Reka Ulang Mutilasi, Perencanaan, Eksekusi Hingga Upaya Hilangkan Bukti
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-0.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-6.18)   |   DBX 982.653 (-1.45)   |   I-GRADE 141.194 (-0.09)   |   IDX30 430.883 (-0.25)   |   IDX80 114.327 (-0.2)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.38)   |   IDXG30 119.385 (-0.38)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-0.25)   |   IDXQ30 125.574 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.17)   |   IDXV30 107.621 (-0.63)   |   INFOBANK15 842.759 (0.22)   |   Investor33 376.322 (-0.45)   |   ISSI 151.265 (-0.55)   |   JII 550.5 (-2.74)   |   JII70 187.95 (-0.77)   |   KOMPAS100 1026.39 (-1.33)   |   LQ45 794.213 (-0.97)   |   MBX 1420.94 (-1.65)   |   MNC36 281.737 (-0.11)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.77)   |   SMInfra18 242.709 (-1.44)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-0.16)   |  

Reka Ulang Mutilasi, Perencanaan, Eksekusi Hingga Upaya Hilangkan Bukti

Jumat, 18 September 2020 | 20:31 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka Djumadil Al Fajri alias DAF (26) dan Laeli Atik Supriyatin alias LAS (27), memeragakan 37 adegan dalam rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu alias RHW, di Polda Metro Jaya dan Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat. Adegan yang diperagakan mulai dari perencanaan, eksekusi pembunuhan, mutilasi hingga upaya menghilangkan barang bukti.

"Rekonstruksi bagaimana mereka memperagakan apa yang sudah dituang di dalam berita acara, kemudian dilakukan kembali dalam peragaan-peragaan. Ada 37 adegan, di 13 TKP," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020).

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, dari 37 adegan penyidik membagi dalam tiga tahapan. Tahapan pertama perencanaan, kedua adalah tahapan pelaksaanan, dan yang terakhir pasca-pelaksanaan yaitu, pembersihan TKP serta upaya menghilangkan barang bukti.

"Perencanaan muncul dari inisiasi dua tersangka dengan awalnya membuka salah satu aplikasi komunikasi (Tinder) yang ingin menjaring calon korban. Kemudian, tersangka L ini berupaya mengajak korban mendatangi apartemen di tempat sini. Perencanaan ketiga adalah sebelum eksekusi ternyata peran dan penempatan tersangka sudah disiapkan yaitu, tersangka DF sudah diposisikan di dalam kamar apartemen sebelum korban masuk ke dalam," ungkap Calvijn.

Kemudian masuk ketahap pelaksanaan atau eksekusi. Calvijn menyampaikan, tersangka Fajri yang sudah berada di dalam kamar mandi keluar dan melakukan pemukulan dengan batu ketika korban dan tersangka Laeli berhubungan badan di tempat tidur.

"Berawal dari dilakukannya pemukulan menggunakan batu kepada korban, penusukan menggunakan alat gunting oleh pelaku kepada korban, kemudian dilakukan mutilasi. Sebelum dilakukan mutilasi, di situ juga ada perdebatan sehingga terjadilah eksekusi," katanya.

Calvijn melanjutkan, tahapan selanjutnya adalah pasca-pelaksaan yang menggambarkan rangkaian-rangkaian setelah eksekusi para pelaku mengambil properti milik korban.

"Ada dua properti milik korban yang pertama adalah properti yang digunakan saat di TKP, seperti perhiasan, jam, dompet dan lain sebagainya. Kemudian hasil dari pengambilan uang yang ada di ATM, yang ada di credit card sehingga dilakukan pembelian secara online barang-barang mulai dari logam mulia yang ditukarkan menjadi kendaraan bermotor roda dua dan seterusnya," jelasnya.

Menurut Calvijn, tahap selanjutnya adalah menghilangkan barang bukti dengan menyiapkan koper, memasukkan 11 potongan jenazah korban ke dalam dua koper dan satu tas ransel, termasuk menggali lubang untuk mengubur jenazah korban. "Mereka membeli parang, membeli gergaji dan seterusnya (sekop, cangkul, cat semprot, bantal-guling, sprei)," ucapnya.

Calvijn mengungkapkan, ada empat lokasi utama terkait kasus mutilasi ini. Pertama tempat perencanaan, di sebuah rumah indekos, di kawasan Depok, Jawa Barat.

"TKP kedua adalah TKP pelaksanaan yaitu, di salah satu apartemen di Pasar Baru. Di sini tempat dilakukan eksekusi dan mutilasi. TKP ketiga dan keempat TKP pasca-pelaksanaan yaitu, salah satu di apartemen Kalibata untuk packing jenazah yang dimutilasi di potong, ditempatkannya sementara di TKP salah satu apartemen di Kalibata. Kemudian yang terakhir TKP perumahan yang dikontrak oleh kedua tersangka di daerah Depok," tandasnya.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, kedua tersangka tampak tenang dalam menjalani setiap adegan reka ulang. Namun, tersangka Laeli terlihat selalu menunduk dan berupaya menutup wajahnya dengan rambutnya yang berwarna kuning.

Tahap perencanaan diperagakan pada adegan pertama hingga keempat, mulai dari mencari sasaran, memutuskan kalau Rinaldi sebagai korban hingga janjian ketemu. Selanjutnya pada adegan keempat, tersangka Laeli bertemu dengan korban di Kopi Kenangan, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, adegan keenam hingga 16 merupakan tahapan eksekusi. Berawal dari korban dan Laeli masuk ke dalam kamar apartemen, sementara tersangka Fajri telah bersembunyi di dalam kamar mandi dengan membawa batu bata dan gunting.

Setelah berbincang-bincang sebentar, korban dan tersangka Laeli berhubungan badan. Tak lama kemudian, Fajri keluar dari kamar mandi sambil membawa batu dan memukul kepala korban dari belakang.

Sejurus kemudian, Fajri menindih dan menusuk dada korban sambil memeras minta uang dengan alasan korban telah berhubungan badan dengan istrinya. Korban menolak, dan tersangka melakukan penganiayaan berupa penusukan menggunakan gunting.

Korban sempat berusaha melarikan diri, namun tersangka Fajri kembali menusuk punggungnya dan ditarik ke tempat tidur. Ketika itu tersangka Laeli mencoba menanyakan password handphone korban, sementara Fajri mengancam dan kembali menganiaya dengan memukul serta menusuk korban.

Tak lama setelah password diberikan, korban akhirnya meninggal dunia. Selanjutnya, korban diikat menggunakan tali dan diangkat ke kamar mandi.

Pada adegan selanjutnya, tersangka keluar membeli peralatan mutilasi berupa pisau daging di Pasar Minggu. Kemudian, gergaji, cat semprot dan cat di Mitra 10, Jakarta Pusat.

Setelah korban ditinggal selama dua hari, pelaku kembali dan melakukan proses mutilasi mulai dari kaki sebelah kiri dan kanan, hingga bagian tubuh lainnya menggunakan pisau daging dan gergaji.

Selanjutnya, 11 potongan jenazah korban dimasukkan ke dalam dua koper dan satu tas ransel yang telah ditaburi kopi bubuk. Kemudian, jenazah korban dibawa ke Apartemen Kalibata City. Sebelum berangkat, mereka mengecat tembok yang terkena cipratan darah korban dan mengganti sprei serta bantal.

Pada adegan terakhir, kedua tersangka menyewa sebuah rumah selama satu bulan di Permata Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Mereka kemudian membeli sekop dan cangkul, selanjutnya menggali lubang kuburun di halaman belakang. Namun sebelum mereka mengubur jenazah korban, polisi berhasil melakukan penangkapan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wah, Pelaku Mutilasi Ternyata Pernah Ikut Olimpiade Kimia

Tersangka Laeli Atik Supriyatin merupakan sarjana jurusan MIPA di salah satu universitas terkemuka di Jakarta dan pernah ikut olimpade kimia tingkat provinsi.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

4 Hari Operasi Yustisi, 22.801 Pelanggar Terkena Sanksi

22.801 orang terjaring Operasi Yustisi terkait penegakan disiplin protokol kesehatan yang digelar bersamaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Hari Pertama Buka, Hotel Yasmin Tampung 21 Pasien Covid-19

Sebanyak 21 pasien orang tanpa gejala (OTG) masuk pada hari pertama dioperasikannya Hotel Yasmin sebagai lokasi hotel singgah.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Ketua KPU Positif Covid-19, Kantor KPU Ditutup Tiga Hari

Arief Budiman terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani swab test pada tanggal 17 September malam sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Polisi Reka Ulang Kasus Mutilasi Rinaldi

Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi korban Rinaldi Harley Wismanu alias RHW.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

73 Pegawai BPKP Berhasil Sembuh dari Covid-19

73 orang pegawai BPKP tersebut sudah dinyatakan sembuh setelah sebelumnya menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Polisi Tewas di Pondok Rangon Korban Tabrak Lari, Pelaku Diamankan

Polda Metro Jaya menyebutkan Briptu Andry Budi Wibowo (29) yang ditemukan tewas tergeletak bersimbah darah, terindikasi korban tabrak lari.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Buat Lubang Tembus ke Gorong-gorong, Narapidana Narkoba Diduga Kabur

Narapidana yang divonis hukuman mati itu diduga kabur setelah membuat lubang dari kamarnya dan tembus ke gorong-gorong saluran air.

NASIONAL | 18 September 2020

PSI Kecam Gangguan pada Ibadah Jemaat HKBP di Bekasi

Beribadah adalah hak yang dijamin konstitusi. Tidak boleh ada gangguan, dalam bentuk apa pun, dari warga lain.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Pasien Positif Covid-19 di RSD Wisma Atlet Bertambah 420 Orang

Perawatan pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang dirawat di tower 6 dan 7.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS