Perusak Musala di Tangerang, Polisi: Emosi Dilarang Orang Tua
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Perusak Musala di Tangerang, Polisi: Emosi Dilarang Orang Tua

Rabu, 30 September 2020 | 19:38 WIB
Oleh : Farouk Arnaz, Chairul Fikri / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ari Syam Indardi mengatakan bahwa pelaku pencorat-coret di musala Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Selasa pukul 15.30 WIB (29/9/2020) kemarin masih labil.

Satrio Katon Nugroho, 18, mengatakan bahwa aksinya itu sebagai kebenaran berdasarkan pemahamannya dari Youtube.

“Tapi juga karena luapan emosi karena dilarang keluar rumah sama ortunya," kata Ade saat dihubungi, Beritasatu.com, Rabu (30/9/2020).

Ditambahkannya, berdasarkan keterangan pihak keluarganya, pasca bulan Ramadan lalu tersangka S ini berubah. Hal ini diungkapkan pihak keluarganya bahwa tersangka S saat ini tengah menjalani terapi untuk menyembuhkan rasa depresinya.

"Berdasarkan informasi keluarganya, sebelum Ramadan, pelaku ini rajin beribadah 5 waktu di Musala yang dijadikan tempat dirinya melakukan aksinya. Tapi setelah Ramadan dia tidak pernah lagi ke Musala untuk beribadah lagi, sering murung dan temperamental sehingga keluarganya melakukan segala upaya untuk menyembuhkan yang bersangkutan mulai dengan melakukan hypnoteraphy, dan beberapa upaya lainnya untuk menyembuhkan yang bersangkutan termasuk dengan rukhyah," lanjutnya.

"Jadi kesimpulan dari keluarganya, yang bersangkutan ini tidak dizinkan lagi keluar rumah tanpa pendampingan, namun fakta-nya kemarin jam 11.00 WIB, setelah dia bangun dia punya ide untuk melakukan perusakan seperti yang dilakukan kemarin. Dimana dia sempat minta uang 50 ribu sama ibunya, dengan alasan untuk jajan tapi kemudian dia belikan pilox, gunting, korek dan lakban yang kemudian dia gunakan untuk melakukan aksi vandalisme itu," tambahnya.

Ade sendiri menyatakan bahwa tersangka S ini telah menjalani pemeriksaan psikologi, dimana pihak kepolisian memanggil seorang psikiater.

"Hasil sementara dari pemeriksaaan psikologi, dinyatakan yang bersangkutan ini depresi. Namun proses penyelidikan dan penyidikan masih tetap akan dilanjutkan karena faktanya dia secara sadar dan dengan sengaja melakukan aksi vandalisme terhadap rumah ibadah itu. Hal lain masih terus dilanjutkannya proses penyidikan ini karena yang bersangkutan masih bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan secara sadar dan dia menyesali perbuatannya dan dia juga menangis," tandasnya.

Seperti diberitakan Satrio yang di rumahnya hanya berjarak 50 meter dari musala mengakui telah melakukan perbuatannya.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bisa dijerat dengan Pasal 156 (a) dan atau pasal 156 KUHP tentang penodaan terhadap agama.

Dari perbuatan tersangka, polisi sendiri telah mengamankan Al quran warna kuning emas yang ada coretan silang saat disemprot cat oleh pelaku. Selain itu, ada Alquran yang sudah disobek-sobek, 1 buah cat semprot, 1 buah lakban, gunting dan sebuah korek.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anies: Penanganan Banjir Tetap dengan Protokol Covid-19

Anies Baswedan menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta akan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Lucinta Luna Divonis Hukuman Penjara 1,5 Tahun

Vonis hukuman 1,5 tahun dan denda Rp 10 juta ini masih lebih ringan dari dakwaan yang disampaikan JPU.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

PSBB di Bodebek Diperpanjang hingga 27 Oktober

Gubernur Ridwan Kamil memperpanjang pemberlakuan PSBB secara Proposional diwilayah Bodebek dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 hingga 27 Oktober 2020.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Polisi Gelar 32 Adegan Reka Ulang Kasus Pelecehan Rapid Test

Tersangka Eko Firstson alias EF memperagakan langsung reka ulang yang digelar sebanyak 32 adegan, di lokasi.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Ini Motif Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang

S yang baru berusia 18 tahun telah dijadikan tersangka oleh polisi dan yang bersangkutan melakukan aksi vandalisme musala ini seorang diri.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Anies: Ada 106 RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Masyarakat juga bisa isolasi mandiri di rumah dengan kriteria yang harus dipenuhi.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

PSBB Bogor Diperpanjang, 600 Petugas Disiapkan untuk Razia Wisatawan

Pengetatan sendiri dilakukan untuk mengantisipasi wisatawan asal Jakarta yang akan berwisata ke kawasan Puncak, Bogor.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Bank DKI Raih Penghargaan

Pencapaian Bank DKI tersebut didasarkan pada pencapaian sejumlah indikator kinerja keuangan pada 2019.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Wagub DKI: Kami Sudah Jalankan Mini Lockdown

Salah satu wujud dari PSBK, kata Ariza adalah program kampung siaga lawan Covid-19 di setiap RW di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Pasien Isolasi Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 327 Orang

Jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 1.945 orang atau berkurang 327 orang dibandingkan hari sebelumnya.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS