Polisi Kejar Pelaku Pelecehan Rapid Test di Bandara
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Polisi Kejar Pelaku Pelecehan Rapid Test di Bandara

Rabu, 23 September 2020 | 19:27 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polres Bandata Soekarno-Hatta, telah menetapkan oknum tenaga kesehatan berinisial EFY sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial LHI ketika menjalani rapid test, di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, polisi sedang mencari tersangka karena tidak berada di tempat indekosnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan saksi, mengumpulkan bukti, meminta keterangan saksi ahli, dan gelar perkara, penyidik memutuskan menaikan status kasus dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Kemudian, menetapkan oknum petugas kesehatan berinisial EFY sebagai tersangka.

"Sekarang kita sudah melakukan pengecekan karena memang yang bersangkutan sudah dibebastugaskan oleh PT Kimia Farma, kita mengecek ke tempat kosnya sampai sekarang nggak ada. Mudah-mudahan secepatnya, sekarang tim sudah bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap saudara EF ini," ujar Yusri, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020).

Dikatakan Yusri, EFY yang merupakan oknum tenaga medis ditetapkan sebagai tersangka dan dipersangkakan Pasal 378 tentang penipuan.

"Kita lihat awalnya adanya pemalsuan dokumen atau surat yang hasil reaktif ke non reaktif pada saat pemeriksaan rapid test. Tapi ternyata memang hasilnya yang bersangkutan memang negatif. Tetapi memang dengan satu kata-kata bohong untuk bisa menipu si korban ini dengan meminta uang Rp 1,4 juta, juga alat bukti pengiriman melalui m-banking itu sudah kita dapatkan semua. Memang yang bersangkutan membayar Rp 1,4 juta kepada oknum ini," ungkapnya.

Yusri menegaskan, penyidik sudah mengantongi identitas tersangka, dan sedang melakukan pencarian. "Sudah bergerak tim, memang cek di mana tempat kediamannya, kosnya sudah tidak ada. Tetapi data lengkapnya sudah kita dapati," katanya.

Menurut Yusri, penyidik sebelumnya telah memeriksa korban dengan cara jemput bola ke Bali. Korban sudah membuat laporan polisi terkait kasus dugaan pelecehan dan penipuan oleh oknum tenaga kesehatan. Awalnya dia sempat mengunggah peristiwa itu di Twitter, dan viral di dunia maya.

"Kita juga melakukan pemeriksaan bersama saksi ahli P2TP2A Gianyar Bali untuk bisa mengetahui psikologi daripada si pelapor sendiri. Juga sudah ada delapan saksi yang dilakukan pemeriksaan termasuk dari PT Kimia Farma," jelasnya.

Menyoal bagaimana terkait dugaan kasus pelecehannya, Yusri menuturkan, penyidik masih mendalami rekaman CCTV.

"Ini masih kita dalami nanti ada beberapa pasal. Karena memang ada CCTV kita temukan, mudah-mudahan masuk unsur. Karena memang menurut keterangan daripada korban bilang ada pelecehan. CCTV yang kita dapatkan pada saat itu memang betul sedang berdua dalam kondisi dekat. Kita masih mendalami terus keterangan saksi yang ada," tandasnya.

Seperti diketahui, seorang perempuan berinisial LHI melalui akun Twitter @listongs mengaku, diduga menjadi korban pelecehan oleh oknum dokter atau petugas medis ketika menjalani rapid test, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Menurutnya, ketika pemeriksaan hasil rapid test menunjukkan kalau dia reaktif Covid-19. Namun, oknum petugas medis itu menawarkan bisa mengubah data hasil rapid test korban menjadi non reaktif dengan biaya sebesar Rp 1,4 juta. Tak hanya menjadi korban pemerasan, oknum itu juga disebut diduga melakukan pelecehan seksual. Cerita perempuan ini kemudian viral di jagat maya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Raup Keuntungan Hampir Rp 11 M

Keuntungan yang diraih klinik aborsi ilegal di jalan Percetakan Negara III tersebut diperkirakan mencapai Rp 10,92 miliar.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

4 Kota di Jakarta Masuk Kategori Risiko Tinggi Covid-19

Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta saat ini mencapai 12.565 kasus dengan positivity rate 17,55%.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

14 Pasien OTG Dirawat di Stadion Patriot Candrabhaga

Terdapat 14 pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan yang dirawat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Bongkar Klinik Aborsi Ilegal, Polisi Bekuk 10 Tersangka

Sebanyak 10 orang yang diamankan termasuk pemilik klinik dan seorang yang berprofesinya sebagai dokter.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Pemprov DKI Sampaikan Penjelasan Raperda Penanggulangan Covid ke DPRD

Wagub Riza Patria mengatakan Raperda dibentuk dalam rangka memberikan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggaraan penanggulangan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

PTPP Salurkan Bantuan Logistik untuk Tim Medis RS Covid-19

Pemberian bantuan diharapkan bermanfaat bagi tenaga medis dan relawan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Aparat Bentuk Timsus Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Polda Metro Jaya juga meluncurkan hotline terkait pengaduan masyarakat tentang pelanggaran protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Antisipasi Banjir, Anies Instruksikan 7 Hal ke Jajaran

Ingub ini ditandatangani Anies Baswedan dan ditetapkan pada 15 September 2020.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

2 Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas Masih Dirawat di RSPAD

Direncanakan masih harus operasi pengambilan benda asing pada 25 September 2020.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Pasien Isolasi di Tower 4 dan 5 Bertambah 239 Orang

Di tower 6 dan 7 Wisma Atlet Kemayoran, saat ini jumlah pasien rawat inap mencapai 2.398 orang.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS