Metro TV Tunggu Polisi Ungkap Kasus Kematian Yodi Prabowo
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Metro TV Tunggu Polisi Ungkap Kasus Kematian Yodi Prabowo

Jumat, 24 Juli 2020 | 16:42 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Metro TV masih menunggu penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan, mengungkap kasus kematian Yodi Prabowo yang ditemukan terbujur kaku, di samping tembok Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Diharapkan polisi bisa mengungkap kasus untuk memberikan keadilan.

"Kami berharap mereka bisa menuntaskan karena banyak hal yang pada akhirnya ditunggu oleh publik kan. Jadi ini merupakan salah satu hal yang, posisi kami di Metro TV dan teman-teman sama pada dasarnya. Kita ingin mendapatkan finalisasi yang pada akhirnya bisa memberikan apa, situasi ini selesai dan keadilan diberikan dan semua sudah bisa melanjutkan kehidupan. Kurang lebih seperti itu yang pada akhirnya kita inginkan," ujar News Director Metro TV Arief Suditomo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/7/2020).

Dikatakan Arief, dirinya datang ke Polda Metro Jaya karena dipanggil penyidik. Namun, pembicaraan yang dilakukan tidak berkaitan dengan hasil penyelidikan.

"Kami pihak Metro TV pernah berkomunikasi dan kali ini kami yang diminta hadir. Mereka tidak menyampaikan report sih ya, lebih kepada hanya silahturahmi saja. Iya bukan yang terkait dengan penyidikan. Ada beberapa substansi yang kita bicarakan, tapi kita tidak bisa diskus di sini. Hal-hal yang pada akhirnya teman-teman akan ketahui saya pikir nggak akan jauh beda nanti substansinya. Tinggal tunggu waktunya dan saya jamin tidak akan lama. Mereka juga tahu kita sama-sama menanti," ungkapnya.

Menyoal apakah sudah ada titik terang kasus, Arief mengatakan, dirinya belum bisa merilis apa-apa dan menyerahkan semuanya kepada Polda Metro Jaya.

"Belum, belum. Karena pihak Polda yang akan merilis. Tapi apakah akan berakhir di sini saya belum bisa kasih informasi yang lebih detail. Kami ingin segera kasus ini tuntas dan mudah-mudahan pihak Polda bisa menuntaskan segera," katanya.

Arief menegaskan, penyidik belum menginformasikan terkait kesimpulan penyelidikan kasus kematian Yodi Prabowo.

"Saya belum tahu. Belum ada kesimpulan yang mereka berikan kepada kami. Mungkin dalam waktu dekat mereka akan rilis, tapi dalam hal ini posisi kami sama, posisi kita sama (menunggu). Jadi Insyaallah segera bisa disimpulkan dan segera bisa diketahui oleh publik karena kami pun berada pada posisi yang sama," jelasnya.

Arief mengaku, optimis penyidik bisa mengungkap kasus ini. "Saya optimis karena yang tadinya kasus ini dihandle oleh Polres sekarang saat ini dihandle satuan yang lebih besar lagi. Mereka punya yang jauh lebih canggih. Jadi seharusnya ini bisa mengakselerasi proses penuntasan. Kita intinya memberikan support kepada Polda. Progres mereka bilang ada progres, tapi ya kita tidak mendapatkan detail," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Penjualan Daring, Penampungan Hewan Kurban Berkurang

Seminggu jelang perayaan Iduladha, hanya ada 37 titik penampungan hewan kurban di Jakpus.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

Satpol PP DKI Gencarkan Razia untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Untuk mencegah semakin massifnya penyebaran Covid-19, Satpol PP DKI Jakarta, intensif melakukan razia di berbagai tempat.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

Tilang Elektronik Efektif dan Valid bagi Pelanggar Lalin

Semua pelanggar bisa terekam secara 24 jam nonstop, sehingga pembuktian terhadap pelanggar makin valid.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

Palak Sopir, 6 Preman Ditangkap di Cengkareng

Polisi menangkap enam preman di Cengkareng, Jakarta Barat, karena memalak sopir mobil ekspedisi yang melintasi kawasan tersebut.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

Anies Baswedan: DKI Total Tangani Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, sejak awal mereka sangat serius menangani Covid-19. Itu dilakukan demi rakyat DKI, bukan untuk pencitraan.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

Hindari Penyebaran Covid-19, Frekuensi Perjalanan KRL Ditambah

Ada empat perjalanan tambahan yang melayani pengguna mulai Jumat (24/7/2020) sehingga total setiap harinya PT KCI mengoperasikan 966 perjalanan KRL.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

KCI Kembali Tambah Frekuensi KRL

Dengan mengoptimalkan frekuensi perjalanan KRL ini, PT KCI berharap pengguna makin dapat menjaga jarak aman saat berada di dalam KRL.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

DKI Kumpulkan Rp 570 Juta dari Pelanggar Masker

Jajarannya gencar melakukan operasi di semua tempat untuk memastikan warga DKI atau yang beraktivitas di DKI menggunakan masker.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020

Gubernur DKI: Sayangi Anak dan Jadilah Anak Bahagia

Pastikan anak-anak tidak bermain di tempat berisiko, jika temukan anak demikian, maka perlu disapa dan ditegur agar menghindari tempat yang berisiko.

MEGAPOLITAN | 23 Juli 2020

Rumah Tinggal Terbakar di Kebon Jeruk, 14 Mobil Pemadam Dikerahkan

Belum diketahui apa penyebab asal api dan berapa rumah yang terbakar di lokasi. Saat ini, petugas masih melakukan proses pemadaman.

MEGAPOLITAN | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS