Tepergok Curi Ponsel, Penjahat Kambuhan Tusuk Korban Hingga Tewas
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Tepergok Curi Ponsel, Penjahat Kambuhan Tusuk Korban Hingga Tewas

Jumat, 30 Oktober 2020 | 22:01 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi membekuk penjahat kambuhan alias residivis berinisial SH (24), lantaran menusuk korban bernama Ruly Setiohadi hingga tewas ketika tepergok mencuri telepon selular (ponsel), di Jalan Pekapuran II, Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

Kapolsek Tambora Kompol M Faruk Rozi mengatakan, pelaku SH ditangkap kurang lebih satu jam setelah polisi menerima laporan peristiwa pembunuhan itu, Rabu (28/10/2020) dini hari.

"Petugas berhasil melakukan penangkapan kurang dari 1 jam setelah kami mendapati adanya laporan atas kasus pembunuhan tersebut dan mencocokan dengan data base pelaku," ujar Faruk, Jumat (30/10/2020).

Faruk mengatakan, kronologi kejadian bermula ketika istri korban terbangun karena mendengar ada suara jendela terbuka. Ketika dicek, ternyata ada seorang pria -pelaku- yang mengenakan kaos biru dan topi coklat sedang berusaha mengambil ponsel yang tengah di-charge di belakang pintu.

"Melihat pelaku, saksi berteriak maling.., maling.., dan membangunkan suaminya atau korban," ungkapnya.

Sejurus kemudian, korban langsung keluar kamar dan mengejar pelaku yang berlari ke lantai 1, yang merupakan tempat indekos milik korban. Selanjutnya, saksi bernama Sigit dan Samsudin yang berada di lokasi juga ikut mengejar pelaku ke atas.

"Sempat terjadi dorong-dorongan pintu kamar gudang antara korban dengan pelaku. Namun, kemudian pelaku menikam rusuk bagian kiri korban dan selanjutnya berhasil melarikan diri dengan cara turun ke bawah rumah," katanya.

Menurut Faruk, korban yang terluka tusuk langsung tersungkur di lantai. Saksi-saksi sempat membawa korban ke Puskesmas Tambora, namun sayang nyawanya tidak terselamatkan. "Korban akhirnya meninggal dunia," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin mengatakan, setelah menerima laporan penyidik bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mencari bukti-bukti. Berdasarkan informasi, ciri-ciri pelaku mengarah ke tersangka.

"Selanjutnya, pelaku kami amankan di kediamannya yang tidak jauh dari rumah korban di Jalan Tanah Sereal. Hasil penyidikan, pelaku merupakan seorang residivis berbagai kasus," katanya.

Suparmin menyebutkan, tersangka pernah ditangkap Polsek Tambora terkait kasus penjambretan pada tahun 2017, dan divonis hukuman 1 tahun penjara di Rutan Salemba. Pelaku keluar tahanan setelah menjalani hukuman selama 8 bulan karena mendapatkan remisi.

Belum lama bebas, tersangka kembali ditangkap Polsek Tambora terkait kasus pencurian sepeda motor pada tahun 2018, dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun di Rutan Salemba.

Kini, dia kembali ditangkap karena membunuh korban setelah tertangkap tangan mencuri ponsel. Berdasarkan hasil pemeriksaan, urine yang bersangkutan positif mengandung amphetamin dan metamphetamin.

"Tersangka dikenakan Pasal 339 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tandasnya.

Pasal 339 KUHP berbunyi, "Pembunuhan yang diikuti, disertai, didahului oleh suatu tindak pidana yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana bila tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun."



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

3.809 Orang Lulus Seleksi CPNS Tahun 2019 di DKI Jakarta

Sebanyak 3.809 orang lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019 di DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Libur Panjang, Disdukcapil Depok Tetap Layani Perekaman E-KTP

Pelayanan e-KTP di kelurahan tetap dibuka selama cuti bersama.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Polda Metro Prediksi Lonjakan Arus Balik Terjadi Sabtu-Minggu

Polda Metro Jaya memrediksi lonjakan arus balik libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW akan terjadi pada Sabtu (31/10/2020) serta Minggu (1/11/2020).

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Masjid Akbar Bergaya Arsitektur Timur Tengah dan Demak, Ikon Baru Kemayoran

Masjid Akbar ini juga dilengkapi dengan fasilitas gedung yang dapat digunakan untuk acara-acara formal seperti pernikahan dan acara lainnya.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Tanggul Jebol Kali Bekasi Jadi Prioritas Perbaikan

Warga yang bermukim di sepanjang Kali Bekasi, kini bisa bernapas lega. Pemerintah pusat tengah memprioritaskan perbaikan tanggul.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Longsor di Jalan Wadas Sejak Rabu Hingga Kini Belum Diperbaiki

Longsor yang melanda di Jalan Wadas Raya, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, sejak Rabu (28/10/2020) malam hingga kini belum ditindaklanjuti.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

CCTV Bantu Polisi Ungkap Pelaku Perusakan Fasilitas Umum

Polda Metro Jaya, bisa mengidentifikasi dan menangkap pelaku perusakan fasilitas umum saat demo anarkis di Jakarta, salah satunya melalui pemeriksaan CCTV.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Rest Area Berpotensi Jadi Titik Rawan Penularan Covid-19

Rest area banyak dimanfaatkan warga yang balik dari libur panjang untuk beristirahat.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Bocah Tenggelam di Kampung Pulo Ditemukan Tewas

Zaynnury Mahmud yang tenggelam ketika berenang di Sungai Ciliwung Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, akhirnya ditemukan meninggal.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020

Polisi Siapkan Contraflow di Tol Antisipasi Arus Balik Libur Panjang

Polisi telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas berupa contraflow bahkan one way, di jalan tol.

MEGAPOLITAN | 30 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS