Predator Seks Ratusan Anak Tewas, Dugaan Penjualan Video Porno Terus Diselidiki

Predator Seks Ratusan Anak Tewas, Dugaan Penjualan Video Porno Terus Diselidiki

Senin, 13 Juli 2020 | 17:52 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65), pelaku kasus dugaan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap 305 anak perempuan meninggal dunia, Minggu (12/7/2020). Frans sebelumnya telah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melilitkan kabel ke lehernya, di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Kendati pelaku telah tewas, penyidik tetap menelusuri ratusan identitas korban yang belum terindentifikasi untuk dilakukan rehabilitasi. Termasuk, mencari tahu apakah barang bukti 305 rekaman video mesum yang dibuatnya dijual-belikan. Penyidik tetap melakukan penelusuran mengenai video porno yang diduga dijual ke tempat lain.

"Kalau kasusnya SP3 karena tersangkanya dia (meninggal dunia). Tetapi kita masih mencari 286 lagi korban identitasnya untuk bisa kita rehabilitasi. Terus kemudian, kita juga masih mencari apakah ini (rekaman video) dijual di tempat lain, ini masih didalami. Kalau dijual, ini dijual ke mana, ini masih didalami tim siber," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada Beritasatu.com, Senin (13/7/2020).

Dikatakan Yusri, dari 305 korban yang sudah teridentifikasi sebanyak 19 orang. Sehingga masih ada 286 korban anak perempuan yang sedang ditelusuri identitasnya.

"Jadi 19 yang bisa kita identifikasi, kami akan terus berupaya untuk bisa mengidentifikasi korban-korban. Karena ini korban-korban warga kita, anak-anak kita semuanya. Sudah disampaikan oleh Menteri Sosial langsung bahwa dalam hal ini kita harus kerja sama dengan Kemsos dan PPA (Kementerian PPPA) untuk bisa trauma healing terhadap korban," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik memang mengalami kendala dalam melakukan identifikasi karena korban usianya di bawah umur dan belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Kalau kita sudah punya e-KTP kita bisa, ada alat face recognition. Cukup saya foto saja, tahu datanya lengkap karena kita sudah berkoordinasi dengan Inafis dan Dukcapil. Tapi anak ini semua di bawah umur yang belum memiliki e-KTP, makanya kita pelan-pelan," katanya.

Sementara itu, Yusri mengungkapkan, polisi sudan berkoordinasi dengan keluarga dan orang tua dari 19 korban yang telah terindentifikasi. "Orang tuanya meminta di rumah saja dulu, tetapi tetap diawasi Kementerian Sosial dan PPA," tandasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap tersangka Francois Abello Camille alias FAC alias Frans alias Mister (65), lantaran diduga mengeksploitasi dan melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, di sejumlah hotel, di bilangan Jakarta Barat. Tidak tanggung-tanggung, pria tua asal negara Prancis itu diduga melecehkan 305 anak dengan modus hendak dijadikan foto model.

Polisi menduga setidaknya ada 305 anak perempuan itu menjadi korban berdasarkan temuan rekaman video mesum yang disimpan di laptopnya. Korbannya kebanyakan anak jalanan yang didandani, kemudian dipotret dan dilecehkan atau disetubuhi.

Pada Kamis (9/7/2020), petugas jaga menemukan Francois dalam kondisi lemas dengan kondisi leher telilit kabel di dalam ruang tahanannya. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (13/7/2020) malam. Diagnosa dokter, dia tewas karena tulang belakang leher retak yang menyebabkan sumsumnya kena jerat, sehingga suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting berkurang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkot Bekasi Giatkan Kembali Peran RW Siaga

RW Siaga kembali digiatkan guna menekan lonjakan penularan pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Kembalikan Uang Rp 500 Juta, Petugas KRL Diganjar Hadiah dari BUMN

Kementerian BUMN dan lima perusahaan BUMN memberikan apresiasi kepada dua pekerja kontrak PT KAI dan PT KCI yang menemukan uang Rp 500 juta dan mengembalikannya

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Hari Pertama Tahun Ajaran Baru, Belum Ada Sekolah Tatap Muka

Para pelajar masih belajar di rumah secara daring.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Ini Penyebab Kematian Pelaku Pelecehan 305 Anak

Berdasarkan hasil diagnosa sementara, tersangka Francois Abello Camille alias FAC meninggal dunia karena tulang belakang leher retak.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Wagub DKI: Tetap Semangat Walau Belajar Jarak Jauh

Untuk waktu pelaksanaan MPLS dan matsama tahun pelajaran baru 2020/2021 diadakan selama tiga hari, yaitu pada 13, 14, dan 15 Juli 2020.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Tutup 3 Hari

Kasus itu ditemukan mulai dari orang bergejala dan orang tanpa gejala (OTG).

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Jokowi Soroti Positivity Rate Jakarta 10,5%

Jokowi menginginkan jajarannya menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk terus mengendalikan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Setelah Coba Bunuh Diri, Pelaku Pelecehan 305 Anak Akhirnya Meninggal

Tersangka meninggal dunia setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Rumah di Perum Griya Bekasi Terbakar, 3 Penghuninya Tewas

Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020

Camat Kebayoran Lama Jadi Pelaksana Tugas Lurah Grogol Selatan

Asep dinonaktifkan dari jabatannya karena kasus menerbitkan KTP buronan kasus korupsi Djoko Tjandra.

MEGAPOLITAN | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS