Tersangka Dokter Aborsi Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Tersangka Dokter Aborsi Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan

Rabu, 30 September 2020 | 21:24 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka dr. Sarsanto W Sarsono alias SWS selaku penanggungjawab klinik aborsi ilegal, di Jalan Raden Saleh I RT 02 RW 02 Nomor 10 A, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, meninggal dunia. Dia dimakamkan dengan protokol kesehatan karena diduga terpapar Covid-19.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, tersangka Sarsanto yang merupakan dokter aborsi ilegal, mulai ditahan sejak tanggal 5 Agustus lalu, dan sempat diperpanjang masa penahanannya hingga 20 hari ke depan. Kemudian, pada tanggal 24 yang bersangkutan mengalami sakit.

"Yang bersangkutan merasa kurang sehat, karena memang umurnya sudah cukup tua. Kemudian dirujuk, dibantarkan ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk perawatan selama kurang lebih 3 hari, dan tadi pagi yang bersangkutan meninggal dunia dan sudah diambil oleh keluarganya," ujar Yusri, Rabu (30/9/2020).

Dikatakan Yusri, jenazah yang bersangkutan telah dimakamkan dengan protokol kesehatan.

"Tadi pagi sudah diambil langsung, tapi karena memang protokol kesehatan tetap kita melaksanakan penguburan dengan protokol kesehatan Covid-19. Tetap kan kita harus mengantisipasi semuanya," ungkapnya.

Menyoal apakah Sarsanto terpapar Covid-19, Yusri belum mengetahuinya karena masih menunggu hasil dari rumah sakit. "Belum, saat ini kita masih minta dari rumah sakit hasilnya," katanya.

Menurut Yusri, setiap tersangka yang hendak masuk ke dalam ruang tahanan sebelumnya telah melalui protokol kesehatan dan melakukan tes swab.

"Sudah. Dari pertama masuk kan memang salah satu syarat setiap tersangka yang akan kita lakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya ini kan memang harus melalui protokol kesehatan, harus diswab untuk mengetahui apakah tahanan positif atau tidak. Sejak dari awal itu rutin kita lakukan, rapid maupun swab di rutan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto AKBP Kristianingsih mengatakan, tersangka Sarsanto positif Covid-19. "Iya meninggal jam 09.00 pagi di ruang ICU. Iya (terkena Covid-19). Itu berdasar hasil swab," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Depok Fokus Penambahan Tempat Tidur dan Ruang ICU di RSUD

Gugus Tugas Depok menyebut untuk ketersediaan tempat tidur Rumah Sakit untuk pasien Covid-19 Depok saja belum cukup.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Perusak Musala di Tangerang, Polisi: Emosi Dilarang Orang Tua

Satrio Katon Nugroho mengatakan bahwa aksinya itu sebagai kebenaran berdasarkan pemahamannya dari Youtube.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Anies: Penanganan Banjir Tetap dengan Protokol Covid-19

Anies Baswedan menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta akan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Lucinta Luna Divonis Hukuman Penjara 1,5 Tahun

Vonis hukuman 1,5 tahun dan denda Rp 10 juta ini masih lebih ringan dari dakwaan yang disampaikan JPU.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

PSBB di Bodebek Diperpanjang hingga 27 Oktober

Gubernur Ridwan Kamil memperpanjang pemberlakuan PSBB secara Proposional diwilayah Bodebek dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 hingga 27 Oktober 2020.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Polisi Gelar 32 Adegan Reka Ulang Kasus Pelecehan Rapid Test

Tersangka Eko Firstson alias EF memperagakan langsung reka ulang yang digelar sebanyak 32 adegan, di lokasi.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Ini Motif Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang

S yang baru berusia 18 tahun telah dijadikan tersangka oleh polisi dan yang bersangkutan melakukan aksi vandalisme musala ini seorang diri.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Anies: Ada 106 RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Masyarakat juga bisa isolasi mandiri di rumah dengan kriteria yang harus dipenuhi.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

PSBB Bogor Diperpanjang, 600 Petugas Disiapkan untuk Razia Wisatawan

Pengetatan sendiri dilakukan untuk mengantisipasi wisatawan asal Jakarta yang akan berwisata ke kawasan Puncak, Bogor.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Bank DKI Raih Penghargaan

Pencapaian Bank DKI tersebut didasarkan pada pencapaian sejumlah indikator kinerja keuangan pada 2019.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS