Tersangka Kebakaran Kejagung Tidak Ditahan

Tersangka Kebakaran Kejagung Tidak Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2020 | 18:08 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com— Penyidik Dit Tipidum menjadwalkan ulang pemanggilan Pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejaksaan Agung berinisial NH yang mangkir dari pemeriksaan.

NH yang jadi tersangka dalam kebakaran gedung utama Kejagung itu tidak muncul dalam pemeriksaan Selasa (27/10/2020) kemarin dengan alasan sakit.

"PPK dari kejagung, NH, akan dilakukan pemanggilan ulang pada tanggal 2 November 2020 yang akan datang," kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Rabu (28/10/2020).

Sedangkan tujuh tersangka lainnya, yakni Direktur Utama PT ARM; lalu lima tukang yakni T, H, S, K, dan IS; serta mandor para tukang, UAN, yang memenuhi pemeriksaan pada Selasa kemarin tidak ditahan.

"Terkait hasil pemeriksaan tersangka kasus kebakaran Kejagung kemarin kita ketahui bersama 7 tersangka sudah dilakukan pemeriksaan pada 10.30 WIB sampai dengan 19.30 WIB. Semuanya kooperatif sehingga penyidik tidak melakukan penahanan,”tambahnya.

Seperti diberitakan para tersangka disangka lalai dan dijerat Pasal 188 junto 55 dan 56 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Lima tukang yang bekerja memasang parket, wallpaper, dan karpet di aula biro kepegawaian lantai enam adalah T, H, S, K, dan IS. Mereka dipersalahkan karena merokok dan membuang puntung rokok saat bekerja sehingga, puntung rokok itu memicu kebakaran setelah mengenai lem aibon dan tiner yang ada di sana.

Lalu mandor yang lalai karena tidak ada di lokasi berinsial UAN. Dua yang lain adalah R, direktur PT ARM (produsen bahan pembersih) dan dari pihak Kejaksaan Agung adalah, NH, yang menandatangani kontrak.

Dua orang terakhir ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjalaran api karena lalai menggunakan merek bahan pembersih tanpa izin edar selama dua tahun.

Adapun pasal 188 berisi, Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.

Spekulasi muncul dibalik peristiwa ini termasuk dugaan sabotase sebab saat ini Kejaksaan tengah menangani kasus penting termasuk kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari yang terseret kasus Djoko Soegianto Tjandra.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

2 WNA Pencari Suaka Terpapar Covid-19, 103 WNA Lainnya di Tes Swab

Kedua WNA pencari suaka yang positif tersebut masih menjalani masa isolasi di RSD Kemayoran, Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Hari Ini Puncak Pergerakan Pesawat dan Penumpang Melalui Bandara Soetta

Diperkirakan sampai pukul 24.00 WIB akan ada 639 pergerakan pesawat di Bandara Soetta ini dengan perkiraan 60.000 lebih penumpang yang berangkat atau mendarat.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Ini Pesan Anies Baswedan soal Klaster Keluarga Covid-19

Anies Baswedan kembali mengingatkan warga akan potensi penularan Covid-19 pada klaster keluarga ketika memanfaatkan libur panjang.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Bandit Bersenpi Tewas Ditembak Polisi

Pelaku dalam aksinya membekali diri dengan senjata api dan tidak segan-segan melukai jika ketahuan korbannya.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Pemkot Bekasi Imbau Warga Tidak Berlibur ke Luar Kota

Pemkot Bekasi mengimbau warganya agar tidak berlibur ke luar kota mengingat kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain maupun di Kota Bekasi sendiri.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Anies Sebut Klaster Keluarga Sebabkan 36.659 Kasus Covid-19

Menurut Anies, jumlah kasus Covid-19 di klaster keluarga tinggi disebabkan karena rendahnya disiplin warga menerapkan protokol kesehatan saat berkumpul.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

2.240 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 948 orang, sedangkan Tower 6 dan 7 tercatat merawat sebanyak 1.292 orang.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Anies Tekankan Semangat Gotong Royong di Tengah Pandemi

“Ini saat penuh tantangan, mari tunjukkan solidaritas, saling tolong menolong...insyaallah dengan itu, maka persatuan Indonesia makin kuat," kata Anies.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

RSUI Tambah Kapasitas Ruang Perawatan Khusus Covid-19

Total kapasitas tempat tidur penanganan pasien Covid-19 di RSUI dari 55 tempat tidur bertambah menjadi sebanyak 93 tempat tidur.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020

Libur Panjang, Jasa Marga Catat 147.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Total volume lalin yang meninggalkan Jakarta ini naik 26,4% jika dibandingkan lalin normal.

MEGAPOLITAN | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS