temannya ke hotel. Sehingga jumlahnya mencapai ratusan korban. "Diiming-imingi menjadi foto model anak tersebut, kemudian diforo telanjang, kemudian disetubuhi oleh tersangka. Bagi anak yang tidak mau disetubuhi, di sini unsur kekerasan juga ada, anak ini ditempeleng bahkan ditendang," terangnya.

Nana mengungkapkan, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa 21 pakaian atau kostum yang dipakai korban untuk pemotretan, laptop, enam memory card, enam kamera, dua flash kamera, satu microfon, satu lighting, dua card reader, dua DVR, dua alat bantu seks atau vibrator, satu pelumas, 20 kondom, satu kimono, paspor tersangka, dan kertas tagihan hotel.

"Ketika penyidik akan melakukan tracking, pelaku ini memang tidak kooperatif. Kami kerjasama dengan siber Mabes Polri untuk membuka laptop itu, dan diperoleh data ada 305 video mesum sedang melakukan perbuatan seks dengan anak, dilakukan pelaku. Hanya satu pelakunya," katanya.

Nana menegaskan, tersangka dijerat Pasal 81 Juncto 76D Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dipidana dengan hukuman seumur hidup, paling singkat 10 tahun, maksimal 20 tahun, dan dapat dikenakan hukuman kebiri kimia. "Kami akan kenakan hukuman yang paling berat," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari Batubara mengaku, sangat prihatin dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi. Dia menilai, Polri, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan pihak lainnya harus bersatu melakukan langkah yang lebih serius dalam upaya pencegahan.

"Paling mudah adalah early warning system harus kita buat lebih baik. Saya kira Polri, Polda Metro sudah baik sekali bisa mengungkap kasus yang sangat dahsyat ini. Tentunya kami berharap proses hukum berjalan dan mudahan-mudahan mendapat hukuman yang setimpal atas kejahatan yang dilakukan terhadap anak yang membuat hati kita miris," katanya.

Juliari menyatakan, siap menampung korban untuk dilakukan rehabilitasi di beberapa balai sosial di Jakarta."Apabila diberikan mandat untuk melakukan rehabilitasi kami siap dengan segala sumber daya yang kami miliki untuk support selama proses hukum berlangsung dan pemulihan psikososial korban yang berjumlah 305 anak. Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polda Metro Jaya, semoga tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini," tegasnya.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, mendukung Polri untuk mengusut tuntas terhadap pengembangan kasus ini, karena sangat memungkinkan ada korban-korban lain.

"Kemudian, karena dilakukan TKP-nya di hotel, tentu ini warning kita semua, juga pemerintah daerah untuk memastikan pengawasan dan kontrol terhadap hotel-hotel dan tempat hiburan yang ada di lingkungan kita. Tidak menutup kemungkinan manajemennya tidak tahu, tapi ini terjadi. Ini penting sekaligus meningkatkan kontrol internal bagi manajemen hotel agar anak-anak kita tidak menjadi objek seksual di area hotel," terangnya.

Dia menambahkan, kasus ini juga menjadi pemantik peringatan bagi orang tua atau masyarakat untuk saling menjaga keamanan anak. Masyarakat harus lebih peduli apabila melihat ada dugaan kekerasan atau kejahatan seksual terhadap anak.

"Kalau pun bukan anak kita, tapi ada anak lain, kita melihat di sana ada gerak-gerik diduga ada tindakan salah, apalagi mengarah tindakan seksual, kita semua harus aware, pencegahan, sekaligus lapor polisi kalau ada dugaan serius yang bersangkutan adalah pelaku," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Kampung Tangguh di Kabupaten Tangerang

Kampung Tangguh yang diresmikan Kapolri dan Panglima merupakan program dari Polri dengan bantuan TNI untuk menjaga kesediaan pangan.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Bekasi Akan Buka Sekolah

Pemkot Bekasi mengklaim wilayahnya telah masuk zona hijau Covid-19. Dengan begitu, Pemkot Bekasi memastikan akan membuka sekolah-sekolah, pertengahan Juli.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

PPDB SMP di Depok Berjalan Lancar

PPDB tahun ajaran 2020/2021 jenjang SMP di Kota Depok melalui jalur zonasi berjalan lancar karena konsep zonasi yang diterapkan berdasarkan kelurahan.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Warga Miskin di Depok Diprediksi Bertambah Ratusan Ribu Dampak Pandemi

Pada tahun 2019, kemiskinan di Kota Depok mencapai angka 2,077 persen atau sebanyak 76.000 orang.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Sebulan Ditutup, Mitra 10 Bogor Kembali Buka

Mitra 10 Bogor dinilai sudah memenuhi tujuh kriteria yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Polisi Bekuk Dua Pengguna Ganja di Sekitar TIM

Polisi tidak menemukan barang bukti ganja saat penangkapan, tetapi urine kedua tersangka positif menggunakan barang haram tersebut.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Suap UNJ

Penyidik melakukan gelar perkara bersama Bareskrim serta KPK, dan disimpulkan penyidik tidak menemukan pelanggaran tindak pidana korupsi.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Tabrak Pagar, Pengemudi Mobil Tewas di Daan Mogot

Seorang pengendera mobil meninggal dunia setelah menabrak pagar gudang di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (9/7/2020) dini hari WIB.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Pemprov DKI: Sanksi Larangan Kantong Kresek Tidak Menyasar Konsumen

Sanksi larangan kantong belanja sekali pakai (kantong kresek) tidak menyasar konsumen atau pembeli.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Palsukan 22 Akta Jual Beli, Kepala Desa Lengkong Kulon Diciduk Polisi

MP (46) kepala desa aktif di Desa Lengkong Kulon diciduk oleh aparat Polrestro Jakarta Utara karena sudah memalsukan 22 buku akta jual beli (AJB).

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS