Meliput Demo, Jurnalis Dipukul Bahkan Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Meliput Demo, Jurnalis Dipukul Bahkan Ditangkap

Jumat, 9 Oktober 2020 | 16:30 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat terdapat sedikitnya tujuh jurnalis menjadi korban kekerasan anggota Polri dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di Jakarta, Kamis (8 /10/2020).

Terdapat jurnalis yang mengalami pemukulan, perusakan alat kerja hingga ditangkap saat menjalankan kerja jurnalistik. Salah satunya, jurnalis Merahputih.com, Ponco Sulaksono yang ditangkap aparat saat meliput di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Padahal, Ponco telah menegaskan dirinya pers serta menunjukkan ID-Pers.

"Jumlah ini bisa bertambah dan kami masih terus menelusuri dan memverifikasi perkara," kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani melalui keterangan, Jumat (9/10/2020).

AJI Jakarta dan LBH Pers menegaskan penganiayaan oleh polisi serta menghalangi kerja jurnalis merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dikatakan, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 UU Pers); dan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta (Pasal 18 ayat 1).

"Artinya, anggota kepolisian yang melanggar UU tersebut pun dapat dipidanakan," katanya.

Kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan kepolisian kerap berulang. Aksi #ReformasiDikorupsi pun aparat mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput. Namun hingga hari ini perkara itu tidak rampung meski kami telah melaporkan kasus itu ke polisi. "Sanksi etik Polri tak cukup untuk menghukum para terduga kekerasan. Oktober tahun 2019, kami telah melaporkan empat kasus kekerasan, yakni dua laporan pidana dan dua di Propam, namun tak satupun yang berakhir di meja pengadilan," tegasnya.

Dikatakan, wartawan telah melengkapkan diri dengan atribut pers dan identitas pembeda di lokasi demonstrasi, namun tetap saja jadi sasaran amuk polisi. Dalih polisi ‘kartu pers wartawan tak kelihatan’, maupun rencana penggunaan Pita Merah-Putih yang pernah diusulkan Polri sebagai pembeda, hingga kini tak terealisasi.

Atas hal tersebut, AJI Jakarta mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan personel kepolisian terhadap jurnalis dalam peliputan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja; serta menindaklanjuti pelaporan kasus serupa yang pernah dibuat di tahun-tahun sebelumnya. AJI Jakarta juga mengimbau pimpinan redaksi ikut memberikan pendampingan hukum kepada jurnalisnya yang menjadi korban kekerasan aparat sebagai bentuk pertanggungjawaban serta mengimbau para jurnalis korban kekerasan dan intimidasi aparat agar berani melaporkan kasusnya, serta memerkuat solidaritas sesama jurnalis.

"Kami mendesak Kapolri membebaskan jurnalis dan jurnalis pers mahasiswa yang ditahan," tegasnya.

Sejumlah jurnalis yang mengalami kekerasan hingga ditangkap kepolisian saat meliput demonstrasi pada Kamis (8/10/2020), di antaranya Jurnalis CNNIndonesia.com Tohirin yang mengaku kepalanya dipukul dan ponselnya dihancurkan polisi ketika meliput demonstran yang ditangkap dan dipukul di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Saat itu, Tohirin tak sedang memotret atau merekam perlakuan aparat tersebut. Namun, polisi tak mempercayai kesaksian Tohirin dan langsung merampas ponsel Tohirin serta memeriksa galerinya. Saat itu, polisi marah ketika melihat terdapat foto aparat memiting demonstran. Akibatnya, gawai digunakan Tohirin sebagai alat liputan dibanting hingga hancur, dan seluruh data liputannya turut rusak. Padahal, Tohirin saat itu sudah menunjukkan kartu pers dan rompi bertuliskan pers yang ia kenakan kepada aparat.

“Saya diinterogasi, dimarahi. Beberapa kali kepala saya dipukul, beruntung saya pakai helm,” kata Thohirin.

Peter Rotti, wartawan Suara.com yang meliput di daerah Thamrin, juga jadi sasaran polisi. Tohirin saat itu merekam polisi yang diduga mengeroyok demonstran. Seorang yang diduga polisi berpakaian sipil dan anggota Brimob kemudian menghampiri Peter. Mereka meminta kamera Peter. Permintaan itu ditolak Peter lantaran sedang menjalanian tugas sebagai jurnalis. Namun, polisi menolak pengakuan Peter, dan langsung merampas kameranya. Tak hanya itu, Peter diseret, dipukul, dan ditendang gerombolan polisi itu, hingga tangan dan pelipisnya memar.

“Akhirnya kamera saya dikembalikan, tapi mereka ambil kartu memorinya,” kata Peter.

Ponco Sulaksono, jurnalis dari Merahputih.com turut menjadi sasaran aparat polisi. Ponco yang meliput aksi demonstrasi di sekitar kawasan Monas Gambir ‘hilang’ kontak selama beberapa jam. Ponco kemudian diketahui ditangkap aparat kepolisian dan ditahan di Polda Metro Jaya. Aldi, jurnalis Radar Depok sempat merekam momen Ponco keluar dari mobil tahanan. Aldi sempat bersitegang dengan polisi, namun kemudian turut diciduk.

Tak hanya itu, Polisi juga menangkap sejumlah pers mahasiswa yang turut meliput aksi. Berthy Johnry, (anggota Lembaga Pers Mahasiswa Diamma Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta), Syarifah, Amalia (anggota Perslima Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Ajeng Putri, Dharmajati, Muhammad Ahsan (anggota Pers Mahasiswa Gema Politeknik Negeri Jakarta) bernasib sama: mereka ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya bersama massa aksi lainnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Massa Perusuh Diundang, Disiapkan Transportasi hingga Dapatkan Uang Makan

Massa perusuh diundang, disiapkan transportasi hingga mendapatkan uang makan.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Kerugian Fasilitas Umum Akibat Demo Capai Rp 65 Miliar

Pihaknya segera memperbaiki halte tersebut sehingga bisa digunakan lagi oleh masyarakat.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Ini Kata Saksi Mata soal Pembakaran, Perusakan, dan Penjarahan Ruko Transjakarta Senen

Harapannya jangan ada lagi kejadian seperti ini, kalau memang mau ada tuntutan diselesaikan dengan baik jangan anarkis.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

18 Pos Polisi di Jakarta Dibakar dan Dirusak Massa

Polda Metro Jaya, mencatat ada 18 pos polisi yang dibakar dan dirusak massa perusuh terkait aksi unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan sekitarnya.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Ratusan Petugas Masih Bersihkan Sisa Demo

Ia menyebutkan, pihaknya masih menginventarisasi sejumlah kerusakan di sepanjang jalan yang dilalui massa aksi demo.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Polda Metro Jaya Amankan 1.192 Orang Terkait Kericuhan Demo UU Cipta Kerja

Mereka yang diamankan diduga merupakan kelompok anarko.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Pemprov DKI Kumpulkan 398 Ton Sampah Pascademo UU Ciptaker

Sampai saat ini terkumpul sampah seberat 398 ton, ada puing, pecahan kaca, dan sampah lainnya sisa dari aksi massa kemarin.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Wisma Atlet Bertambah 46 Orang

Jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 1.530 orang atau bertambah 46 orang dibandingkan hari sebelumnya 1.484 orang.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Tidak Ada Demo, Polisi Tetap Siagakan Pengamanan

Kondisi keamanan saat ini sudah aman dan kondusif.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020

Hari Ini, Transjakarta Lakukan Modifikasi Rute

Hari ini rute bus Transjakarta dimodifikasi.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS