Waspada, Bandit Incar Pesepeda di Jalan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Waspada, Bandit Incar Pesepeda di Jalan

Minggu, 25 Oktober 2020 | 18:49 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi bandit yang menyasar para pesepeda di jalan Ibu Kota Jakarta kian meresahkan. Tindak kejahatan itu kerap disebut sebagai begal sepeda. Tak sedikit pesepeda yang menjadi korban belakangan ini. Selain kerugian materi, tak jarang korban juga mengalami luka-luka akibat terjatuh ketika barang berharganya dijambret.

Biasanya pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor. Modusnya, mereka awalnya menentukan target pesepeda yang melintas sendirian di jalan sepi atau lowong. Lalu mereka memepet dan menjambret tas pinggang atau tas selempang yang dibawa pesepeda. Ada juga yang merogoh kantong atau bahkan menodongkan senjata tajam, kemudian meminta korban menyerahkan barang berharganya.

Seperti yang dialami pesepeda bernama Galih. Pemuda itu menceritakan kronologi penodongan yang dialaminya dalam rekaman video berdurasi 1 menit 46 detik yang diunggah akun Instagram crazyrichsurabayans. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Galih menyampaikan, baru saja mengalami tindak kejahatan penodongan menggunakan pisau yang dilakukan dua bandit berboncengan sepeda motor.

"Dibegal gue, mau ditusuk. Lagi gowes, gue dipepet motor, dirangkul, dia ngomong lo diem atau gue tusuk lo. Langsung diambil handphone gue," ujar Galih yang mengenakan jersey sepeda warna hitam dan helm hitam.

Galih pun mengaku hampir terjatuh pada saat kejadian. "Hampir jatuh, dirangkul, tiba-tiba ditempelin pisau (di pinggang). Raib dah," tambahnya.

Dia mengenali jenis sepeda motor pelaku, namun sayang tidak ada pelat nomornya. "Gue udah teriak maling-maling, tapi nggak ada orang," kata Galih yang juga menyebutkan pelakunya langsung tancap gas.

Aktor Anjasmara, juga dikabarkan menjadi korban pelaku begal ketika bersepeda di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, sekitar pukul 07.30 WIB, pekan kemarin. Dia tiba-tiba dipepet diduga pelaku begal yang mengendarai sepeda motor. Pelaku sempat memegang bajunya, namun Anjasmara melakukan perlawanan hingga terjatuh dan mengalami cedera di bagian pundak serta lehernya.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, pelaku begal juga tidak segan-segan melukai pesepeda di jalan. Pesepeda atas nama Adam Surya Wijaya mengalami luka sobek di bagian perut akibat sabetan celurit setelah dua bandit yang mengendarai sepeda motor membegalnya, di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 22.30 WIB, Selasa (16/6/2020) lalu.

Kronologi kejadian bermula ketika korban hendak pulang menggunakan sepeda ontel menuju rumahnya di Jalan Aselih 4 RT 12 RW 01, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat melintasi Jalan Panglima Polim, korban diadang dua pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Pelaku yang membawa celurit, kemudian memaksa korban agar menyerahkan handphone-nya. Korban sempat berusaha mempertahankan handphone-nya, namun pelaku menyabetkan celurit ke arah perut korban hingga mengalami luka sobek.

Setelah berhasil merampas handphone korban, pelaku langsung melarikan diri. Peristiwa itu ramai dibicarakan warganet seusai video kamera pengawas alias CCTV yang merekam aksi pembegalan itu beredar dan viral di media sosial.

Sekitar empat hari kemudian, polisi berhasil menangkap satu dari dua pelaku. Tersangka bernama Yusuf Dermawan ditangkap setelah polisi berhasil melacak handphone korban, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Polisi Tingkatkan Sistem Pengamanan

Merespon maraknya tindak kejahatan yang menyasar pesepeda, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, polisi akan meningkatkan sistem pengamanan untuk mengantisipasi pelaku begal yang menyasar pesepeda di jalan.

"Di jalur sepeda, Jalan Sudirman-Thamrin sampai Kota Tua sebenarnya anggota sudah cukup banyak. Nanti kita perbaiki sistem penjagaannya. Jajaran reserse juga sudah melakukan upaya-upaya penyelidikan terhadap kasus-kasus begal sepeda yang terjadi," ujar Sambodo, Sabtu (24/10/2020) kemarin.

Sambodo mengimbau, kepada pesepeda agar menyimpan barang berharganya di tempat yang aman agar terhindar dari incaran pelaku begal.

"Usahakan bersepeda tidak sendirian. Handphone disimpan dalam tas atau kantong khusus di tempat yang aman. Tetap berhati-hati," ungkapnya.

Polres Metro Jakarta Selatan, membentuk tim atau satuan tugas mengantisipasi tindak kejahatan begal atau jambret pengendara sepeda yang belakangan kerap terjadi. Termasuk, tim penindakan untuk memburu pelaku.

"Kita sudah membentuk tim satgas antibegal khususnya jambret baik itu jambret HP maupun jambret yang sekarang lagi viral yaitu, jambret sepeda. Ini sudah dibentuk tim pencegahan dan tim penindakan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Budi Budi Sartono.

Tim pencegahan akan ditempatkan di lokasi rawan tindak pidana begal sepeda atau jambret handphone milik pengendara sepeda, di wilayah Jakarta Selatan. Sementara, tim pencari pelaku bertugas melakukan penyelidikan dan memburu pelaku apabila terjadi tindak kejahatan begal sepeda.

Budi menambahkan, polisi telah mempelajari pola-pola pelaku untuk melakukan antisipasi atau pencegahan di jalan. "Jamnya kita tidak bisa kasih tahu di sini. Yang pasti kita telah mengambil polanya, kita tahu polanya. Nanti kita bentuk dua tim itulah satu pencegahan dan satu penindakan. Di tempat yang memang sering terjadi begal atau jambret sepeda," ungkapnya.

Polisi tidak membatasi masyarakat berolahraga sepeda pada waktu tertentu, namun pengendara sepeda tetap harus waspada dengan pelaku tindak kejahatan. "Walau kita nanti taruh orang di tempat yang dilalui oleh pesepeda yang sedang berolahraga, tapi tetap para pesepeda juga memperhatikan waktu dan tempat pada saat berolahraga dan jika memang sepi sekali kalau bisa bersama-sama jangan sendirian," katanya.

Sementara itu, pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, tindak pidana atau perbuatan melawan hukum bisa terjadi karena ada niat dan kesempatan. Artinya bisa terjadi kapan dan di mana saja ketika masyarakat beraktivitas, termasuk pada saat bersepeda.

"Bagaimana cara antisipasinya, rumusan antara niat dan kesempatan jangan sampai bertemu. Pada saat bersepeda diusahakan jangan sendirian minimal berdua atau tiga orang untuk saling berjaga dan mengawasi. Seandainya terpaksa harus sendiri, hindari jalan-jalan yang rawan, gelap atau jauh dari aktivitas manusia. Lengkapi sepeda dengan perlengkapan keamanan dan keselamatan," kata Budiyanto kepada Beritasatu.com.

Budiyanto menuturkan, pemerintah yang bertanggung jawab dibidang keamanan bisa melakukan langkah preventif dengan menggunakan bantuan teknologi memasang CCTV dan lampu-lampu penerangan di tempat-tempat yang gelap.

"Untuk ke depan setiap kendaraan apakah kendaraan bermotor atau sepeda perlu juga dipasang alarm yang bisa terkoneksi dengan pihak Kepolisian, sehingga pada saat terjadi tindak pidana bisa dengan cepat terpantau pihak Kepolisian, dan segera dapat dilakukan pelacakan atau antisipasi. Dalam situasi apapun kewaspadaan tetap harus dibangun untuk antisipasi kejahatan," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dinas Damkar Antisipasi Banjir di Depok

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Depok melakukan langkah antisipasi mengatasi banjir di Kota Depok.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

Perpanjangan PSBB Transisi, Ganjil Genap Ditiadakan Hingga 8 November

Peniadaan pembatasan kendaraan berbasis nomor plat ganjil-genap diperpanjang hingga 8 November 2020.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

14 Mobil Damkar Atasi Kebakaran Pasaraya Manggarai

Petugas memulai pemadaman sekitar pukul 11.35 WIB dan selesai pendinginan jam 13.25 WIB.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

Pasaraya Manggarai Kebakaran

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

KAI Imbau Rapid Test di Stasiun H-1 Keberangkatan

Calon penumpang diharapkan dapat mengatur waktu keberangkatannya dan menyiapkan rentang waktu yang cukup.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

Denda Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama PSBB Transisi Rp 97,2 Juta

Nilai sanksi denda perorangan sebesar Rp 72,2 juta, dan tempat usaha makan minum sebesar Rp 25 juta.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang hingga 8 November

Secara umum terjadi tren penurunan perilaku 3M oleh masyarakat.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

Nasib PSBB DKI Sangat Bergantung pada Kedisiplinan Masyarakat

Pemprov DKI segera mengumumkan kelanjutan PSBB transisi yang akan berakhir pada pada hari ini, Minggu, 25 Oktober 2020.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

BPBD DKI: 86 RT di Jakarta Tergenang Banjir Kiriman

Di Jakarta Timur ada 70 RT yang tergenang, di antaranya Kelurahan Balekambang 2 RT dengan ketinggian 31-70 cm, Kelurahan Cawang 8 RT dengan ketinggian 10-30 cm.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020

Depot Air Isi Ulang Terbakar di Cakung

Kerugian akibat kebakaran lapak dan depot air isi ulang itu diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS