Proses Aborsi di Klinik Jalan Percetakan Negara Hanya 5 Menit
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Proses Aborsi di Klinik Jalan Percetakan Negara Hanya 5 Menit

Jumat, 25 September 2020 | 19:44 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, rampung menggelar rekonstruksi kasus klinik aborsi ilegal, di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Pada reka ulang terungkap kalau proses aborsi hanya berlangsung selama 5 menit.

"Itu dilakukan dengan sangat cepat sekali. Asumsi dari persiapan si pasien masuk sampai dengan pemulihan itu estimasi hanya 15 menit saja. Jadi pada saat proses pengambilan vakum atau melakukan aborsi itu estimasi hanya 5 menit saja, ini yang sudah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, di sebuah rumah yang dijadikan klinik aborsi, Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020).

Dikatakan Calvijn, ada 63 adegan yang diperagakan langsung oleh 10 tersangka yang sudah ditangkap, sesuai dengan fakta, hasil pemeriksaan saksi, tersangka, dan barang bukti, di lokasi.

"Rangkaiannya jelas, mulai dari adegan pertama sampai dengan terakhir, itu meliputi pertama adalah perencanaan. Perencanaan ini adalah bagaimana pasien RS ini menjelaskan kepada pacarnya (kalau dia hamil), kemudian pertemuan-pertemuan yang dilakukan di tiga lokasi. RS membuka website klinik aborsi dan mendaftar, lanjut bertemu dengan tersangka lainnya yang merupakan pekerja di rumah aborsi ini," ungkapnya.

Calvijn menyampaikan, tahapan kedua terkait dengan persiapan seperti pasien dibawa ke rumah aborsi. "Sesampainya di rumah aborsi itu sudah dilakukan dengan leluasa tanpa ada hambatan karena sudah diantar langsung mulai dari penjagaan pintu depan, kemudian daftar di ruang register, kemudian dimasukkan ke dalam ruang USG di situ," katanya.

Menurut Calvijn, di ruang USG itulah terjadi tawar menawar harga mulai dari Rp 4 juta dan terakhir disepakati Rp 5 juta.

"Setelah dilihat dari usia kandungan janin tersebut faktanya, di tempat praktik aborsi ini melayani maksimal 12 minggu. Setelah di-USG, baru dimasukkan ke ruang tindakan dan dilakukan (aborsi) oleh oknum dokter yang kita jadikan tersangka dan petugas asisten dokter lainnya, sampai dengan di ruang pemulihan, dan pasien itu kembali," jelasnya.

Calvijn mengungkapkan, tahapan terakhir adalah penghilangan barang bukti. "Penghilangan barang bukti di tempat praktik ini dilakukan tanpa adanya bahan kimia, berbeda dengan TKP sebelumnya (Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat). Ini bisa dibuktikan si asisten dokter ini membuang gumpalan darah yang merupakan hasil aborsi ke dalam toilet yang ada di ruang tindakan. Sehingga kami penyidik dibantu dengan tim labfor dan identifikasi membuka septic tank dan kami temukan apa yang dijadikan barang bukti tersebut," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar klinik aborsi ilegal, di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, 9 September 2020.

Polisi menangkap 10 tersangka berinsial LA (52), perempuan, selaku pemilik klinik; DK (30), laki-laki, merupakan dokter aborsi; NA (30), perempuan, bagian registrasi pasien dan kasir; MM (38), perempuan, perannya melakukan USG; YA (51), perempuan, berperan membantu dokter melakukan aborsi; LL (50), perempuan, membantu dokter aborsi, RA (52), laki-laki, penjaga pintu; ED (28), laki-laki, cleaning service; SM (62), perempuan, melayani pasien. Kemudian, RS (25), perempuan, pasien aborsi.

Berdasarkan pemeriksaan diduga sebanyak 32.760 pasien menggugurkan janinnya sejak tahun 2017 lalu. Klinik itu diperkirakan meraup omset hingga Rp 10,9 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Klaster Panti Asuhan Tangerang Berasal dari Pasien Tanpa Gejala

Dari hasil tracing, mereka tertular dari salah satu pengasuhnya yang terpapar tapi tanpa gejala.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Tilang Elektronik Sistem ETLE Resmi Diluncurkan di Depok

Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik resmi diluncurkan di Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (25/9/2020)

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Ini Kriteria Warga Tidak Layak Daftar DTKS di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menetapkan warga yang tidak masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial di Ibu Kota.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Larangan Dine In, Omzet Restoran Melorot

Saat kembali ke PSBB, omzet turun hingga 70% dibandingkan kondisi normal.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Masuk Zona Merah, Ini Tingkat Penularan di Kota Bekasi

Angka tingkat penularan atau reproduksi Covid-19 di Kota Bekasi pada saat ini mencapai 1,11.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Pemkab Bekasi Gandeng Hotel Jadikan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Pemkab Bekasi mulai menggandeng hotel yang bersedia dijadikan sebagai ruang isolasi terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan maupun OTG.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Cara Unik Pemkab Bogor Perkenalkan Pariwisata

Pemkab Bogor menggelar lomba video kreatif dan menyanyi yang diikuti 298 peserta, terdiri dari 203 video kreatif dan 95 video menyanyi.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Reka Ulang Kasus Klinik Aborsi, 63 Adegan Digelar

10 tersangka memperagakan 63 adegan mulai dari perencanaan, pelaksanaan aborsi hingga penghilangan barang bukti janin.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

DKI Terus Tambah Sarana dan Prasarana Penanganan Covid-19

Pemprov DKI juga sudah membuka kembali dan merekrut tenaga medis untuk membantu penanganan pasien Covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Wagub DKI: Isolasi Terpusat Tekan Penyebaran Covid-19

Fasilitas isolasi terpusat akan mengurangi atau meniadakan isolasi mandiri.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS