Sebagian Kota Bogor Alami Hujan Es
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Sebagian Kota Bogor Alami Hujan Es

Rabu, 23 September 2020 | 19:50 WIB
Oleh : Vento Saudale / YUD

Bogor, Beritasatu.com - Fenomena hujan es terjadi di Kota Bogor, Rabu (23/92020) sore. Hujan deras disertai butiran es terjadi di Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Salah satu warga Kayumanis, Aris menuturkan, peristiwa langka itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB bersamaan dengan derasnya hujan di daerah Kota Bogor, Rabu sore.

"Siang itu terik kan, tiba-tiba jam 5 awan gelap, lalu angin dan hujan deras turun saya pun masuk rumah," kata Aris.

Tidak lama hujan, tiba-tiba terdengar suara dari atas atap seperti bunyi batu berjatuhan. Aris pun melihat ke arah luar jendela ternyata ada butiran bola es di teras rumah.

"Lumayan, sebesar jempol esnya. Warga sekitar rumah juga mengalami hal yang sama. Hujan es berlangsung sekitar 15 menitan," Aris menambahkan.

Berdasarkan peringatan Dini Cuaca Jabodetabek, yang dikeluarkan BMKG, beberapa wilayah di Bogor memang berpotensi diguyur hujan deras pada Rabu sore mulai pukul 16:20 WIB.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Asep Firman dalam keterangannya menuturkan, prakiraan secara umum, BMKG menerangkan bahwa selama bulan September hingga Oktober terdapat periode peralihan musim atau pancaroba dari kemarau ke penghujan.

Di mana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat atau cuaca ekstrem.

"Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, hingga angin puting beliung, juga bisa disertai hujan es" ujarnya, Rabu (23/9/2020)

Hujan es ini memang tidak setiap kali datang. Dia akan datang di waktu-waktu tertentu saja. Kata Asep, fenomena hujan es biasanya terjadi pada cuaca ekstrem masa peralihan cuaca. Biasanya, cuaca pagi hingga siang panas terik.

"Tiba-tiba mendung pekat, kemudian hujan deras turun. Bahkan, kerap dibarengi dengan petir dan angin kencang. Bahkan, di sejumlah wilayah terjadi hujan es," paparnya.

Sebagai kota yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi, kota hujan ini memiliki beberapa titik yang bahkan sudah sangat biasa diterjang hujan es. Daerah-daerah yang dekat dengan Gunung Salak paling sering mengalami hujan seperti ini. Belum lagi petir yang memang besar-besar.

"Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tetapi bisa juga terjadi di daerah equator," ujarnya.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut biasa terjadi pada saat musim peralihan atau ketika frekuensi hujan banyak terjadi pada siang atau malam hari. Hujan es, biasanya turun antara pukul 13.00-17.00, tetapi tidak menutup kemungkinan juga turun di malam hari.

Hujan es yang disebut juga hail dalam ilmu meteorologi. Ialah presipitasi (kandungan kelembaban udara yang berbentuk cairan atau bahan padat, seperti hujan, embun, salju) yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level.

Es yang terjadi dengan proses ini, kata ia, biasanya relatif berukuran besar. Walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tidak semua bagiannya mencair.

Asep menjelaskan, hujan es berasal dari awan Cumulonimbus (CB) yang berlapis-lapis menjulang ke arah vertikal sampai dengan ketinggian 30.000 kaki lebih di dekat permukaan bumi. Dapat juga berasal dari awan multisel, dan pertumbuhannya secara vertikal, dengan luasan area horizontalnya sekitar tiga sampai lima kilometer.

"Peristiwa ini hanya bersifat lokal dan tidak merata, kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama," tambahnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Kejar Pelaku Pelecehan Rapid Test di Bandara

Pelaku pelecehan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta menghilang saat dicari di tempat indekosnya.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Raup Keuntungan Hampir Rp 11 M

Keuntungan yang diraih klinik aborsi ilegal di jalan Percetakan Negara III tersebut diperkirakan mencapai Rp 10,92 miliar.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

4 Kota di Jakarta Masuk Kategori Risiko Tinggi Covid-19

Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta saat ini mencapai 12.565 kasus dengan positivity rate 17,55%.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

14 Pasien OTG Dirawat di Stadion Patriot Candrabhaga

Terdapat 14 pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan yang dirawat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Bongkar Klinik Aborsi Ilegal, Polisi Bekuk 10 Tersangka

Sebanyak 10 orang yang diamankan termasuk pemilik klinik dan seorang yang berprofesinya sebagai dokter.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Pemprov DKI Sampaikan Penjelasan Raperda Penanggulangan Covid ke DPRD

Wagub Riza Patria mengatakan Raperda dibentuk dalam rangka memberikan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggaraan penanggulangan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

PTPP Salurkan Bantuan Logistik untuk Tim Medis RS Covid-19

Pemberian bantuan diharapkan bermanfaat bagi tenaga medis dan relawan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Aparat Bentuk Timsus Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Polda Metro Jaya juga meluncurkan hotline terkait pengaduan masyarakat tentang pelanggaran protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Antisipasi Banjir, Anies Instruksikan 7 Hal ke Jajaran

Ingub ini ditandatangani Anies Baswedan dan ditetapkan pada 15 September 2020.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

2 Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Ciracas Masih Dirawat di RSPAD

Direncanakan masih harus operasi pengambilan benda asing pada 25 September 2020.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS