DKI Sudah Kumpulkan Denda PSBB Rp 2,47 Miliar
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

DKI Sudah Kumpulkan Denda PSBB Rp 2,47 Miliar

Rabu, 5 Agustus 2020 | 16:46 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumpulkan uang denda dari pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga PSBB transisi sebesar Rp 2.470.710.000. Uang denda ini disetor ke kas daerah.

"Sampai saat ini uang dari sanksi denda sudah sampai Rp 2 miliar dari pelanggaran (PSBB)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Widyastuti di acara BNPB Jakarta, yang disiarkan melalui Youtube, Rabu (5/8/2020).

Jumlah tersebut berasal dari denda pada masa PSBB Tahap II sebesar Rp 302.100.000, pada masa PSBB Tahap III sebesar Rp 507.700.000 dan pada masa PSBB transisi hingga perpanjangannya sebesar Rp 1.570.910.000.

Pelanggaran yang dikenai sanksi denda mencakup tempat usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan dan melanggar aturan PSBB termasuk PSBB transisi, pelanggaran di tempat atau fasilitas umum, pelanggaran sosial budaya dan pelanggaran tidak menggunakan masker. Denda yang paling banyak berasal dari pelanggaran tidak memakai masker sebesar Rp 1.007.560.000.

"Kita nggak kejar uang tetapi bagaimana disiplinkan warga," tandas Widyastuti.

Pelanggaran yang begitu banyak, kata Widyastuti, menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta umumnya masih menganggap Covid-19 bukan ancaman. Masyarakat, kata dia, menilai Covid-19 akan selesai dengan sendirinya.

"Masalah utama di Jakarta saat ini, adalah ternyata masih ada persepsi dari warga yang belum memahami dengan benar bahwa Covid-19 itu masih menjadi ancaman, masih menganggap Covid-19 itu nanti selesai dengan sendirinya," ungkap dia.

Karena itu, lanjut Widyastuti, Pemprov DKI melakukan berbagai upaya untuk menyadarkan warga akan bahaya dan pencegahan Covid-19. Termasuk dengan penindakan atau pemberian sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan.

"Kita ingin ajak ayo kita semua, setiap individu jadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya. Kita pastikan kita jangan menjadi atau jangan sampai tertular dan menjadi sumber penularan sekitar kita dengan terapkan protokol kesehatan," pungkas Widyastuti.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Warakas

Dari tubuh pasutri lansia itu tidak ditemukan luka atau tanda tanda-tanda penganiyaan.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Polisi Panggil Saksi Ahli Kasus Dugaan Hoaks Herbal Covid-19

Polisi akan memanggil ahli saksi bahasa dan saksi ahli dari IDI terkait klaim Hadi Pranoto yang menemukan obat herbal Covid-19.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Volume Penumpang KA Bandara Meningkat 93%

KA Bandara sudah beroperasi kembali secara bertahap dan berangsur-angsur mengalami peningkatan jumlah penumpang.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

RSUD Depok Kembali Buka Layanan Rawat Inap Pasien Non-Covid-19

Namun demikian, kapasitas tempat tidur di masing-masing ruangan akan dibatasi dari jumlah biasanya.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Proyek Jalan Layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat Rampung Akhir 2020

Jalan layang Lenteng Agung dibangun dengan total anggaran Rp 143,5 miliar.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

UMKM Ini Targetkan Pasok Alat Kepengurusan Jenazah ke 1.000 Masjid

Rajane Keranda menargetkan dapat memasok alat kepengurusan jenazah kepada 1.000 masjid di seluruh Indonesia.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Polisi Periksa Pelapor Kasus "Obat Covid-19" Anji dan Hadi Pranoto

Dikatakan Yusri, pada saat pemeriksaan Muanas memberikan barang bukti satu USB dan transkrip wawancara antara pemilik akun Duniamanji dengan Hadi Pranoto.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Laboratorium di Jakarta Bisa Periksa Hampir 11.000 Sampel Covid-19 Per Hari

Dengan jumlah 54 Lab jejaring, kata Widyastuti, Pemprov DKI bisa melakukan pemeriksaan sebanyak 10.917 sampel per hari.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Pemprov DKI: Ganjil Genap Agar Kantor Disiplin Terapkan Kapasitas 50%

Hal ini menjadi salah satu penyebab kantor dan tempat usaha menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

13 Orang dari Klaster Keluarga Semplak Bogor Diisolasi

Klaster keluarga Sempak merupakan kasus terbanyak dengan 22 orang.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS