Ternyata, Tersangka Belajar Mutilasi Secara Otodidak dari Media Sosial
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Ternyata, Tersangka Belajar Mutilasi Secara Otodidak dari Media Sosial

Jumat, 18 September 2020 | 21:36 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menemukan enam fakta baru ketika mengelar rekonstruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu alias RHW. Salah satunya, ternyata tersangka Djumadil Al Fajri alias DAF (26) belajar melakukan tindakan mutilasi secara otodidak melalui media sosial.

"Kami penyidik melihat ada enam fakta baru yang ditemukan pada saat rekonstruksi," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020).

Dikatakan Calvijn, fakta pertama terkait perencanaan yang dilakukan tersangka Fajri dan Laeli Atik Supriyatin alias LAS (27). "Kedua tersangka ini merencanakan awal untuk pemerasan kepada calon-calon korban, target yang akan diperas dengan cara menggunakan aplikasi komunikasi yang ada dan dipancing untuk melakukan persetubuhan di dalam satu tempat, dan seolah-olah tersangka laki-laki merupakan suaminya dan dilakukan pemerasan di situ. Apabila tidak terlaksana pemerasan, maka disepakati oleh kedua tersangka dilakukan eksekusi sampai dengan dilakukan pembunuhan," ungkapnya.

Fakta kedua, tambahnya, sebelum korban dieksekusi ternyata Laeli sempat memaksa korban meminta password handphone-nya.

"Di sini pintu masuknya untuk mengambil berbagai properti yang ada, untuk menguras isi rekening dan seterusnya. Karena di handphone korban tersebut ada beberapa catatan yang dimiliki sehingga pelaku ini dengan leluasa mengambil uang korban," katanya.

Menurut Calvijn, fakta ketiga adalah ternyata tersangka Fajri sebelum melakukan mutilasi belajar otodidak. "Dia melihat di medsos yang ada bagaimana cara mutilasi. Karena pelaku ini kebingungan tidak bisa membawa korban keluar dari TKP sehingga dilakukan mutilasi," jelasnya.

Calvijn melanjutkan, fakta ke empat adalah ternyata jenazah korban berada lima hari di dalam Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat. Setelah pembunuhan, jenazah selama tiga hari ditinggal di dalam kamar mandi, dan dua hari pelaksanaan mutilasi.

"Mulai dari tanggal 9, 10, dan 11 korban, jenazah ini dibiarkan di kamar mandi yang ada di apartemen. Tanggal 12 dan 13, dua hari disitulah pelaku melakukan mutilasi-mutilasi selama dua hari," ucapnya.

Fakta kelima, kata Calvijn, setelah korban dimutilasi 11 bagian tubuhnya dimasukkan ke dalam dua koper dan satu tas. Kemudian, ada dua tahap pengiriman bagian tubuh korban ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

"Dua tahap pengiriman bagian tubuh korban ke salah satu apartemen di Kalibata, itu pengiriman dua kali. Menggunakan tiga media yang ada. Dua di antaranya koper, satu diantaranya ransel. Koper pertama adalah milik pelaku tetapi koper satunya lagi adalah dibeli pelaku untuk memasukkan bagian jenazah yang tidak muat, dimasukkan ke koper terakhir," katanya.

Calvijn menuturkan, fakta terakhir pada saat penangkapan tanggal 16 September, ternyata pelaku sudah merencanakan mengubur korban pada tanggal 17 September.

"Akan dikubur di kontrakan yang ada di Cimanggis, itu dikontrak satu bulan oleh kedua pelaku. Rencananya akan dilakukan di bagian belakang rumahnya, penguburan di situ," sebutnya.

Calvijn menegaskan, kedua tersangka telah merencanakan kasus pembunuhan, kemudian disertai mutilasi dengan sangat rapi dan matang.

"Rangkaian ini begitu rapi, dipersiapkan dengan matang dari perencanaan, pelaksaanan sampai dengan pembersihan lokasi dengan cara mengecat, kemudian mengganti seprainya dan lainnya. Pasal yang kami terapkan adalah Pasal
340, 338, dan 365 KUHP, ancaman hukuman mati, seumur hidup, atau paling tidak 20 tahun penjara," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lampaui Target Sensus, Pemkot Depok Raih Penghargaan BPS

Kota Depok berhasil meraih 107,14 persen dari target nasional sebesar 23 persen.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Pemkot Depok Ubah Aturan Pembatasan Aktivitas Usaha

Pemberian kelonggaran aktivitas usaha diberlakukan selama dua pekan kedepan.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Kepatuhan Penggunaan Masker di Kota Depok Meningkat

Jumlah pelanggar protokol kesehatan, khususnya dalam penggunaan masker, semakin menurun setiap harinya.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Reka Ulang Mutilasi, Perencanaan, Eksekusi Hingga Upaya Hilangkan Bukti

Adegan yang diperagakan mulai dari perencanaan, eksekusi pembunuhan, mutilasi hingga upaya menghilangkan barang bukti.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Wah, Pelaku Mutilasi Ternyata Pernah Ikut Olimpiade Kimia

Tersangka Laeli Atik Supriyatin merupakan sarjana jurusan MIPA di salah satu universitas terkemuka di Jakarta dan pernah ikut olimpade kimia tingkat provinsi.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

4 Hari Operasi Yustisi, 22.801 Pelanggar Terkena Sanksi

22.801 orang terjaring Operasi Yustisi terkait penegakan disiplin protokol kesehatan yang digelar bersamaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Hari Pertama Buka, Hotel Yasmin Tampung 21 Pasien Covid-19

Sebanyak 21 pasien orang tanpa gejala (OTG) masuk pada hari pertama dioperasikannya Hotel Yasmin sebagai lokasi hotel singgah.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Ketua KPU Positif Covid-19, Kantor KPU Ditutup Tiga Hari

Arief Budiman terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani swab test pada tanggal 17 September malam sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Polisi Reka Ulang Kasus Mutilasi Rinaldi

Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi korban Rinaldi Harley Wismanu alias RHW.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

73 Pegawai BPKP Berhasil Sembuh dari Covid-19

73 orang pegawai BPKP tersebut sudah dinyatakan sembuh setelah sebelumnya menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS