Ini Penyebab Kematian Pelaku Pelecehan 305 Anak
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Ini Penyebab Kematian Pelaku Pelecehan 305 Anak

Senin, 13 Juli 2020 | 13:43 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65), pelaku kasus dugaan pelecehan terhadap 305 anak perempuan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melilit kabel ke lehernya, di ruang tahanan Polda Metro Jaya. Hasil diagnosa sementara, dia tewas karena tulang belakang leher retak.

"Kalau untuk hasil autopsi belum kita laksanakan karena belum ada permintaan untuk dilakukan autopsi. Namun diagnosa dari dokter yang merawat itu jelas dari hasil rontgen ada retakan pada tulang belakang di leher, yang menyebabkan sumsumnya kena jerat, sehingga suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting berkurang," ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Umar Shahab, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Dikatakan Umar, tersangka Francois dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya dalam kondisi lemas, namun tensi masih teraba. "Korban dalam hal ini tersangka FAC dikirim dari ruang tahanan Polda Metro ke Biddokkes dalam kondisi lemas, tensi masih teraba, kemudian dalam kondisi seperti itu langsung kita larikan ke Kramat Jati (Rumah Sakit Bhayangkara Polri). Sebelumnya kita sudah koordinasi agar disiapkan tindakan-tindakan medis sebelumnya," ungkapnya.

Umar menyampaikan, sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara Polri, tim medis langsung melakukan tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Tapi karena kondisinya semakin lemah, yang bersangkutan dibawa ke Intensive Care Unit (ICU).

"Di sana dilakukan tindakan-tindakan sebagaimana upaya kita menyiapkan untuk mempertahankan kehidupan seseorang, tidak ada perbedaan apakah dia tersangka atau korban atau pasien lainnya. Semua kita lakukakan tindakan yang betul sesuai prosedur," katanya.

Setelah sempat menjalani perawatan selama tiga hari, Francois akhirnya meningal dunia, sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (12/7/2020) malam. "Sampai saat ini, jenasah masih ada di kamar jenasah. Kemudian dikoordinasikan dengan kedutaan tindak lanjut yang akan diambil apakah perlu penyidik meminta untuk dilakukan autopsi lebih dahulu atau langsung dari kedutaan meminta untuk dikirim," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengungkapkan, kronologi bagaimana pria tua asal Prancis itu diduga melakukan percobaan bunuh diri. Pada mulanya, petugas jaga yang sedang melakukan pengecekan, menemukan Francois dalam kondisi terikat lehernya dengan kabel, di selnya, Kamis (9/7/2020) malam.

"Ada kabel yang terikat, tapi (dia) tidak tergantung. Berupaya untuk menggunakan berat badan, berupaya untuk ada percobaan bunuh diri yang dilakukan tersangka FAC dengan menggunakan kabel yang memang kabel itu sudah ada di sel tahanan. Cukup tinggi sebenarnya (posisi kabel). Tetapi dengan tinggi badan yang bersangkutan bisa meraih dengan menaiki tembok kamar mandi. Dililitkan di lehernya, tidak tergantung, berupaya dengan badannya, berupaya percobaan bunuh diri," jelasnya.

Petugas jaga, kata Yusri, langsung membawa Francois ke Biddokkes dan kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Polri. "Dilakukan perawatan dan tindakan medis, kurang lebih tiga hari. Tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka tersebut meninggal dunia," katanya.

Yusri menuturkan, Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap petugas jaga tahanan, kemudian menggelar rekonstruksi untuk mengetahui jalannya peristiwa percobaan bunuh diri itu.

"Setelah dilakukan rekonstruksi, diketahui bahwa kabel itu cukup tinggi ada di ujung, kemudian dia naik ke atas tembok meraih, kemudian dililitkan. Kami masih berkoordinasi dengan Kedutaan Prancis, sementara jenazah masih ada di rumah sakit," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wagub DKI: Tetap Semangat Walau Belajar Jarak Jauh

Untuk waktu pelaksanaan MPLS dan matsama tahun pelajaran baru 2020/2021 diadakan selama tiga hari, yaitu pada 13, 14, dan 15 Juli 2020.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Tutup 3 Hari

Kasus itu ditemukan mulai dari orang bergejala dan orang tanpa gejala (OTG).

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Jokowi Soroti Positivity Rate Jakarta 10,5%

Jokowi menginginkan jajarannya menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk terus mengendalikan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Setelah Coba Bunuh Diri, Pelaku Pelecehan 305 Anak Akhirnya Meninggal

Tersangka meninggal dunia setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Rumah di Perum Griya Bekasi Terbakar, 3 Penghuninya Tewas

Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Camat Kebayoran Lama Jadi Pelaksana Tugas Lurah Grogol Selatan

Asep dinonaktifkan dari jabatannya karena kasus menerbitkan KTP buronan kasus korupsi Djoko Tjandra.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Tindak Lanjut Kasus Limbah Medis di Bekasi Harus Diperjelas

Semua limbah terkait wabah Covid-19 harus dikelola secara ketat

NASIONAL | 13 Juli 2020

Ratusan Bus Urai Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor

Antrean penumpang jauh lebih pendek atau hanya berjarak 100 meter dari mesin tapping.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Anies: Jika Kebijakan Rem Darurat Diterapkan, Kita Semua Akan Kerepotan

Dengan kebijakan rem darurat, maka aktivitas ekonomi, keagamaan dan sosial akan dihentikan sebagaimana dilakukan pada pertengahan April 2020.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Satu Pekerjanya Positif Covid-19, Pusat Perbelanjaan Yogya Bogor Ditutup

Pekerja itu statusnya bukan karyawan Yogya, hanya saja ia bekerja di salah satu tenant pakaian anak.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS