Ini Motif Pelaku Penembakan di Tangsel
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.92)   |   COMPOSITE 4934.09 (-21.68)   |   DBX 924.804 (0.62)   |   I-GRADE 130.838 (-0.85)   |   IDX30 413.425 (-2.12)   |   IDX80 108.094 (-0.55)   |   IDXBUMN20 272.657 (-4.2)   |   IDXG30 115.379 (0.28)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-3.03)   |   IDXQ30 120.916 (-0.42)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.74)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.78)   |   IDXV30 102.468 (-0.6)   |   INFOBANK15 776.883 (-4.08)   |   Investor33 360.093 (-0.71)   |   ISSI 144.765 (-0.4)   |   JII 523.909 (-1.11)   |   JII70 177.568 (-0.47)   |   KOMPAS100 966.07 (-4.74)   |   LQ45 756.376 (-3.63)   |   MBX 1366.8 (-6.93)   |   MNC36 270.277 (-1.55)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.82)   |   SMInfra18 233.321 (-1.8)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-1.44)   |  

Ini Motif Pelaku Penembakan di Tangsel

Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:08 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Tangerang Selatan, Beritasatu.com- Polres Tangerang Selatan berhasil menangkap tiga pelaku teror penembakan yang sempat meresahkan warga, tiga pekan belakangan. Menurut keterangan pelaku melakukan aksinya dengan latar belakang atau motif ingin membubarkan balapan liar.

"Kita telah menangkap tiga orang tersangka yang selama beberapa pekan terakhir ini telah melakukan keresahan berupa menembak pengguna jalan dengan menggunakan senjata airsoft gun dan peluru mimis. Ketiga tersangka adalah EF, diduga sebagai pemilik senjata airsoft gun, perannya pada saat itu sebagai eksekutor. Kedua saudara CHA dan tersangka CLH, keduanya merupakan saudara diduga kembar. Satu sebagai pengemudi pada saat beraksi, satunya lagi menentukan target," ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan, Selasa (11/8/2020).

Menyoal apa motivasi pelaku melakukan penembakan, Iman menuturkan, pada saat pemeriksaan tersangka mengaku ingin membubarkan balapan liar. Namun, penyidik masih akan mendalami lagi motif atau latar belakangnya karena korbannya bukan pelaku balap liar.

"Ketiganya saat ini telah kita periksa motivasinya bahwa mereka ingin membubarkan pelaku balap liar. Namun itu tak sesuai dengan fakta penyelidikan yang kita lakukan. Korban bukan pelaku balap liar dan tidak terlibat balap liar, tapi pengguna jalan raya. Maka motif ini terus kita gali dalam proses penyidikan lanjutan," ungkapnya.

Iman menyampaikan, ketiga tersangka yang berdomisili di Kota Tangerang, setidaknya telah melakukan aksi penembakan sebanyak tujuh kali dengan korban delapan orang, di Tangerang Selatan.

"Mereka juga melakukan ini di Kota Tangerang. Jadi bukan hanya di Tangsel. Ketiganya berdasarkan hasil penyelidikan kita tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka terhadap perkara penganiayaan dan juga kepemilikan senjata tanpa izin. Kita kenakan Undang-undang Darurat," katanya.

Menurut Iman, penyidik menyita tiga pucuk senjata air gun yang dipakai untuk menembak para korban, satu dus peluru gotri dan peluru mimis, serta satu mobil Daihatsu Xenia.

"Senjata ini mereka beli dan kita sedang mengembangkan dari mana senjata ini mereka dapatkan. Karena saudara EF memiliki tiga pucuk ini kami masih menggali apa motivasi memiliki ketiga senjata ilegal ini. Kita pastikan bahwa yang bersangkutan memiliki senjata tanpa izin, maka kita kenakan Undang-undang Darurat" jelasnya.

Iman mengungkapkan, para pelaku sebelumnya sudah bersepakat dan merencanakan akan melakukan aksi setiap malam Minggu.

"Pola yang mereka lakukan setiap akhir pekan, malam Minggu di atas jam 10 (22.00) malam. Satu malam bisa tiga korban. Alasan mereka biar membubarkan yang kebut-kebutan. Mereka mengaku tidak senang melihat ada yang balap liar. Tapi ini tidak sesuai fakta yang kita temukan karena teman-teman yang menjadi korban ini bukan pelaku balap liar. Ada yang sebagai pedagang dan mahasiswa. Betul acak. Jadi sepanjang jalan raya yang ramai di sana lah menjadi sasaran para pelaku," ucapnya.

Imam menjelaskan, penyelidikan kasus sempat mengalami kendala karena sebagian besar korban tidak mengetahui kapan ditembak, hanya merasakan sakit di tubuhnya. Begitu dicek di rumah sakit diketahui mengalami luka tembak peluru mimis.

"Inilah yang menjadi kesulitan dalam pengungkapan ini. Namun kita punya metode penyelidikan sehingga kita dapat menyimpulkan ketiga tersangka adalah pelaku daripada penembakan. Senjatanya yang digunakan ada peredamnya juga, kadang-kadang kalau situasi agak jauh menggunakan yang laras panjang. Ini dilakukan sejak Juni," katanya.

Iman menegaskan, penyidik terus melakukan penyelidikan menggunakan metode tertentu yang tidak dijelaskan, hingga menemukan salah satu tersangka sedang mengendarai mobil.

"Pada saat salah satu tersangka mengemudikan kendaraan lalu kita berhentikan, kita geledah menemukan senjata soft gun, kita kembangkan dan menangkap dua pelaku lain. Apartemen salah satu tersangka kita geledah dan menemukan barang bukti lain," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ganjil Genap, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Meningkat hingga 6,25%

Selama seminggu kemarin tentu ini belum bisa dijadikan patokan.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

250 Warga Tidak Ber-KTP di Bantaran Rel Senen Terima Bansos

Kebanyakan warga yang bermukim di sana merupakan pendatang yang mencoba mengadu nasib di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Ribuan Kendaraan Langgar Ganjil Genap Ditilang

Sebanyak 140 anggota dikerahkan khusus untuk mengawasi sistem ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

5 Petugas di Puskesmas Kota Bogor Dilaporkan Positif Covid-19

Dalam tiga hari terakhir penambahan kasus terkonfirmasi positif diketahui berjumlah 36 orang.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

Pemkot Bogor Imbau Warga Peringati HUT Ke-75 RI Secara Sederhana

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau warganya agar merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI secara sederhana.

MEGAPOLITAN | 11 Agustus 2020

3 Hari, 10 Perkantoran di Jakarta Ditutup

Umumnya, yang ditutup merupakan perkantoran swasta dan sebagian telah dibuka kembali setelah dilakukan sterilisasi.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

28 Kecamatan di Kabupaten Bogor Masuk Zona Merah

Adapun kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor ada 606, dengan rincian 27 kasus meninggal dunia, dan 349 pasien yang berhasil sembuh.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Pengacara: Anji Siap Kooperatif Sampai Tuntas

Menyoal apakah Anji siap jadi tersangka, karena kasusnya telah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan, Milano mengatakan, masih jauh.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Teror Penembakan di Tangsel, Polisi Tangkap 3 Orang

Ketiga orang tersangka penembakan di Tangerang Selatan itu ditangkap di beberapa tempat berbeda seperti di salah satu apartemen dan di rumahnya.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Pengadaan Toa EWS Senilai Rp 4,3 Miliar Dibatalkan

Dari hasil evaluasi, program toa sebagai peringatan dini banjir dinilai tidak efektif.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS