DKI: Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan dan Macet
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

DKI: Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan dan Macet

Minggu, 9 Agustus 2020 | 19:25 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Perlintasan sebidang atau perpotongan jalur kereta dengan jalan berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan kendaraan. Pembangunan fly over atau underpass menjadi solusi mengatasi permasalahan.

Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Bina Marga saat ini tengah mengerjakan dua pembangunan fly over di Lenteng Agung dan Tanjung Barat di atas perlintasan sebidang. Ke depan, Bina Marga berencana membangun kembali perlintasan tidak sebidang di rel kereta api. Namun, kapan waktunya dan berapa jumlahnya masih dalam pengkajian.

"Ke depan kita masih berencana membangun perlintasan tak sebidang di rel KA, akan tetapi untuk lokasi di mana saja dan berapa FO (fly over) dan UP (underpass) yang akan dibangun masih kita kaji," ujar Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna kepada Beritasatu.com, Minggu (9/8/2020).

Menyoal berapa jumlah perlintasan sebidang di Jakarta, Hananto belum menjelaskan karena tidak memegang datanya. Namun, dipastikan perlintasan sebidang berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

"Yang pasti memang perlintasan yang masih sebidang itu memang berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas dan juga menimbulkan kecelakaan pengguna jalan," ungkapnya.

Hananto menyampaikan, berdasarkan peraturan perlintasan sebidang perpotongan jalur kereta dan jalan agar dibuat fly over atau underpass.

"Terdapat amanat dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 2017 tentang Perkeretaapian yang mengamanatkan bahwa perpotongan antara jalur kereta api dan jalan agar dibuat tidak sebidang (fly over dan underpass) untuk keselamatan perjalanan KA," katanya.

Sementara itu, pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, hingga saat ini kemacetan masih menjadi permasalahan di bidang lalu lintas, termasuk disiplin pengguna jalan yang relatif masih rendah. Semisal, pada pelanggaran menerobos palang pintu kereta ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu kereta sudah mulai ditutup.

"Sehingga sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerugian materi, korban luka bahkan meninggal dunia," jelasnya.

Budiyanto menuturkan, dalam Pasal 114 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, telah diatur tata cara berlalu lintas pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan dan ketentuan pidananya. Pasal 114 berbunyi, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: a.) berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta sampai dengan mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain, b.) mendahulukan kereta Api; dan c.) memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

"Pasal 296, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sampai dengan berbunyi, palang pintu kereta api sampai mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000," katanya.

Menurut Budiyanto, perlintasan sebidang yang sudah dipasang palang pintu belum mampu memberikan keamanan dan keselamatan kepada para pengguna jalan.

"Hal ini bisa dilihat dari pelanggaran serobot palang pintu yang relatif masih tinggi dan kejadian kecelakaan perlintasan sebidang," ucapnya.

Atas latar belakang itu, tambah Budiyanto, pemerintah membangun underpass atau fly over pada persimpang sebidang.

"Tujuannya menjamin keamanan dan keselamatan lalu lintas pada perlintasan sebidang. Mengurai kemacetan, meningkatkan kinerja lalu lintas, meniadakan pelanggaran dan kecelakaan di perlintasan, dan meningkatan kecepatan lalu lintas pada perlintasan tersebut," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pegadaian Tutup Sementara Kantor Wilayah VIII Jakarta

Pegadaian secara konsisten terus melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Depok Zona Merah, Wali Kota Segera Terbitkan SE Protokol Kesehatan Pribadi

Lonjakan kasus konfimasi positif di Depok juga merupakan hasil dari semakin masifnya pendeteksian melalui rapid test maupun Swab PCR.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

PSBB Tangerang Raya Kembali Diperpanjang sampai 24 Agustus

Masih naiknya jumlah kasus Covid-19 di wilayah Tangerang Raya jadi alasan diperpanjangnya PSBB sampai 24 Agustus 2020.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Gubernur Banten Siapkan Sanksi Denda di PSBB Jilid 8

PSBB jilid 8 di Tangerang Raya akan diperpanjang dari 10 Agustus sampai 24 Agustus.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Pabrik Mebel Hangus Terbakar di Cakung

26 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

DKI Terus Masifkan Tes PCR

Jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

60 Persen Warga Depok Merupakan Komuter

Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Depok disebabkan karena dampak tingginya pergerakan orang, terutama mereka yang bekerja di perkantoran.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Ini Data Perkantoran yang Ditutup DKI Jakarta Selama PSBB Transisi

Selama PSBB Transisi, Pemprov DKI Jakarta telah menutup 41 perkantoran secara sementara.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

PSBB Transisi, DKI Tutup 41 Perkantoran

Selama PSBB Transisi, Pemprov DKI Jakarta telah menutup 41 perkantoran secara sementara.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Menanti Jalan Layang "Instagrammable" di Selatan Jakarta

Jalan layang serta jembatan penyeberangan orang di Lenteng Agung akan dibuat "Instagrammable" sehingga indah dilihat.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS